AKU DAN KIMIA
Media Motivasi, Komunikasi dan Pembelajaran Kimia
 
 
 

Komentator

 

Pengunjung

146792
 

TUGAS KELAS XII IA 3

Cari dan Diskusikan kelimpahan unsur-unsur berikut di alam (bentuk minerralx)

Golongan IA (Absen 1 - 5)

Golongan IIA (Absen 6 - 10)

Golongan IIIA (Absen 11 - 15)

Golongan IVA (Absen 16 - 20)

Golongan VA (Absen 21 - 25)

Golongan VIA (Absen 25 - 30)

Golongan VIIA (Absen 31 - 35)

Golongan VIIIA (Absen 36 - 40)

Jawaban di tulis di kolom komentar di bawah soal ini

Nama : Nama salah satu angota (Ketua Kelompok)

e-mail : di kosongi/diisi

web : dikosongi

Komentar : Nama Anggota dan Jawabannya

(catatan : terakhir selasa sudah terUPLOAD)

Komentar :

No Komen : 22
ALEX :: 11-01-2014 19:00:10
dengan simbol I dan nombor atom 53. Unsur bukan logam yang menyerupai klorin dan bromin ini digunakan untuk nutrisi dan pembuatan
:: Reply ::

ok

No Komen : 21
NURUL HABIBAH :: 29-11-2013 11:37:44
UNSUR-UNSUR RADIOAKTIF
Rontgen (1845 – 1923) bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu. Para ahli tertarik untuk mengadakan penelitian tentang unsur tersebut. Setahun kemudian Antoine Henre Becquerel (1852 – 1908) mengamati garam uranik sulfat (K2UO2(SO4)2) memancarkan sinar (radiasi) secara spontan. Gejala ini dinamakan keradioaktifan, sedangkan unsur yang memancarkan radiasi disebut unsur radioaktif. Pada tahun 1898, Marie Sklodowska Curie (1867 – 1934) bersama suaminya, Pierre Curie (1859 – 1906) berhasil menemukan dua unsure radioaktif yaitu Polonium (Po) dan Radium (Ra). Karena jasa mereka di bidang keradioaktifan pada tahun 1903, Henry Bequerel bersama Pierre dan Marie Curie memperoleh hadiah nobel.
Radioaktif atau yang disebut dengan radioisotope merupakan isotop yang tidak stabil yang memancarkan radiasi secara spontan dan terus-menerus. Sinar radioaktif yang dipancarka oleh unsure radioaktif yaitu sinar alfa, Beta (), Gamma (). Ketiga sinar tersebut memiliki sifat sebagai berikut:
a.Sinar Alfa :
1. Partikel bermuatan positif (+).
2.Mempunyai massa 4 dan bermuatan +2.
3. Dapat dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik.
4. merupakan inti helium.
5. mempunyai daya ionisasi besar sedangkan daya tembusnyya kecil.

b.Sinar Beta ) :
1. Merupakan partikel bermuatan negative (-).
2. Mempunyai massa nol dan muatan -1.
3. Dapat dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik.
4. Merupakan partikel electron.
5. Daya ionisasi < sinar alfa dan daya tembusnya > sinar alfa.
1.Tidak bermuatan listrik
2.Massa dan muatannya nol
3.Tidak dapat dibelokkan oleh medan magnet dan medan listrik.
4.Merupakan gelombang elektromagnetik
5.Mempunyai daya ionisasi sangat kecil dan daya tembus sangat besar.

Kegunaan Unsur – Unsur Radioaktif
Di negara-negara maju penggunaan dan penerapan radioisotop telah dilakukan dalam berbagai bidang. Radioisotop adalah isotop suatu unsur radioaktif yang memancarkan sinar radioaktif. Isotop suatu unsur baik stabil maupun yang radioaktif memiliki sifat kimia yang sama. Penggunaan radioisotop dapat dibagi ke dalam penggunaan sebagai perunut dan penggunaan sebagai sumber radiasi.
Radioisotop sebagai perunut digunakan untuk mengikuti unsur dalam suatu proses yang menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa. Radioisotop dapat digunakan sebagai sumber sinar sebagai pengganti sumber lain misal sumber sinar X. Radioisotop dapat digunakan sebagai perunut sebab energy sinar yang dipancarkan serta waktu paruhnya merupakan sifat khas radioisotop tersebut. Pada contoh di bawah ini akan diberikan beberapa contoh penggunaan radioisotop baik sebagai perunut maupun sebagai sumber radiasi.
1. Bidang Kimia
a. Teknik Perunut
Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai reaksi kimia. Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat diikuti reaksi antara asam karboksilat dan alkohol.
Dari analisis spektroskopi massa, reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti berikut. (isotop oksigen-18 diberi warna).


Hasil analisis ini menunjukkan bahwa molekul air tidak mengandung oksigen-18. Adapun jika O – 18 berada dalam alkohol maka reaksi yang terjadi seperti berikut.


Penggunaan radioisotop yang lain sebagai perunut mekanisme reaksi fotosintesis.

Untuk mengetahui mekanisme reaksi tersebut digunakan perunut karbon-14 yang terdapat pada CO2 dan oksigen-18 yang terdapat dalam air.
b. Penggunaan Isotop dalam Bidang Kimia Analisis
Penggunaan isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsur-unsur kelumit dalam cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut radiometrik dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, sebagai berikut.
1) Analisis Pengeceran Isotop
Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan sejumlah larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat tersebut dipisahkan dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang dianalisis ditentukan dengan membandingkannya dengan larutan standar.
2) Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur kelumit dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan logam berat (Cd) dalam sampel ikan laut. Sampel diiradiasi dengan neutron dalam reactor sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi yang dipancarkan adalah sinar gamma . Selanjutnya sampel dicacah dengan spektrometer gamma untuk menentukan aktivitas dari unsur yang akan ditentukan.
2. Bidang Kedokteran
Berikut unsur radioisotop yang sering digunakan dalam dunia kedokteran.
a. Radioisotop natrium-24 dapat digunakan untuk mengikuti peredaran darah dalam tubuh manusia. Larutan NaCl yang tersusun atas Na-24 dan Cl yang stabil disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah dapat diikuti dengan mendeteksi sinar yang dipancarkan, sehingga dapat diketahui jika terjadi penyumbatan aliran darah.
b. Untuk mempelajari kelainan pada kelenjar tiroid digunakan radioisotop 131I.
c. Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk menentukan tempat tumor di otak.
d. Radioisotop 59 Fe dapat digunakan untuk mengukur laju pembentukan sel darah merah dalam tubuh dan untuk menentukan apakah zat besi dalam makanan dapat digunakan dengan baik oleh tubuh.
e. Sejak lama diketahui bahwa radiasi dari radium dapat dipakai untuk pengobatan kanker. Oleh karena radium-60 dapat mematikan sel kanker dan sel yang sehat maka diperlukan teknik tertentu sehingga tempat di sekeliling kanker mendapat radiasi seminimal mungkin.
f. Radiasi gamma dapat membunuh organisme hidup termasuk bakteri. Oleh karena itu, radiasi gamma digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Sterilisasi digunakan juga di industri makanan. Sterilisasi dengan cara radiasi, menjadikan makanan dapat tahan empat atau lima kali lebih lama dari cara sterilisasi biasa.
Unsure radioaktif lainnya yang berguna di bidang kedokteran adalah:

I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan otak
Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung
Tc-99 & Ti-201 Mendeteksi kerusakan jantung
Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah
Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru
P-32 Penyakit mata, tumor dan hati
Fe-59 Mempelajari pembentukan sel darah merah
Cr-51 Mendeteksi kerusakan limpa
Se-75 Mendeteksi kerusakan Pankreas
Tc-99 Mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru
Ga-67 Memeriksa kerusakan getah bening
C-14 Mendeteksi diabetes dan anemia
Co-60 Membunuh sel-sel kanker

3. Bidang Pertanian
a. Pembentukan Bibit Unggul
Dalam bidang pertanian, radiasi gamma dapat digunakan untuk memperoleh bibit unggul. Sinar gamma menyebabkan perubahan dalam struktur dan sifat kromosom sehingga memungkinkan menghasilkan generasi yang lebih baik, misalnya gandum dengan yang umur lebih pendek.
b. Pemupukan dan Pemberantasan Hama dengan Serangga Mandul Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk mempelajari pemakaian pupuk oleh tanaman. Ada jenis tanaman yang mengambil fosfor sebagian dari tanah dan sebagian dari pupuk. Berdasarkan hal inilah digunakan fosfor radioaktif untuk mengetahui efesiensi pengambilan fosfor dari pupuk oleh tanaman. Teknik iradiasi juga dapat digunakan untuk memberantas hama dengan menjadikan serangga mandul. Dengan radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, sehingga timbul kemandulan pada serangga jantan. Kemandulan ini dibuat di laboratorium dengan cara hama serangga diradiasi sehingga serangga jantan menjadi mandul. Setelah disinari hama tersebut dilepas di daerah yang terserang hama, sehingga diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama setempat dengan jantan mandul yang dilepas, sehingga telur itu tidak akan menetas.
c. Pengawetan Makanan
Pada musim panen, hasil produksi pertanian melimpah. Beberapa dari hasil pertanian itu mudah busuk atau bahkan dapt tumbuh tunas, contohnya kentang. Oleh karen aitu diperlukan teknologi untuk mengawetkan bahan pangan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan irradiasi sinar radioaktif. Irradiasi ini juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

4. Bidang Industri
Penggunaan radioisotop dalam bidang industri antara lain untuk mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam beton. Dengan menggunakan radioisotop yang dimasukkan ke dalam aliran pipa kebocoran pipa dapat dideteksi tanpa penggalian tanah atau pembongkaran beton.
Penyinaran radiasi dapat digunakan untuk menentukan keausan atau kekeroposan yang terjadi pada bagian pengelasan antarlogam. Jika bahan ini disinari dengan sinar gamma dan dibalik bahan itu diletakkan film foto maka pada bagian yang aus atau keropos akan memberikan gambar yang tidak merata. Radiasi sinar gamma juga digunakan dalam vulkanisasi lateks alam. Penggunaan zat radioaktif dalam bidang industri yang lainnya adalah untuk mengatur ketebalan besi baja, kertas, dan plastik; dan untuk menentukan sumber minyak bumi.
5. Pengukuran Usia Bahan Organik
Radioisotop karbon-14, terbentuk di bagian atas atmosfer dari penembakan atom nitrogen dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi kosmik.

Karbon radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon dioksida dalam udara dan sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh karena itu karbon radioaktif itu menyertai pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama kelamaan terdapat kesetimbangan antara karbon-14 yang diterima dan yang meluruh dalam tumbuh-tumbuhan maupun hewan, sehingga mencapai 15,3 dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam beberapa ribu tahun. Apabila organisme hidup mati, pengambilan 14C terhenti dan keaktifan ini berkurang. Oleh karena itu umur bahan yang mengandung karbon dapat diperkirakan dari pengukuran keaktifan jenisnya dan waktu paruh 14C. ( 12 T = 5.730 tahun).
6. Bidang hidrologi
Mempelajari kecepatan aliran sungai.
Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.
7. Bidang biologis
Mempelajari kesetimbangan dinamis.
Mempelajari reaksi pengesteran.

:: Reply ::

OK diterima

No Komen : 20
NURUL HABIBAH :: 29-11-2013 11:32:15
Rontgen (1845 – 1923) bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu. Para ahli tertarik untuk mengadakan penelitian tentang unsur tersebut. Setahun kemudian Antoine Henre Becquerel (1852 – 1908) mengamati garam uranik sulfat (K2UO2(SO4)2) memancarkan sinar (radiasi) secara spontan. Gejala ini dinamakan keradioaktifan, sedangkan unsur yang memancarkan radiasi disebut unsur radioaktif. Pada tahun 1898, Marie Sklodowska Curie (1867 – 1934) bersama suaminya, Pierre Curie (1859 – 1906) berhasil menemukan dua unsure radioaktif yaitu Polonium (Po) dan Radium (Ra). Karena jasa mereka di bidang keradioaktifan pada tahun 1903, Henry Bequerel bersama Pierre dan Marie Curie memperoleh hadiah nobel.
:: Reply ::

OK diterima

No Komen : 19
Nyla Gustina Anggraini :: 08-11-2013 15:46:42
kimia unsur golongan VI A Te, Po, Se, S, O

Golongan VI A Te, Po, Se, S, O
(Telurium, Polonium,Selen,Belerang,Oksigen)
Golongan VIA atau yang biasa disebut dengan golongan kalkogen terdiri dari oksigen, sulfur, selenium, telerium, polonium dan ununheksium. Pada golongan VIA ini seperti halnya dengan golongan yang lain setiap unsurnya memiliki sifat kimia, sifat fisika serta kegunaan yang berbeda. Dengan mempelajari sifat-sifat tiap unsur tersebut, maka kita akan memperoleh pengetahuan mengenai pembentukan suatu senyawa. Selain itu untuk keberadaannya di alam sangat bermacam-macam yakni ada yang melimpah di alam dan ada pula yang langka misalnya selenium, tellurium dan Ununheksium (Keenan dkk, 1984:265).
Unsur golongan VIA terdiri dari tiga buah unsur nonlogam (oksigen, belerang, dan selenium), dua buah unsur metalloid (tellurium dan polonium) serta sebuah unsur logam (ununheksium). Adapun yang dimaksud metaloid menurut bahasa berasal dari bahasa Yunani: “metallon” - logam, dan “eidos” – mirip, sehingga metaloid adalah kelompok unsur kimia yang memiliki sifat antara logam dan non-logam. Unsur metaloid sulit dibedakan dengan unsur logam, perbedaan utamanya yakni umumnya metaloid adalah semikonduktor sedangkan logam adalah konduktor. Bahan yang bersifat semikonduktor ini tidak dapat menghantarkan listrik dengan baik pada suhu yang rendah, tetapi sifat hantaran listriknya menjadi lebih baik ketika suhunya lebih tinggi (Anynomous4, 2010).
Beberapa sifat-sifat metaloid yaitu lebih rapuh dari pada logam, kurang rapuh dibandingkan dengan non logam, beberapa metaloid berkilauan seperti logam, dan berbentuk padat keperakan. Ada delapan unsur yang dikelompokkan sebagai metaloid, yaitu boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), telurium (Te), polonium (Po), dan astatin (At). Dalam tabel periodik, metaloid membentuk garis diagonal dari boron ke polonium. Unsur-unsur di kanan atas garis ini termasuk non-logam sedangkan yang berada di kiri bawah adalah logam (Anynomous4, 2010).
Oleh karena itu pada golongan VIA terdiri dari unsur-unsur logam, metalloid, dan non logam, sehingga perbedaan sifat tersebut menyebabkan titik leleh cenderung meningkat dari atas ke bawah meskipun tidak teratur. Kecuali Oksigen, unsur-unsur segolongannya mempunyai bilangan oksidasi genap +6, +4, +2, -2 dan membentuk ikatan kovalen.
1. Telurium (Te)
1.1 Sejarah
Telurium dari bahasa Latin: tellus yang artinya “bumi” , ditemukan pada tahun 1782 oleh Franz-Joseph Muller von Reichenstein yang berkebangsaan Hungaria di Romania. Kemudian Pada tahun 1798, diberi nama “telurium” oleh Martin Heinrich Klaproth yang telah berhasil mengisolasinya (Anynomous1, 2008).

1.2 Sumber dan Kelimpahan
Dibumi kelimpahan Tellurium sangat sedikit dan jarang, sebab hanya terdapat dengan konsentrasi yang rendah.Telurium lebih sering ditemukan di alam sebagai senyawa tellurida darih emas (kalaverit), dan terkadang bergabung dengan logam lainnya. Telurium juga didapatkan secara komersil dari lumpur anoda yang dihasilkan selama proses pemurnian elektrolisis tembaga panas. Amerika Serikat, Kanada, Peru dan Jepang adalah penghasil terbesar unsur ini. Kelimpahan unsur Se, Te, dan Po sangatlah langka.
Tabel 2.2 Kelimpahan unsur-unsur di kulit bumi, (by weight)
Unsur Ppm Kelimpahan relatif
O
S
Se
Te
Po 455000
340
0,05
0,001
Sedikit 1
16
8
74
-

Ada 30 isotop telurium yang telah dikenali, dengan massa atom berkisar antara 108 hingga 137. Dimana Telurium di alam hanya terdiri dari delapan isotop. Telurium dan senyawanya kemungkinan beracun dan harus ditangani dengan hati-hati. Hanya boleh terpapar dengan telurium dengan konsentrasi serendah 0.01 mg/m3, atau lebih rendah, dan pada konsentrasi ini telurium memiliki bau khas yang menyerupai bau bawang putih (Cotton,2007: 362).
1.3 Karakteristik Telurium
Telurium memiliki warna putih keperak-perakan, dalam keadaan murninya menunjukkan kilau logam, biasanya terbentuk dengan warna abu-abu gelap dan bersifat semi-logam (metaloid). Cukup rapuh, agak beracun dan bisa dihaluskan dengan mudah. Telurium amorf ditemukan pada pengendapan telurium dari larutan asam tellurat. Telurium adalah sebuah semikonduktor yang memiliki konduktivitas listrik sedikit meningkat bila terkena cahaya (fotokonduktivitas). Bentuk dari senyawa ini masih dipertanyakan, amorf atau terbentuk dari kristal. Ketika dalam keadaan cair Teluriium bersifat korosif terhadap perak, tembaga, emas, timah dan unsur lainnya. Bila dipanasi di udara, telurium terbakar dengan nyala biru kehijau-hijauan, membentuk senyawa dioksida (TeO2) (Lestari S.T. 2004:77).
Kegunaan
• Telurium dapat memperbaiki kemampuan tembaga dan baja tahan karat untuk digunakan dalam permesinan.
• Pada Timbal yang ditambahkan Telurium dapat mengurangi reaksi korosi oleh asam sulfat, dan juga memperbaiki kekuatan serta kekerasannya.
• Digunakan sebagai pelapis besi pada menara pendingin.
• Telurium juga digunakan dalam campuran warna keramik.
1.4 Bahaya dan Penanganan
• Telurium dan persenyawaannya kemungkinan bersifat racun dan harus ditangani dengan hati-hati. Paparan dengan telurium hanya diperbolehkan dengan konsentrasi rendah yakni 0.01 mg/m3, atau lebih rendah. Pada konsentrasi ini tellurium memiliki bau khas yang menyerupai bawang putih.
• Senyawa telurium bersifat teratogenik yakni dapat mempengaruhi kecacatan janin pada ibu yang sedang hamil akan tetapi senyawa ini masih jarang ditemui sehingga jarang terdapat kasus seperti itu.
• Senyawa ini dapat diserap ke dalam tubuh melalui inhalasi dan akan menyebabkan bau nafas dan bau badan yang mengerikan.
• Bila dipanaskan sampai dekomposisi, klorida telurium dapat memancarkan asap beracun dari tellurium.
2. Polonium (Po)
2.1 Sejarah
Polonium ditemukan di Pitchblende pada 1898 oleh Marie Curie seorang ahli kimia dari Perancis, dinamakan Polonium sebab berdasarkan negara asalnya yakni Polandia. Polonium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Po, nomor atom 84, dan termasuk kelompok metaloid yang memiliki sifat kimia mirip dengan Telurium dan Bismuth. Polonium merupakan unsur radioaktif yang terbentuk secara alami di kerak bumi dan merupakan elemen pertama yang ditemukan berdasarkan sifat radioaktifnya (Anynomous2, 2008).
Pada tahun 1898 Pierre Curie (1859-1906) dan Marie Curie nee Sklodowska (1867-1934) menyelidiki bijih-bijih uranium dari Bohemia yang mengandung 75% uranium, dan mencatat bahwa senyawa ini memiliki radioaktivitas lebih tinggi dari pada uranium yang terisolasi. Jadi mereka menganggap bahwa itu berisi satu atau lebih elemen baru radioaktivitas yang tinggi. Pada Juli 1898 mereka membuat analisis lengkap dari bijih-bijih uranium, yang terbukti sangat kompleks, karena beberapa unsur yang terkandung. Dua fraksi telah meningkat radioaktivitas, salah satunya berisi garam dari Bismuth, garam lain Barium. Dari fraksi Bismut produk mereka terisolasi dengan radioaktivitas 400 kali lebih tinggi dari Uranium. Jadi mereka simpulkan bahwa kegiatan ini disebabkan oleh adanya garam dari beberapa logam diketahui sejauh ini. Mereka menamakannya Polonium untuk menghormati penduduk asli tanah's Marie (Lat. Polonia - Polska).
Kemudian keberadaan Polonium dipertanyakan. Polonium dianggap bentuk radioaktif dan Friedrich O. Vikram menyebutnya Radiobismuth ("Radiowismuth", 1899). Pada tahun 1902 Willy Marckwald (1864 -) memverifikasi bijih-bijih uranium analisis dengan kuantitas besar mineral (sekitar 2 ton). Dia mengisolasi fraksi Bismut dan mendeteksi unsur baru didalamnya yang bernama Radiotellurium karena ini sangat radioaktif dan memiliki sifat yang mirip dengan Tellurium. Garam dari Radiotellurium adalah jutaan kali lebih aktif daripada Uranium dan 1000 lebih dari Polonium. Pada tahun 1889 Mendeleyev memprediksikan keberadaan suatu unsur dengan sifat tersebut dan pada tanggal diasumsikan posisinya dalam sistem periodik bernama DVI-telurium (Dt).
Ernest Rutherford (1871-1937) kemudian mendirikan Radiotellurium adalah salah satu produk peluruhan radioaktif dari keluarga Uranium, dan itu bernama Radium-F (isotop yang paling stabil). Pada tahun 1905 menjadi jelas, bahwa Polonium, Radiotellurium dan Radium-F adalah satu elemen yang sama, memiliki alfa dan gamma/kisaran oleh emisi dan memiliki periode setengah hidup dari sekitar 140 hari.
2.2 Sumber dan Kelimpahan Polonium
Polonium adalah unsur alam yang radioaktif dan sangat langka yang ditemukan dalam bijih Uranium. Polonium diproduksi sekitar 100 g tiap tahunnya. Polonium dapat dihasilkan dengan pengolahan bijih uranium atau mineral, dimana bijih uranium mengandung kurang dari 0,1 mg polonium-210 per ton. Awalnya, polonium-210 diperoleh dari biji yang kaya uranium dan ditemukan di Bohemia, tetapi juga dapat diperoleh dari garam radium yang mengandung sekitar 0,2 mg per gram radium (Cotton.2007: 363).
Untuk mendapatkan unsur ini, para ahli melakukan penembakan bismut alam (209Bi) dengan neutron, diperoleh 210Bi yang merupakan induk polonium. Sejumlah milligram polonium kini didapatkan dengan cara seperti ini, dengan menggunakan tembakan neutron berintensitas tinggi dalam reaktor nuklir. Reaksinya adalah:
209Bi+1n→210Po+ e-
Polonium ini dihasilkan selama peluruhan alami, dimana Uranium-238 dan
Polonium-210 secara luas didistribusikan dalam jumlah kecil di kerak bumi. Sebelum tahun 1944, Polonium belum diisolasi dalam bentuk murni atau dalam jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu, setiap program yang melibatkan pemulihan, pemurnian, dan fabrikasi logam polonium dari berbagai sumber diperlukan pemahaman tentang sifat kimia, sifat fisika, dan metalurgi dari Polonium-210 (Cotton.2007: 363).
Pada Februari 1949, operasi polonium dipindahkan dari Dayton untuk Mound (Moyer 1956) di atas. Saat ini, proses untuk memproduksi polonium-210 telah diputuskan. Polonium-210 akan diproduksi oleh transmutasi bismut dengan penembakan neutron.
Pada 1954, program Mound mulai menggunakan polonium-210 untuk mengubah energi nuklir menjadi energi listrik useable. Aplikasi energi nuklir, menggunakan prinsip termoelektrik, adalah menunjukkan bahwa tahun yang sama, dan pada bulan Februari, Mound menerima direktif untuk membuat sebuah model bertenaga listrik uap--tanaman polonium. Pada tahun 1956, sebuah desain konseptual untuk menghasilkan bahan bakar boiler merkuri dengan polonium digambarkan. Po dapat dipisahkan dengan penyubliman pada pemanasan.
Kegunaan Polonium
• Karena kebanyakan radiasi alfa dihentikan di sekitar bahan padat sedangkan wadahnya melepaskan energinya, sehingga polonium menarik perhatian untuk digunakan sebagai sumber panas yang ringan sebagai sumber energi termoelektrik pada satelit angkasa.
• Polonium dapat dicampur atau dibentuk alloy dengan berilium untuk menghasilkan sumber neutron. Unsur ini telah digunakan dalam peralatan untuk menghilangkan muatan statis dalam pemintalan tekstil dan lain-lain. Namun sumber beta termasuk yang paling sering digunakan karena tingkat bahayanya yang lebih rendah. Polonium yang digunakan untuk tujuan ini harus tersegel dan terkontrol, sebab untuk mengurangi bahaya terhadap pengguna.
• Polonium terdapat dalam mineral Uranium dan Tellurium sebagai produk rangkaian peluruhan radioaktif.

2.3 Bahaya dan penanganan
• Rusaknya jaringan makhluk hidup karena penyerapan energi partikel alfa. Dalam hal ini Polonium-210 sangat berbahaya untuk ditangani meski hanya sejumlah milligram atau mikrogram. Sehingga diperlukan peralatan khusus dan kontrol yang ketat untuk menanganinya.
• Batas penyerapan polonium maksimum lewat jalan pernafasan yang masih diizinkan hanya 0.03 mikrocurie, yang sebanding dengan berat hanya 6.8 x 10-12 gram. Tingkat toksisitas polonium ini sekitar 2.5 x 1011 kali dari pada asam sianida. Sedangkan konsentrasi senyawa polonium yang terlarut yang masih diizinkan adalah maksimal 2 x 10-11 mikrocurie/cm3.

3. Oksigen

• 11. 2.2. Kelimpahan Oksigen di Alam A. Keberadaan Oksigen Oksigen merupakan unsur yang paling banyak di bumi dan merupakan elemen paling penting dalam kehidupan. Semua makhluk hidup membutuhkan oksigen untuk proses respirasi (pernapasan). Oksigen terdapat di alam dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa. Dalam keadaan bebas di alam, oksigen mempunyai dua alotropi, yaitu gas oksigen (O2) dan gas ozon (O3). Kelimpahan oksigen di alam ± 20% dan dalam air ± 5%. Unsur oksigen mudah bereaksi dengan semua unsur, kecuali dengan gas mulia ringan. Gas oksigen tidak berwarna (oksigen padat/cair/lapisan tebal oksigen berwarna biru muda), tidak berbau, dan tidak berasa sehingga tidak terdeteksi oleh panca indra kita. Oksigen mengembun pada –183 °C dan membeku pada –218,4 °C. Oksigen merupakan oksidator yang dapat mengoksidasi logam maupun nonlogam.
• 12. B. Sifat-sifat oksigen Simbol Nomor atom Massa atom relatif Titik lebur Titik didih Densitas (gas) Densitas (cair) Bilangan oksidasi :O :8 : 15,99999 gram/mol : -218,4 oC : -182,96 oC : 1,429 gram/ liter : 1,14 gram/liter (-182,96oC) : +2
• 13. C. Kegunaan Oksigen Gas oksigen digunakan untuk pernapasan semua makhluk hidup. Gas oksigen diperlukan untuk proses pembakaran. Pada industri kimia, oksigen digunakan sebagai oksidator untuk membuat senyawa-senyawa kimia. Oksigen cair digunakan untuk bahan bakar roket. Campuran gas oksigen dan hidrogen digunakan sebagai bahan bakar pesawat ruang angkasa (sel bahan bakar). Bersama dengan asetilena digunakan untuk mengelas baja. Dalam industri baja digunakan untuk mengurangi kadar karbon dalam besi gubal.
• 14. D. Pembuatan Oksigen. Secara industri, dengan proses pemisahan kriogenik distilasi udara akan diperoleh oksigen dengan kemurnian 99,5%, sedangkan dengan proses adsorpsi vakum akan diperoleh oksigen dengan kemurnian 90 – 93% (Kirk – Othmer, vol. 17). Dalam skala laboratorium, oksigen dapat diperoleh dengan cara berikut. Pemanasan campuran MnO2dan H2SO4, proses ini pertama kali diperkenalkan oleh C. W. Scheele(1771) Reaksi: MnO2(s) + H2SO4(aq) ⎯--> MnSO4(aq) + H2O(l) + O2(g) Pemanasan HgO, proses ini pertama kali diperkenalkan oleh Priesttley (1771)  Reaksi: 2HgO(s) ⎯--> 2Hg(l) + O2(g) Pemanasan peroksida  Reaksi: 2BaO2(s) ⎯--> 2BaO(s) + O2(g)

4. Belerang (S)
Sejarah
Menurut Genesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang.
Sumber
Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus.
Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
Pembuatan
Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan.
Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.
Sifat-sifat
Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial.
Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
Isotop
Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.
Senyawa-senyawa
Senyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting
Kegunaan
Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat penting.
Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik.
Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.
Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai pencemar udara.
• . PEMBUATANBelerang yang terdapat pada batuan dapat di peroleh melalui proses frasch.Ke dalam batuan yang mengandung belerang di masukan 3 buah pipa yang diameternya berbeda. Pada pipa yang besar di alirkan uap air bertekanantinggi, sehingga belerang akan mencair. Pada pipa kecil dipompakan udara bertekan tinggi sehingga belerang cair akan keluar melalui pipa yang berukuran sedang. Selanjutnya belerang di biarkan beku.
• 27. KEGUNAANBelerang digunakan terutama untuk membuat asam sulfat.Selain itu juga untuk membuat gas SO2 yang bisa di pakaiuntuk mencuci bahan yang terbuat dari wol dan sutra. Padaindustri ban, belerang di gunakan untuk vulkanisasi karet yangbertujuan agar ban bertambah ketegangannya sertakekuatannya. Belerang juga dapat di gunakan dalam industriobat-obatan, bahan peledak, dan industri korek api yangmenggunakan Sb2’S3’.

5. Selen (S)
Selenium, atau sering disebut selen, adalah unsur kimia dengan nomor atom 34. Selenium bersifat non-logam, dan memiliki kemiripan sifat dengan sulfur dan tellurium. Selenium jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Selenium dapat ditemukan dalam bijih sulfida seperti pirit. Selenium digunakan dalam pembuatan kaca dan dulu digunakan sebagai semikonduktor (yang sekarang digantikan oleh silikon). Selenium adalah sebuah mikronutrien penting yang diperlukan oleh tubuh manusia. Dalam tumbuhan, selenium terkadang digunakan untuk mempertahankan diri dari herbivora. Beberapa tanaman dapat digunakan sebagai indikator selenium, seperti tanaman dalam genus Stanleya dan Astragalus.

Selenium merupakan unsur gizi yang sangat penting bagi tubuh agar vitamin E berfungsi dengan baik. Jika diserap dalam jumlah cukup, selen memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Membantu kerja vitamin E sebagai antioksidan (selen memiliki efek antioksidan 500x vitamin E)
2. Menurunkan resiko terkena kanker. Dengan kemampuan antioksidant, selen dapat menangkal radikal bebas. Selain itu, selen juga dapat memperlambat pertumbuhan tumor dengan meningkatkan aktivitas sel imun dan menahan pembentukan pembuluh darah menuju tumor.
3. Meningkatkan fungsi seksual
4. Mengeluarkan logam berat dari dalam tubuh
Selenium bersifat toksik apabila dikonsumsi berlebihan. Pada hewan domestik, kelebihan selen dapat menyebabkan “penyakit alkali”, yaitu kerusakan tulang dan kuku akibat penyerapan selenium dalam jumlah banyak. Pada manusia, kelebihan selen dapat memicu terjadinya “selenosis” dengan gejala kerusakan pencernaan dan saraf.
Kekurangan selen dapat menurunkan daya kerja vitamin E hingga 50%. Penurunan daya kerja vitamin E dapat memicu penyakit yang lainnya seperti, myoglobinuria, atau kencing berwarna merah darah akibat mioglobin dalam otot melebur dalam darah.

Nama Kelompok:
1. Nurun Nafiatun Mala Niken
2. Nyla Gustina Anggraini
3. Qurotul Ayuni
4. Rara Adelina
5. Regar Hidayat
 
No Komen : 18
lilin ernawati :: 08-11-2013 12:26:08
Nama kelompok:
1. Jabo malarangang
2. Johan saifudin
3. Khoinatul a’yun
4. Lilin ernawati
5. Lutfi ngadimatur rohmah

Kegunaan Karbon
Karbon menjadi unsur yang memiliki banyak manfaat didunia ini. Berbagai macam aplikasinya baik dalam bentuk senyawaan maupun dalam bentuk unsur memiliki banyak manfaat. Untuk karbon dalam bentuk senyawaan adalah sebagai sumber makanan untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi, kita tahu bahwa berbagai mcam makanan yang kita konsumsi adalah tersusun atas karbon
Kegunaan Silikon
Silikon adalah salah satu unsur yang berguna bagi manusia. Dalam bentuknya sebagai pasir dan tanah liat, dapat digunakan untuk membuat bahan bangunana seperti batu bata. Ia juga berguna sebagai bahan tungku pemanas dan dalam bentuk silikat ia digunakan untuk membuat enamels (tambalan gigi), pot-pot tanah liat, dsb. Silika sebagai pasir merupakan bahan utama gelas Gelas dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan digunakan sebagai wadah, jendela, insulator,dan aplikasi-aplikasi lainnya. Silikon tetraklorida dapat digunakan sebagai gelas iridize.

Kegunaan Germanium
Kegunaan umum germanium adalah sebagai bahan semikonduktor. Kegunaan lain unsur ini adalah sebagai bahan pencampur logam, sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barang-baran optik lainnya, termasuk pendeteksi infra merah yang sensitif. Index refraksi yang tinggi dan sifat dispersi oksidanya telah membuat germanium sangat berguna sebagai lensa kamera wide-angle danmicroscope objectives.

Kegunaan Timah
Selain dimanfaatkan secara tunggal maupun sebagai paduan logam dengan logam lain terutama dengan logam tembaga. Logam timah juga sering dipakai sebagai container dalam berbagai macam industry, contohnya adalah:
-Pewter, campuran 85-99% timah, tembaga antimony,bismuth, dan timbale yang digunakan untuk vas dll.
-Bronze , campuran 12% timah dan tembaga.
-Fosfor bronze, campuran bronze yang ditambahkan unsure fosfor.

Kegunaan Timbal

- Timbale digunakan pada accu dimana accu ini banyak dipakai dalam bidang automotif.
- Tmbal banyak dipakai untuk elektroda pada peralatan elektrolisis.
- Timbale ditambahkan pada bahan yang terbuat dari kuningan.
- Timbale memiliki sifat tahan korosi maka dipakai dalam bidang kontruksi.


Kelimpahan Golongan IVA, 4A, Unsur Karbon


Karbon terdapat di alam dalam keadaan bebas seperti intan dan grafit. Adapun dalam keadaan ikatan sebagai bahan bakar mineral, antrasit, batu bara, batu bara muda, dan sebagai minyak tanah, aspal, gas CO2, dan CaCO3.


Karbon di alam juga terdapat sebagai hasil pembuatan arang amorf, misalkan kokas dari penyulingan kering batu bara, arang kayu dari pembakaran kayu. Karbon amorf sesungguhnya adalah grafit yang hablur-hablurnya sangat halus.



 
No Komen : 17
Ahmad Arika Hudaya :: 08-11-2013 12:16:32
Kelompok 1:
1.Ahmad Arika Hudaya
2.Ahmad Diva Bina Sabda
3.Anang Sutra Ilham
4.Arinsi Gita Nadia
5.Badriatul Chariroh


KELIMPAHAN ALKALI DAN KEGUNAANYA DALAM KE HIDUPAN SEHARI-HARI
1. NaCl : bahan pengawet dan pembuatan senyawa yang lain.
2. NaOH (soda api) : pembuatan senyawa lain, bahan baku pembuatan sabun dan deterjen, dalam industri kertas, rayon dan serat.
3. Na2CO3 (soda) : dalam industri kaca, kertas, detergen, untuk proteksi logam dan menurunkan kesadahan air.
4. NaHCO3 (soda kue) : dalam pembuatan roti, menghilangkan bau tengik pada mentega, menghilangkan gom pada sutera, menghilangkan lilin dan lemak pada bulu wol, dan campuran bahan pemadam kebakaran.
5. NaCN :untuk ekstraksi emas dan untuk mengeraskan baja.
6. NaNO2: untuk bahan pengawet.
7. NaHSO3: untuk proses pembuatan pulp.
8. Na2SiO3: untuk bahan perekat atau pengisi dalam industri kertas (karton) dan sebagai bahan pengisi pada industri sabun.
9. Natrium tiosulfat (Na2S2O3): larutan pencuci (hipo) dalam fotografi.
10. Na3AlF6: pelarut dalam sintesis logam alumunium.
11. Natrium Karbonat (Na2CO3) dinamakan juga soda abu: digunakan dalam industri pembuatan kertas, industri kaca, industri deterjen, bahan pelunak air (menghilangkan kesadahan pada air).
12. Natrium Bikarbonat (NaHCO3) disebut juga soda kue: Kegunaannya sebagai bahan pengembang pada pembuatan kue.
13. Natrium nitrit (NaNO2): pembuatan zat warna (proses diazotasi), pencegahan korosi.
14. Natrium sulfat (Na2SO4) atau garam Glauber : obat pencahar (cuci perut), zat pengering untuk senyawa organik.
15. Natrium sulfat dekahidrat (Na2SO4.10H2O) atau garam glauber: digunakan oleh industri pembuat kaca.
16. Na3Pb8 : sebagai pengisi lampu Natrium.
17. Natrium peroksida (Na2O2): pemutih makanan.
18. Na-benzoat: zat pengawet makanan dalam kaleng, obat rematik.
19. Na-sitrat: zat anti beku darah.
20. Na-salsilat: obat antipiretik (penurun panas
21. Na-glutamat: penyedap masakan (vetsin).
22. Kalium oksida (KO2): digunakan sebagai konverter CO2 pada alat bantuan pernafasan. Gas CO2 yang dihembuskan masuk kedalam alat dan bereaksi dengan KO2 menghasilkan O2
23. KOH : digunakan pada industri sabun lunak atau lembek.
24. KCl dan K2SO4 digunakan: untuk pupuk pada tanaman.
25. KNO3 digunakan sebagai: komponen esensial dari bahan peledak, petasan dan kembang api.
26. KClO3 digunakan: untuk pembuatan korek api, bahan peledak, dan mercon. KClO3 dapat juga digunakan sebagai bahan pembuat gas Cl2, apabila direaksikan dengan larutan HCl pada laboratorium.
27. Kalium hidroksida (KOH) : bahan pembuat sabun mandi, elektrolit batu baterai batu alkali
28. K2Cr2O7: zat pengoksidasi (oksidator)
29. KMnO4: zat pengoksidasi, zat desinfektan
30. Litium : digunakan untuk membuat baterai.
31. Rubidium (Rb) dan Cesium (Cs) digunakan: sebagai permukaan peka cahaya dalam sel fotolistrik yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik.
32. Li2CO3: digunakan untuk pembuatan beberapa jenis peralatan gelas dan keramik.
 
No Komen : 16
Diah Amelia Risky :: 08-11-2013 11:31:42
Nama : 1. Desy Venika sari
2. Deviana Mara Baradita
3. Diah Amelia Risky
4. Dino Cahyo Nugroho
5. Disma Aringga

Kegunaan alkali tanah (Golongan IIA) dan senyawanya
Logam alkali tanah yang paling luas penggunaannya adalah magnesium (Mg) dan Berillium (Be), sedangkan logam kalsium (Ca), stronsium (Sr), dan barium (Ba) sangat terbatas penggunaannya.
• Beberapa kegunaan logam magnesium :
a. Untuk membuat aliasi logam magnesium dengan alumunium yang disebut dengan magnalium, memiliki sifat kuat dan ringan. Karena sifatnya tersebut magnalium digunakan pada konstruksi pesawat udara dan peralatan rumah tangga.
b. Sebagai reduktor pada penyediaan logam berilium dan uraium.
c. Pencegah korosi pada pipa besi dalam tanah atau dinding kapal laut.
d. Dalam bidang fotografi memerlukan lampu kilat dapat menggunakan kawat magnesium dalam oksigen, karena pembakaran magnesium akan menghasilkan cahaya yang menyilaukan.
• Beberapa kegunaan logam berillium :
a. Untuk membuat aliansi berillium dan tembaga yang bersifat keras seperti baja dan tidak menimbulkan nyala api jika tersentuh aliran listrik. Misalnya peralatan obeng, kunci pas, dan sebagainya.
b. Karena sangat ringannya logam beryllium dipakai sebagai kerangka rudal (Missile) dan pesawatruang angkasa.
c. Aebagai moderator neutron pada reactor nuklir.
d. Sebagai jendela tabung sinar X, karena Be transparan terhadap sinar X.
• Senyawa kalsium dalam batu kapur juga banyak kegunaannya, antara lain :
Untuk bahan-bahan bangunan, pembuatan semen, pengolahan besi, bahan campuran gelas, bahan baku CaO dan Ca(OH)2. CaO dikenal sebagai kapur tohor, dan jika dicampurkan dengan air akan menghasilkan air kapur (Ca(OH)2). Karena harganya yang murah, Ca(OH)2 banyak digunakan dalam bidang industry, pemurnian gula pasir, penetralan keasaman tanah, dan pengolahan air limbah industi.


Kegunaan senyawa alkali lain :

1. MgCO3 :Bahan cat, campuran asbes untuk menyalut pipa panas.
2. MgSO4 : garam inggris, obat pencahar usus, penawar keracunan barlum, pupuk bagi tanaman, dan zat tambahan ternak.
3. Mg(OH)2 : obat maag/antasida dan warna nyala putih pada kembang api.
4. CaSO4 : zat pengering, cat dan plaster, gips (penyambung tulang), pembuatan keramik dan warna nyala orange pada kembang api.
5. CaCl2 : zat pengering, serbuk pencair salju di jalan raya.
6. Ca(OCl)2 : kaporit dan desinfektan.
7. Ca(H2PO4)2 : pupuk superfosfat (TSP).
8. SrSO4 : bahan cat
9. Sr(NO3)2 : sumber nyala merah pada korek/kembang api.
10. Ba(NO3)2 : sumber nyala hijau pada korek/kembang api.
11. BaSO4 : bahan cat
12. BaCl : bahan penyamak kulit dan racun tikus.


 
No Komen : 15
ika wahyu ningrum :: 08-11-2013 10:55:52
Kelimpahan Alam Golongan 3 A
Boron yang tidak murni digunakan pada pertunjukan kembang api untuk memberikan warna hijau dan dalam roket sebagai pemicu. Na2B4O75H2O. Pentrahidra ini digunakan dalam jumlah yang banyak dalam pembuatan serat gelas yang dijadikan insulasi (insulation fiberglass) dan pemutih sodium perborat (sodium perborate bleach). Asam borik digunakan dalam produk tekstil. Senyawa-senyawa boron lainnya digunakan dalam pembuatan kaca borosilica dan dalam penyembuhan arthritis.
Aluminium banyak digunakan untuk alat-alat dapur, mobil , pesawat terbang , dan tutup kaleng.
1. Campuran Al dan Fe2O3 ( termit ) digunakan untuk mengelas logam. Tawas digunakan untuk menjernihkan air.
2. Al2 ( So4 )3 . 17 H2O ) digunakan dalam proses pewarnaan di industri tekstil dan digunakan di industri kertas.
3. Al (OH)3 digunakan sebagai obat maag untuk mengatasi asam lambung.
4. Aluminiunm oksida (Al2O3) digunakan untuk menggosok besi disebut amril.
5. H3BO3 banyak dipakai dalam pabrik kaca dan email juga dapat digunakan untuk mengikat kapur dalam kilit.
6. Natrium perborat (NaBO3 . 4H2O) digunaka sebagai pemucat dalam beberapa macam serbuk sabun.
7. Boraks (Na2B4O7 . 10H2O) yang sering disalahgunakan untuk campuran makanan seperti bakso. Sebenarnya boraks digunakan sebagai pengenyal dan digunakan sebagai pengawet kayu dan bahan solder.
8. Aluminium sulfat (Al2(SO4)3 digunakan dalam industri kertas dan mordan (pengikat dal pencelupan).
9. Alum atau tawas, (Kal(SO4)2, 12H2O merupakan garam rangkap K2SO4. Al2(SO4)3, 24H2O digunakan untuk mengendapkan kotoran pada pembersian air
10. Zeolit atau permutit (Na2O, Al2O. 2 SiO2O) digunakan untuk air sadah.
. Kegunaan logam Galium
• semikonduktor, terutama dalam bioda pemancar cahaya
• menjadi alloy
Kegunaan logam Indium
• Untuk industri layar datar (flat monitor).
• Sebagai campuran logam.
• Sebagai batang control dalam reactor atom.
• Senyawa Indium (In) tertentu merupakan bahan semikonduktor yang mempunyai karakteristik unik.
Kegunaan logam Talium
• Beberapa jenis reaksi gelombang dimanfaatkan dalam system komunikasi militer.
• Talium sulfat, yang tak berwarna, tak berasa, dan sangat beracun sebagai obat pembasmi hama.
• Talium yang dihasilkan dari kristal natrium iodida dalam tabung photomultiplier digunakan pada alat pendeteksi radiasi sinar gamma.
• Kristal talium bromoiodide untuk memancarkan radiasi inframerah dan kristal talium oksisulfida untuk mendeteksi campuran talium dengan raksa membentuk cairan logam yang membeku, pada suhu -60 0C digunakan untuk membuat thermometer suhu rendah dan RELAY.
• Dipakai dalam pembuatan roket dan kembang api.



Nama kelompok:
1. Eko adi prasetyo
2. Ela desi kurniawati
3. Ghalich frizay anggara
4. Hadiyati mufida
5. Ika wahyu ningrum

 
No Komen : 14
Tri Yuli Eka Riyatin :: 08-11-2013 10:49:38
Kelompok 8:
1.Tri yuli eka riyatin
2.Ulfi novita sari
3.Via agustina
4.Yesi ratna agustin
5.Yurike prastika
6.eli desi kurniasari

GOLONGAN VIII A (GAS MULIA)
KEGUNAAN GAS MULIA
1.Helium(He)
a.Sebagai pengisi balon udara. Hal ini karena gas helium memiliki sifat inertdan masa yang sangat ringan.
b.Sebagai campuran pada tabung oksigen untuk para penyelam dengan perbandingan 80:20.
c.Pengelas logam aluminium, dengan tujuan agar logam aluminiumtidak teroksidasi.
2.Neon(Ne)
a.Sebagai pengisi lampu berwarna,untuk tabung televisi.
b.Sebagai cairan pendingin reaksi nuklir yang ekonomis.
c.Untuk membuat indikator tegangan tinggi, penangkal petir dan pengisi gas pada tabung lase gas.
3.Argon(Ar)
a.Sebagai pengisi bara lampu listrik.
b.Pengelasan logam.
4.Kripton(Kr)
a.Pembuat lampu dengan nyala yang sangat terang(misalnya untuk menerangi landasan pacu di bandara).
b.Spektrum atom kripton dipakai sebagai standart untuk menetapkan ukuran panjang satuan meter.
c.Dalam lampu kilat foto untuk fotografi kecepatan tinggi.
5.Xenon(Xe)
a.Lampu reklame menghasilkan warna biru.
b.Sebaai pembius, karena memiliki sifat anestetika(pemati rasa).
c.Dalam pembuatan tabung elekton.
6.Radon(Rn)
a.Sebagai sumber terapi radiasi bagi penderita kanker.


 
No Komen : 13
Magoh Sie A :: 05-11-2013 12:56:23
nama kelompok:
1.Safariyatul marfu`ah
2.Sidik Fadli
3.Siti Masita
4.Siti Munawwaroh
5.teguh Wahyu Susanto

A.Definisi Halogen
Salah satu golongan penting dalam susunan berkala unsur adalah golongan VIIA yang diberi nama “halogen”. Golongan VIIA perlu untuk diingat atau dihapal karena merupakan unsur-unsur yang banyak membentuk persenyawaan di alam atau senyawa di laboratorium.
Halogen memiliki arti “pembentuk garam”.Di alam unsur-unsur ini banyak ditemukan dalam bentuk garam.
Unsur-unsur halogen semuanya berwarna, pada suhu kamar mempunyai wujud yang berbeda-beda.
Dengan tujuh elektron pada kulit terluar, menyebabkan halogen sangat reaktif sehingga di alam selalu ada dalam bentuk persenyawaan.

B. Kelimpahan unsur halogen di alam
Pada umumnya halogen di alam dijumpai dalam bentuk senyawa halida. Flourin ditemukan dalam mineral-mineral pada kulit bumi : Flourspar (CaF2) dan kriolit (Na3AlF6­). Klorin, bromin dan iodin terkandung pada air laut dalam bentuk garam-garam halida dari natrium, magnesium, kalium dan kalsium. Garam halida yang paling banyak adalah NaCl, meliputi 2,8% berat air laut. Jika ditinjau dari harga kemolaran, banyaknya ion halida pada air laut : 0,53 M Cl‾, 8 x 10‾4 M Br‾, 5 x 10‾7 M I‾.
Di daerah Chili, Amerika serikat, iodin ditemukan dalam jumlah berlimpah sebagai garam natrium iodat (NaIO3). Beberapa sumber air di negara kita ternyata mengandung natrium iodida (NaI) dalam kadar yang cukup tinggi, misalnya di Watudakon (Mojokerto). Beberapa jenis lumut dan ganggang laut mengandung senyawa iodin. Unsur astatin tidak dijumpai di alam, sebab bersifat radioaktif.
Ion klorida merupakan anion terbanyak yang dikandung oleh plasma darah, cairan tubuh, air susu, air mata, air ludah dan cairan eksresi. Juga getah lambung mengandung 0,37% HCl untuk membantu pencernaan makanan.
Ion iodida dikandung oleh kelenjar tiroid dan merupakan komponen yang diperlukan untuk membuat hormon tiroksin C15H11O4NI4). Ion flourida diperlukan untuk mencegah kerusakan gigi, sebab F‾ merupakan komponen pembuat bahan perekat Fluoroapatit [Ca5­(PO4)3F)] yang tedapat pada lapisan email gigi kita.

C.Keberadaan Halogen di alam
-Flour;Tidak pernah ditemukan sebagai gas bebas, tetapi selalu dalam bentuk
senyawa fluorida, terutama sebagai
fluorspar (atau fluorit, kalsium
difluoride, CaF2), kriolit (Na2AlF6), dan banyak mineral lain

-Klorida: Tidak pernah ditemukan sebagai gas bebas . Terutama ditemukan sebagai batuan garam, misalnya halit (NaCl), karnallit (KMgCl3.6H2O),dan silvit(KCl)

-Brom:Tidak pernah ditemukan sebagai unsur bebas, tetapi selalu dalam bentuk
bromida. Sumber yang umum adalah
natural brines dan sedikit mineral
dengan bromida tinggi.

-Iod:Tidak pernah ditemukan sebagai unsur bebas, tetapi sebagai iodida dan
iodat. Brines sering mengandung sedikit iodida. Rumput laut berwarna coklat juga mengandung iodine. Contoh mineral iodat : Bellingerit(Hydrated Copper Iodate),Bruggenit(Hydrated Calcium Iodate), Lautarit(Calcium Iodate),Salesit (Copper Iodate Hydroxide),Schwartzembergit
(Lead Iodate Oxide Chloride Hydroxide)

D.Kegunaan unsur Halogen
-Flour:•
•Fluorin dan senyawanya digunakan untuk memproduksi isotop
uranium (dari UF6)
•HF untuk membersihkan
•fluorokloro hidrokarbon
untuk AC dan kulkas
•sejumlah kecil fluorida dalam
sumber air dapat mencegah
kerusakan gigi

-Klor:
•secara luas digunakan dalam produksi
kertas, zat warna, tekstil,
produk minyak bumi, obat-obatan,
antiseptik, insektisida, solven,
cat, plastik, dll

-Brom:
•untuk memproduksi senyawa anti kebakaran, senyawa penjernih
air, zat warna, obat-obatan, pestisida, dan bromida anorganik(AgBr) untuk fotografi

-Iod:
•iodida dan thyroxin untuk obat-obata
n, larutan KI dan iodin dalam
alkohol untuk obat antifeksi pada lu
ka luar, AgI untuk fotografi,nutrisi

E.Sifat fisik Golongan VIIA
Semakin ke bawah titik didih dan titik lelehnya akan semakin tinggi. Kecuali pada HF, yang mempunyai titik didih tertinggi karena adanya ikatan hidrogen
Berdasarkan berat jenis brom dan iod jauh lebih besar daripada fluor dan klor sebab:
F dan Cl berwujud gas
Br berwujud cair
I berwujud padat
Semua halogen mempunyai bau yang menyengat.
Dalam suatu golongan, semakin ke bawah, kelarutan halogen dalam air semakin berkurang
Contoh:
F tidak dapat disimpan dalam air karena mengoksidasi air.
I sukar larut dalam air. Maka,ditambahkan garam KI dalam air untuk memudahkan yodium larut dalam air.
 
No Komen : 12
Nurul Habibah :: 05-11-2013 09:44:07
Nama Anggota : 1.M. Danu Tirto
2.Nella Agustina
3.Nihayatun Nikmah
4.Nikmatus Sangadah
5.Nurul Habibah

GOLONGAN VA

NITROGEN (N)
Nitrogen terdapat di udara kira-kira 78,09% persen dari atmosfir bumi dan terdapat dalam banyak jaringan hidup. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa dan merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Nitrogen membentuk banyak senyawa penting seperti asam amino, amoniak, asam nitrat, dan sianida (Shinta, 2011).
ISOLASI NITROGEN
a. Distilasi udara cair
b. Memanaskan amoniak nitrat pekat:
NH4NO2(aq) --> N2(g) + H2O(l)
c. Memanaskan ammonium dikromat :
(NH4)2Cr2O7(s) --> Cr2O7(s) + H2O + N2(g)
FOSFORUS (P)
Fosfor di alam terdapat di kulit bumi dalam senyawa yang pada umumnya senyawa fosfat. Sumber utama senyawa fosfat terdapat pada batu karang fosfat, yaitu (CaF23Ca3(PO4)2) dan fosforit yang penyusun utamanya adalah kalsium fosfat, (Ca3(PO4)2 (Anonymonus1, 2010).
Fosfor dapat berada dalam empat bentuk atau lebih alotrop: putih (atau kuning), merah, dan hitam (atau ungu). Yang paling umum adalah fosforus merah dan putih, keduanya berbentuk tetrahedral. Fosfor putih terbakar ketika bersentuhan dengan udara dan dapat berubah menjadi fosfor merah ketika terkena panas atau cahaya. Alotrop fosfor hitam mempunyai struktur seperti grafit – atom-atom tersusun dalam lapisan-lapisan heksagonal yang menghantarkan listrik (Anonymous2, 2011).
ISOLASI FOSFOR
Fosfor putih : 2 Ca5(PO4)3 + 6 SiO2 + 10 C --> 6 CaSiO3 + 10 CO + P4 (1500oC)
Fosfor merah : memanaskan fosfor putih pada 300oC dalam vakum
Fosfor hitam : memanaskan fosfor putih pada temperatur dan tekanan tinggi
ARSEN (As)
Arsen merupakan unsur yang melimpah secara alami di alam. Arsen jarang ditemukan dalam bentuk unsur karena arsen biasanya membentuk berbagai macam senyawa kompleks, bisa berupa trivalen (As+3) atau pentavalen (As+5). Pada umumnya, As+3 berupa As-anorganik, seperti senyawa As-pentoksida, asam arsenat, Pb-arsenat, dan Ca-arsenat. Arsen juga terdapat di dalam tubuh mahluk hidup, baik hewan maupun tanaman dan bergabung dengan hidrogen atau karbon membentuk As-organik. Kerang dikenal sebagai hewan dengan kadar arsen organik tinggi.
Arsen biasa ditemukan di dalam kerak bumi yaitu pada batuan sedimen dan beku yang terdistribusi sebagai mineral. Kadar As tertinggi dalam bentuk arsenida dari timah hitam, perak dan bentuk sulfida dari emas. Mineral lain yang mengandung arsen adalah arsenopirit (FeAsS), realgar (As4S4), dan orpiment (As2S3). Kandungan arsen di bumi antara 1,5-2 mg/kg (Anonymous3, 2010).
ISOLASI ARSEN
Arsen dapat dibuat melalui isolasi. Namun, proses isolasi yang dilakukan di dalam laboratorium tidak terlalu diperlukan karena pada realitanya arsen terdapat di alam dalam jumlah melimpah. Dalam proses isolasi, arsen dibuat pada skala industri dengan pemanasan mineral yang tepat dan sesuai, tanpa adanya udara dalam proses tersebut (keadaan vakum). Hasilnya, arsen akan dikeluarkan dalam kondisi kental terpisah dari senyawaan asalnya sebagai zat padat.
Berikut ini persamaan reaksi yang terjadi pada proses isolasi arsen yang dibuat dari senyawa FeAsS dan dipanaskan pada suhu 700°C:
FeAsS (s) → FeS (s) + As(g) → As(s)
ANTIMON (Sb)
ISOLASI ANTIMON
Sb2S3 digosokkan dengan logam besi (Fe) sehingga sulfidannya akan ebreaksi dengan besi :
Sb2S3 + 3Fe --> 2Sb + 3FeS
Selain itu dapat digunakan cara lain yaitu mineral antimony dipanaskan sehingga membentuk oksida Sb2O3 yang akan direaksikan dengan arang :
Sb2O3 + 3C --> 4Sb + 3CO2
BISIMUT (Bi)
Di dalam kulit bumi, bismut kira-kira 2 kali lebih berlimpah dari pada emas.Biasanya tidak ekonomis bila menjadikannya sebagai tambang utama.Melainkan biasanya diproduksi sebagai sampingan pemrosesan biji logam lainnya misalnya timbal, tungsten dan campuran logam lainnya (.
ISOLASI BISMUT
Diproduksi sebagai hasil samping industry Cu, Pb, Sn, Au, dan Zn dengan tahap akhir melibatkan reduksi oksida bismuth dengan arang.


 
No Komen : 11
nurun nafiatul mala niken :: 04-11-2013 19:57:53
nama anggota kelompok:
1. nurul nafiatun mala niken
2. nyla agustina
3. qurothul ayuni
4. rara adelina
5. regar wahyu hidayat
Unsur-Unsur Golongan VI A

Berdasarkan sifatnya, Oksigen, Sulfur dan Selenium bersifat non logam. Telurium bersifat semi logam, sedangkan Polonium menunjukkan sifat logam dan juga bersifat radioaktif. Perubahan sifat ini yang menyebabkan titik leleh cenderung meningkat dari atas ke bawah meskipun tidak teratur. Kecuali Oksigen, unsur-unsur segolongannya mempunyai bilangan oksidasi genap +6, +4, +2, -2 dan membentuk ikatan kovalen.
Jika membentuk ikatan dengan unsur yang sangat elektronegatif, kesemua unsur bertindak sebagai ion positif, dalam hal ini, Oksigen hanya dapat berikatan dengan Fluorin, membentuk OF2 karena tidak adalagi unsur lain yang lebih elektronegatif dibanding Oksigen.
Unsur Golongan VI A
Sifat-sifat unsur yang masuk pada golongan VI A (O, S, Se, Te, Po) adalah sebagai berikut :
• Dapat membentuk anion X2- dengan kecenderungan semakin ke bawah semakin sulit.
• Kecuali O, dapat membentuk ikatan tetravalen atau heksavalen.
• Dapat berikatan dengan F dengan membentuk XF6 dengan kecenderungan semakin ke bawah semakin sulit.
• Dapat membentuk asam lemah dengan berikatan dengan hidrogen dengan kecenderungan semakin ke bawah semakin kuat.
• Kecuali H2O, senyawa H2X bersifat racun dan berbau tak sedap.
• Kecuali Te2O, senyawa H2X larut dalam air.

KELIMPAHAN UNSUR KIMIA GOLONGAN VIA

A. Kelimpahan Oksigen

Ada sebuah joke yang pernah daku baca dalam buku cabe rawit. Oksigen ditemukan tahun 1774 oleh Priestley, lalu sebelum itu manusia menghirup apa? Menurut daku, yang pertama menemukan oksigen adalah Bakteri.
Ada banyak hal yang bisa kita tanyakan kepada seekor bakteri yang sedang brsantai di pinggiran karang. Mengapa oksigen bisa muncul? Dari mana datangnya? Dari air. Sebelum adanya air? Dari hujan kosmik. Ingatkah anda saat bumi baru saja lahir? Benda-benda langit begitu kacaunya sehingga planetoid berjatuhan ke bumi. Batuan-batuan angkasa ini memiliki kandungan oksigen di dalamnya yang kemudian bercampur dengan hidrogen yang begitu melimpah ruah di antariksa. Batu-batu ini bisa berasal dari tata surya, bisa berasal dari bintang lain, bahkan bisa berasal dari galaksi lain. Mereka tercipta dari inti bintang yang meledak karena terlalu tua. Ledakan ini bernama supernova. Dan karena inti bintang mengandung oksigen maka letusannyapun mengandung oksigen.
Kenapa oksigen ada di inti bintang? Di dalam inti bintang terjadi reaksi nuklir yang merubah hidrogen menjadi unsur berat. Dalam tabel berkala unsur-unsur, hidrogen adalah atom paling sederhana karena memiliki satu partikel penyusun nukleus. Tekanan dan suhu luar biasa tinggi di inti bintang, memaksa atom-atom hidrogen untuk bergabung menjadi atom-atom berat. Bila atom ini mengandung dua partikel penyusun nukleus, maka ia disebut helium. Bila mencapai delapan, ia disebut oksigen. Atom-atom berat ini tidak selalu berada di inti bintang, ia bisa terdepak keluar karena arus konveksi yang bergejolak. Sebagian tentu tetap mengendap dan berproses lebih jauh. Hingga nukleus atom terberat yang mungkin tercipta, yaitu besi. Setelah inti dipenuhi besi, inti bintang tidak mampu lagi mengubahnya dan akhirnya meledak. Letusan akbar tercipta. Bagian bintang yang terlempar ini mendingin seiring menjauhnya ia dari asalnya. Mendingin terus dan akhirnya menjadi padat. Menjadi batuan-batuan yang akhirnya jatuh ke bumi. Mengantarkan oksigen yang tercampur karbon dan hidrogen ke daratan dan lautan lahar.
Kitapun menarik lapas lega karena pertanyaan kita terjawab. Dan nafas yang kita tarik benar-benar lega karena oksigen telah benar-benar penuh mengisi atmosfer, dua setengah miliar tahun setelah penciptaan bumi.
Oksigen banyak terdapat di alam, kandunganya di udara sekitar 21%. Di atmosfer , terdapt oksigen dalam bentuk melekul diatomik (O2). Adapun okigen yang terletak di atas lapisan atmosfer terdapat dalam bentuk monoatomik (O) dan triatomik (O3). Gejala perubahan bentuk melekul ini disebut alotropi, berasal dari bahasa yunani, allos dan tropos, yang berarti cara lain.
1. Gas Oksigen
Gas oksigen bersifat tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa serta memiliki titik didih -183oC dan titik beku -218,4oC. Dengan pengaruh tekanan yang besar (135 atm), oksigen dapat disimpan dalam tabung yang terbuat dari baja. Gas oksigen bersifat nonpolar, tetapi dapat larit dalam air. Gas oksigen terlarut ini sangat penting bagi kehidupan organisme yang hidup dalam air, misalnya ikan.
2. Gas Ozon
Oson merupakan alotropi oksigen. Ozon terbentuk dari gas oksigen yang melewati aliran listrik atau terkena kilat di udara.
3O2(g) → 2O3(g)
3. Senyawa Oksigen
Air (H2O) merupakan senyawa yang mengandung atom oksigen dan nitrogen yang sangat berperan dalam kehidupan.
Air merupakan senyawa yang paling banyak terdapat di alam sehingga unsur oksigen pun merupakan unsur yang paling banyak di alam, yaitu 58,4% (terdapat di kerak bumi, atmosfer dan larutan). Senyawa lain yang mengandung larutan yaitu: silikat (SiO2), kapur (CaO), dan garam seperti: garam karbonat, sulfat, nitrat, atau fosfat. Selain itu, oksigen juga terdapat dalam senyawa organik, seperti: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan hormon.
B. Kelimpahan Belerang (S)
Nama Belerang berasal dari nama latin sulphurium, yang artinya Batu Belerang. Belerang
(Sulfur) merupakan unsur periode ke-3 yang terdapat di Alam dalam keadaan bebas, maupun dalam bentuk senyawanya. Dalam keadaan bebas Umumya belerang terdapat dalam gunung berapi. Adapun dalam bentuk senyawanya, Belerang ditemukan dalam bentuk mineral sulfida, seperti besi sulfida (FeS2), gips (CaSO4 . 2H2O), dan seng sulfida (ZnS). Selain itu Belerang juga terkanung dalam gas Alam, seperti H2S dan SO2.
C. Selenium
Simbol: Se
Massa Atom: 78.96
Konfigurasi Elektron: [Ar]3d10 4s24p2
Bilangan Oksidasi: -2,4,6

a. SIFAT-SIFAT SELENIUM
1. Selenium amorf bisa berwarna merah (bentuk serbuk) atau hitam (dalam bentuk seperti kaca).
2. Selenium kristal monoklinik berwarna merah tua. Sedangkan selenium kristal heksagonal, yang merupakan jenis paling stabil, berwarna abu-abu metalik.
3. Selenium menunjukkan sifat fotovoltaik dan sifat fotokondukti
b. KEGUNAAN SELENIUM
1. Digunakan dalam xerografi untuk memperbanyak salinan dokumen, surat dan lain-lain.
2. Digunakan oleh industri kaca untuk mewarnakan kaca dan untuk membuat kaca dan lapisan email gigi yang berwarna rubi.
3. Digunakan sebagai tinta fotografi dan sebagai bahan tambahan baja tahan karat.
D. Telurium
Simbol : Te
Massa atom : 127,60
Konfigurasi elektron : (Kr)4d105s25p4

a. SIFAT-SIFAT TELURIUM
1. Telurium memiliki warna putih keperak-perakan, dan dalam keadaan murninya menunjukkan kilau logam.
2. Cukup rapuh dan bisa dihaluskan dengan mudah.
3. Pada dasarnya telurium merupakan unsur yang stabil, tidak dapat larut dalam air dan dalam asam hidroklorik tetapi dapat larut dengan baik dalam asam sitrat
4. Di udara, telurium terbakar dengan nyala biru kehijau-hijauan, membentuk senyawa dioksida.
5. Telurium cair mengkorosi besi, tembaga dan baja tahan karat.

b. KEGUNAAN TELURIUM
1. Telurium memperbaiki kemampuan tembaga dan baja tahan karat untuk digunakan dalam permesinan.
2. Penambahan telurium pada timbal dapat mengurangi reaksi korosi oleh asam sulfat pada timbal, dan juga memperbaiki kekuatan dan kekerasannya.
3. Telurium digunakan sebagai komponen utama dalam sumbat peleburan, dan ditambahkan pada besi pelapis pada menara pendingin.
4. Digunakan sebagai bahan insektisida, germisida, dan fungisida.
5. Digunakan untuk memberi warna biru dalam proses pembuatan kaca.

E. POLONIUM
Polonium merupakan unsur yang terdapat dalam deretan uranium-radium yang bersifat radioaktif.
Polonium terdapat dalam kandungan biji radium dan itemukan dalam bentuk isotop yang mempunyai rentang nomor massa antara 192 sampai 218. polonium 209 atau yang disebut dengan radium-F merupakan isotop polonium alam yang mempunyai waktu paruh 138 hari.


a. SIFAT-SIFAT POLORIUM
1. Polonium 210 memiliki titik cair yang rendah, logam yang mudah menguap, dengan 50% polonium menguap di udara dalam 45 jam pada suhu 55oC
2. Energi yang dilepaskan dengan pancarannya sangat besar (140 W/gram), dengan sebuah kapsul yang mengandung setengah gram polonium mencapai suhu di atas 500oC.
3. Polonium mudah larut dalam asam encer, tapi hanya sedikit larut dalam basa.
4. Garam polonium dari asam organik terbakar dengan cepat, halida amina dapat mereduksi nya menjadi logam.
b. KEGUNAAN POLARIUM
1. Digunakan untuk menghasilkan radiasi sinar alfa
2. Digunakan pada peralatan mesin cetak dan fotografi
3. Digunakan pada alat yang dapat mengionisasi udara untuk menghilangkan akumulasi muatan -muatan listrik
4. Digunakan sebagai sumber panas yang ringan sebagai sumber energi termoelektrik ada satelit angkasa
5. Untuk menghilangkan muatan statis dalam pemintalan tekstil dan lain-lain

 
No Komen : 10
Ahmad arika hudaya :: 04-11-2013 15:14:04
nama kelompok:
1.Ahmad arika hudaya
2.Ahmad diva bina s
3.Anang sutra ilham
4.Arinsi gita nadia
5.Badriatul c


Unsur-unsur Golongan Alkali

Logam alkali adalah logam golongan IA yang terdiri dari Litium (Li), Natrium (Na), Kalium(K), Rubidium (Rb), Sesium (Cs), dan Fransium (Fr). Namun, unsur Fransium merupakan unsur yang bersifat radioaktif.

B. Sifat-sifat Unsur Golongan Alkali
Unsur logam alkali (IA) terdiri dari litium, natrium, kalium, rubidium, sesium, dan fransium. Unsur Ini mempunyai energi ionisasi paling kecil karena mempunyai konfigurasi elektron ns1. Oleh karena itu, unsur logam alkali mudah melepaskan elektron dan merupakan reduktor yang paling kuat.
Beberapa sifat fisik unsur alkali adalah logam lunak, berwarna putih mengkilap, konduktor yang baik, dan mempunyai Titik leleh yang rendah, serta ditemukan dalam bentuk garamnya. Beberapa sifat fisik logam alkali:
Selain sifat fisik, logam alkali memiliki beberapa sifat kimia antara lain, sangat reaktif, dapat membentuk senyawa basa kuat, dan mudah larut dalam air (kelarutannya semakin ke bawah semakin besar).
Reaksi-reaksi logam alkali sebagai berikut.
1. Reaksi dengan Halogen
Reaksi antara logam alkali dengan halogen berlangsung sangat cepat, membentuk halida logam.

Reaksi: 2 M(s) + X2--> 2 MX(s)
dengan: M = logam alkali (Li, Na, K, Rb, Cs)
X = halogen (F, Cl, Br, I)

Reaktifitas logam alkali semakin meningkat jika energi ionisasinya semakin berkurang, sehingga Cs > Rb > K > Na > Li
2. Reaksi dengan Hidrogen dan Nitrogen
Logam alkali bereaksi dengan gas hidrogen membentuk senyawa putih berbentuk kristal yang disebut hidrida, MH. Reaksi terjadi dengan lambat pada suhu kamar dan membutuhkan pemanasan untuk melelehkan logam alkali.

Reaksi: 2 M(s) + H2(g)-->2 MH(s)

Tidak semua logam alkali bereaksi dengan nitrogen, hanya litium yang membentuk litium nitrit (Li3N)
Reaksi: 6 Li(s) + N2(g) -->2 Li3N(s)
C. Keberadaan Unsur Golongan Alkali di Alam

1. Na, K terdapat dalam jumlah yang cukup banyak di air laut , kerak bumi, dan komponen dari tumbuh-tumbuhan.
2. Li, Rb, Cs terdapat dalam jumlah yang relatif sedikit di air laut dan kerak bumi.
3. Fr jarang ditemukan karena merupakan hasil peluruhan bahan radioaktif 227Ac dengan waktu paro 21 menit.

D. Cara Pembuatan Unsur Golongan Alkali

Reaksi pembuatan logam alkali dari senyawanya merupakan reaksi reduksi. Logam-logam alkali dapat diperoleh dari elektrolisis leburan garam-garamnya. Natrium merupakan unsur alkali dengan daya reduksi paling rendah dengan sumber utamanya adalah halit (umumnya dalam bentuk NaCl).
Pembuatan natrium dapat dilakukan dengan proses Downs, yaitu elektrolisis lelehan NaCl. Air asin yang mengandung NaCl diuapkan sampai kering kemudian padatan yang gterbentuk dihancurkan untuk kemudian dilelehkan. Sedangkan untuk mengurangi biaya pemanasan, NaCl dicampur dengan 11/2 bagian CaCl2 untuk menurunkan suhu lebur hingga 580 °C.
Pembuatan:
Logam alkali dibuat dengan elektrolisis cairan garamnya (sebagai klorida).
Reaksi : LCl(l) �� L+ + Cl–
Katode : L+ + e– �� L
Anode : 2 Cl– �� Cl2 + 2 e–


E. Kegunaan Unsur Golongan Alkali

Beberapa kegunaan atau manfaat unsur golongan alkali antara lain:
1. NaCl : garam dapur ( garam meja );pengawet makanan ; bahan baku pembuatan NaOH,Na2CO3,logam Na dan gas klorin
2. Na2CO3 : soda cuci ; pelunak kesadahan air ; zat pembersih peralatan rumah tangga ; pembuat gelas ; industri kertas ; sabun ; deterjen ; minuman botol.
3. NaHCO3 :soda kue ; campuran pada minuman dalam botol agar menghasilkan CO2 ; bahan pemadam api ; obat-obatan ; bahan pembuat kue ; sebagai larutan penyangga.
4. NaOCl :zat pengelantang untuk kain.
5. NaNO3 :pupuk ; bahan pembuatan senyawa nitrat yang lain.
6. Na2SO4 :garam glauber atau garam inggris ; obat pencahar ; zat pengering untuk senyawa organik.
7. KBr :digunakan sebagai obat penenang saraf (sedatif) ; pembuat plat fotografi
8. KIO3 :untuk campuran garam dapur
9. K2Cr2O7 :digunakan sebagai zat pengoksidasi


A. Unsur-unsur Golongan Alkali

Nama “alkali” berasal dari bahasa Arab, al-qali,yang artinya “abu”,sebab para ilmuan Muslim pada abad pertengahan mendapatkan garam-garam alkali dari abu tumbuhan laut yang dibakar. Dalam Sistem Periodik Unsur, unsur-unsur yang terletak pada golongan IA yaitu litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), sesium (Cs) dan fransium (Fr) disebut logam alkali.

B. Sifat-sifat Unsur Golongan Alkali

Berdasarkan konfigurasi elektron diketahui semua unsur alkali memiliki 1 elektron yang terletak pada kulit terluar. Persamaan ini menyebabkan unsur-unsur alkali memiliki sifat kimia yang mirip.

1. Sifat Fisik Unsur golongan Alkali

Secara umum, logam alkali ditemukan dalam bentuk padat, kecuali sesium yang berbentuk cair. Padatan logam alkali sangat lunak seperti sabun atau lilin sehingga dapat diiris menggunakan pisau. Hal ini disebabkan karena logam alkali hanya memiliki satu elektron pada kulit terluarnya. Beberapa sifat fisik logam alkali seperti yang tertera di bawah ini.

Kereaktifan logam alkali berkaitan dengan elektron valensinya yang berjumlah satu dan mudah lepas. Kereaktifan itu bertambah makin besarnya jari-jari logam alkali. Jadi, dari litium ke fransium makin reaktif. Berdasarkan tabel di atas, dalam satu golongan jari-jari atom dan massa jenis logam alkali bertambah, sedangkan titik didi, titik leleh, energi ionisasi, dan keelektronegatifan berkurang. Selain litium, potensial reduksi alkali dari atas ke bawah cenderung bertambah (negatif). Litium merupakan unsur yang memiliki potensial reduksi yang paling besar. Hal ini disebabkan volume atom litium sangat kecil sehingga terletak pada periode kedua.
Warna nyala yang dihasilkan oleh suatu unsur disebut sprektum emisi. Spektrum emisi yang dihasilkan berkaitan dengan model atom Neils Bohr. Ketika atom diberikan sejumlah energi, elektron-elektron yang berada pada keadaan dasar akan tereksitasi menuju kulit yang lebih tinggi dengan ringkat energi yang lebih tinggi. Elektron yang tereksitasi dapat kembali keadaan dasar atau mengimisi dengan memancarkan sejumlah energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang (λ) tertentu. Spektrum emisi terjadi ketika larutan garamnya dibakar menggunakan nyala bunsen. Spektrum emisi yang dihasilkan setiap unsur berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.

2. Sifat Kimia Unsur golongan Alkali

Logam alkali merupakan unsur logam yang sangat reaktif dibanding logam golongan lain. Hal ini disebabkan pada kulit terluarnya hanya terdapat satu elektron dan energi ionisasi yang lebih kecil dibanding unsur golongan lain. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, kereaktifan logam alkali makin bertambah seirng bertambahnya nomor atom.

 Reaksi dengan Air
Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dan air adalah gas hidrogen dan logam hidroksida. Logam hidroksida yang dihasilkan merupakan suatu basa kuat. Makin kuat sifat logamnya basa yang dihasilkan makin kuat pula, dengan demikian basa paling kuat yaitu dihasilkan oleh sesium. Reaksi antara logam alkali dan air adalah sebaga berikut:
2M(s) + 2H2O(l) ―→ 2MOH(aq) + H2(g) (M = logam alkali)

Reaksi antara logam alkali dengan air merupakan reaksi yang eksotermis. Li bereaksi dengan tenang dan sangat lambat, Natrium dan kalium bereaksi dengan keras dan cepat, sedangkan rubidium dan sesium bereaksi dengan keras dan dapat menimbulkan ledakan.

 Reaksi dengan Udara
Logam alkali pada udara terbuka dapat bereaksi dengan uap air dan oksigen. Untuk menghindari hal ini, biasanya litium, natrium dan kalium disimpan dalam minyak atau minyak tanah untuk menghindari terjadinya kontak dengan udara.
Litium merupakan satu-satunya unsur alkali yang bereaksi dengan nitrogenmembentuk Li3N. Hal ini disebabkan ukuran kedua atom yang tidak berbeda jauh dan struktur yang dihasilkanpun sangat kompak dengan energi kisi yang besar.
Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dengan oksigenyakni berupa oksida logam. Berikut reaksi yang terjadi antara alkali dengan oksigen
4M + O2 ―→ 2L2O (L = logam alkali)

Pada pembakaran logam alkali, oksida yang terbentuk bermacam-macam tergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Bila jumlah oksigen berlebih, natrium membentuk peroksida, sedangkan kalium, rubidium dan sesium selain peroksida dapat pula membentuk membentuk superoksida. Persamaan reaksinya
Na(s) + O2(g) ―→ Na2O2(s)
L(s) + O2(g) ―→ LO2(s) (L = kalium, rubidium dan sesium)

 Reaksi dengan Hidrogen
Dengan pemanasan logam alkali dapat bereaksi dengan hidrogenmembentuk senyawa hidrida. Senyawa hidrida yaitu senyawaan logam alkali yang atom hidrogen memiliki bilangan oksidasi -1.
2L(s) + H2(g) ―→ 2LH(s) (L = logam alkali)

 Reaksi dengan Halogen
Unsur-unsur halogen merupakan suaru oksidator sedangkan logam alkali merupakan reduktor kuat. Oleh sebab itu reaksi yang terjadi antara logam alkali dengan halogen merupakan reaksi yang kuat. Produk yang diperoleh dari reaksi ini berupa garam halida.
2L + X2 ―→ 2LX (L = logam alkali, X = halogen)

 Reaksi dengan Senyawa
Logam-logam alkali dapat bereaksi dengan amoniak bila dipanaskan dan akan terbakar dalam aliran hidrogen klorida.
2L + 2HCl ―→ LCl + H2
2L + 2NH3 ―→ LNH2 + H2 L = logam alkali

C. Keberadaan Unsur Golongan Alkali di Alam

Di alam tidak terdapat dalam keadaan bebas, melainkan dalam keadaan terikat dalam bentuk senyawa. Berikut ini tabel kadar unsur-unsur alkali di kerak bumi dalam satuan bpj (bagian per sejuta).

Senyawa-senyawa alkali yang paling banyak terdapat di alam adalah senyawa natrium dan kalium. Unsur alkali yang paling sedikit dijumpai adalah fransium, sebab unsur ini bersifat radioaktif dengan waktu paro pendek 21 menit, sehingga mudah berubah menjadi unsur lain.
Sebagai unsur-unsur alkali yang paling banyak dijumpai di alam, tidak aneh jika unsur natrium dan kalium ikut berperan dalam metabolisme pada makhluk hidup. Pada tubuh manusia dan hewan, ion-ion Na+ dan K+ berperan dalam menghantarkan konduksi saraf, serta dalam memelihara keseimbangan osmosis dan pH darah. Pada tumbuh-tumbuhan, ion K+ jauh lebih penting dari pada ion Na+, sebab ion K+ merupakan zat esensial untuk pertumbuhan.
Adapun logam-logam alkali lainnya sedikit dijumpai di alam. Jumlah litium relatif lebih banyak daripada sesium dan rubidium. Ketiga unsur ini (Li,Cs dan Rb) terdapat dalam mineral fosfat trifilit, dan pada mineral silikat lepidolit kita temukan litium yang bercampur dengan alumunium.

D. Cara Pembuatan Unsur Golongan Alkali

Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya melalui proses elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang sangat tinggi, oleh karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain untuk menurunkan titik lebur garam halidanya.

1. Elektrolisis Litium

Gambar logam litium
Sumber logam litium adalah spodumene (LiAl(SO)3). Spodumene dipanaskan pada suhu 100 oC kemudian ditambah H2SO4 pekat panas sehingga diperoleh Li2SO4. Campuran yang terbentuk dilarutkan ke dalam air. Larutan Li2SO4 ini kemudian direaksikan dengan Na2CO3. Dari reaksi ini terbentuk endapan Li2CO3.
Li¬¬¬2SO4(aq) + Na2CO3(aq) ―→ Li¬¬¬2CO3(s) + Na2SO4(aq)
Setelah dilakukan pemisahan Li2CO3 yang diperoleh direaksikan dengan HCl sehingga diperoleh garam LiCl.
Li¬¬¬2CO3(s) + 2HCl(aq) ―→ 2LiCl + H2O + CO2
Garam LiCl ini yang akan digunakan sebagain bahan dasar elektrolisis litium. Namun karena titik lebur LiCl yang sangat tinggi sekitar 600 °C maka ditambahkan KCl dengan perbandingan volume 55% LiCl dan 45% KCl. Penambahan KCl ini bertujuan untuk menurunkan titik lebur LiCl menjadi 430 ºC. Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis Li adalah sebagai berikut
Katoda : Li+ + e ―→ Li
Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e
Selama elektrolisis berlangsung ion Li+ dari leburan garam klorida akan bergerak menuju katoda. Ketika tiba dikatoda ion-ion litium akan mengalami reaksi reduksi menjadi padatan Li yang menempel pada permukaan katoda. Padatan yang terbentuk dapat diambil secara periodik, dicuci kemudian digunakan untuk proses selanjutnya sesuai keperluan. Sedangkan ion Cl‾ akan bergerak menuju anoda yang kemudian direduksi menjadi gas Cl2.
2. Elektrolisis Natrium

Natrium dapat diperoleh dari elektrolisis leburan NaCl dengan menambahkan CaCl2 menggunakan proses downs cell. Penambahan CaCl2bertujuan menurunkan titih leleh NaCl dari 801ºC menjadi 580 ºC. Proses ini dilakukan dalam sel silinder meggunakan anoda dari grafit dan katoda dari besi atau tembaga. Selama proses elektrolisis berlangsung, ion-ion Na+bergerak menuju katoda kemudian mengendap dan menempel pada katoda, sedangkan ion Cl‾ memebntuk gas Cl2 pada anoda. Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis natrium dari lelehan NaCl:
Peleburan NaCl ―→ Na+ + Cl‾
Katoda : Na+ + e ―→ Na
Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e
Reaksi elektrolisis: Na+ + Cl‾―→ Na + Cl2
3. Metode Reduksi
Gambar logam kalium
Kalium, rubidium, dan sesium tidak dapat diperoleh dengan proses elektrolis karena logam-logam yang terbentuk pada anoda akan segera larut kembali dalam larutan garam yang digunakan. Oleh sebab itu untuk memperoleh Kalium, rubidium, dan sesium dilakukan melalui metode reduksi.

Gambar logam sesium
Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini serupa yaitu dengan mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium.
Na + LCl ―→ L + NaCl (L= kalium, rubidium dan sesium)
Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk padatan logam L. Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah produk. Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.
Gambar logam rubidium
E. Kegunaan Unsur Golongan Alkali

1. Logam alkali


Logam alkali mempunyai kegunaan sebagai berikut.


 Karena mudah bereaksi dengan air atau O2 logam alkali bisa digunakan sebagai pengikat air atau O2 pada pembuatan tabung vakum alat elektronik.
 Logam alkali Na bisa digunakan sebagai lampu penerangan karena mampu menem-bus kabut.Selain itu, Na bisa juga digunakan pada pembuatan TEL (ditambahkan pada bensin).
 Logam alkali/ karena mempunyai titik leleh yang rendah, bisa digunakan sebagai medium pemindahan panas pada reaktor nuklir.

2. Senyawa Alkali

Senyawa alkali mempunyai kegunaan sebagai berikut.

 NaCl. Senyawa alkali NaCI bisa digunakan sebagai garam dapur dan pengawet makanan.
 NaOH. senyawa alkali NaOH bisa digunakan pada pembuatan sabun, kertas, dan tekstil.
 Na2C03. Senyawa alkali Na2CO3 bisa digunakan sebaqai pembersih peralatan rumah tangga.
 NaHCO3. Senyawa alkali NaHC03 bisa digunakan sebagai bahan pembuat kue dan campuran pada minuman yang menghasilkan C02.
 Na-Benzoat. Senyawa Na-benzoat bisa digunakan sebagai pengawet makanan dalam kaleng.
 Na-Glutamat. Senyawa alkali Na-glutamat bisa digunakan pada pembuatan penyedap rasa (vetsin).
 Na-Salisilat. Senyawa alkali Na-salisilat, dalam bidang farmasi, bisa digunakan sebagai obat penurun panas.
 KCI. Senyawa alkali KCI, dalam bidang pertanian, bisa digunakan sebagai pupuk tanaman.
 KOH. Senyawa alkali KOH bisa digunakan pada pembuatan sabun mandi.
 KCIO3. Senyawa alkali KC1O3 bisa digunakan sebagai bahan korek api dan zat peledak.
 KIO3. Senyawa alkali KIO3 bisa digunakarl sebagai campuran garam dapur, yakni sebagaj sumber iodin.
















 
No Komen : 9
Tri yuli eka riyatin :: 04-11-2013 14:27:26
NAMA KELOMPOK:
1.Tri yuli eka riyatin
2.Ulvi novita sari
3.Via agustina
4.Yesi ratna agustin
5.Yurike prastika
6.Eli desi kurniasari



1. Unsur Golongan Utama
GAS MULIA DAN HALOGEN
STANDAR KOMPETENSI
Memahami karakteristik unsur-unsur penting,kegunaan serta terdapatnya di alam
KOMPETENSI DASAR
1. Mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama dan produk yang mengandung unsur tersebut.
2. Mendeskripsikan kecendrungan sifat-sifat fisik dan sifat kimia unsur utama dan unsur transisi.
3. Menjelaskan manfaat, dampak dan proses pembuatan unsur, unsur dan senyawanya dalam kehidupan.
INDIKATOR
1. Mengidentifikasi keberadaaan unsur-unsur gas mulia dan halogen
2. Mengidentifikasi produk-produk yang mengandung unsur gas mulia dan halogen
3. Mengidentifikasi sifat-sifat fisik gas mulia dan halogen
4. Mengidentifikasi sifat-sifat kimia gas mulia
5. Menjelaskan manfaat serta dampak dari unsur gas mulia
6. Menjelaskan proses pembuatan unsur dari senyawa gas mulia dan halogen
A. GAS MULIA

Unsur gas mulia adalah unsur-unsur yang terdapat pada golongan VIII A sistem periodik, yaitu helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), ksenon (Xe) dan radon (Rn). Kelompok ini disebut gas mulia karena sifatnya yang sukar bereaksi. Unsur-unsur gas mulia, kecuali helium mengandung delapan elektron di kulit terluar, sehingga bersifat stabil. Kestabilan gas-gas mulia ini sempat membuat para ahli kimia yakin bahwa gas mulia benar-benar tidak dapat dan tidak mungkin membentuk senyawa, dan itulah sebabnya sering dinamai gas-gas lembam (inert gases)
1. Sifat-sifat gas mulia
Unsur-unsur gas mulia merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Gas mulia adalah satu-satunya kelompok gas yang partikel-partikelnya berwujud atom tunggal (monoatomik).
Argon, kripton dan xenon sedikit larut dalam air, sebab atom-atom gas mulia ini dapat terperangkap dalam rongga-rongga kisi molekul air. Struktur semacam ini disebut klatrat
Beberapa data tentang gas mulia dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Dari tabel di atas dapat disimpulkan
1. Gas-gas mulia memiliki harga energi ionisasi yang besar, bahkan terbesar dalam masing-masing deret seperiode. Hal ini sesuai dengan kestabilan struktur elektron gas-gas mulia yang sangat sukar membentuk senyawa
2. Dari atas ke bawah energi ionisasi mengalami penurunan, hal ini dapat menerangkan mengapa gas-gas mulia yang letaknya lebih bawah mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk membentuk senyawa.
3. Makin ke bawah letaknya, gas mulia memiliki harga kerapatan, titik didih dan titik leleh yang makin besar. Hal ini sesuai dengan konsep ikatan, bahwa gaya tarik Van Der Walls antar partikel akan bertambah besar apabila jumlah elektron peratom bertambah.
2. Gas mulia di alam
Gas-gas mulia terdapat di atmosfer dalam jumlah yang relatuf sedikit. Sebagaimana kita ketahui, atmosfer kita didominasi oleh gas-gas nitrogen (N2) dan oksigen (O2) yang masing-masing meliputi 78% dan 21% volume udara.
Kandungan Gas-Gas Mulia dalam Udara
Dari tabel di atas, nampak jelas bahwa gas mulia yang paling banyak dijumpai di atmosfer adalah argon, menduduki peringkat ke 3 setelah nitrogen dan oksigen. Akan tetapi, gas mulia yang paling banyak terdapat di alam semesta adalah helium. Unsur helium bersama-sama dengan unsur hidrogen merupakan komponen utama dari matahari dan bintang-bintang.
Semua gas mulia kecuali radon, dapat diperoleh dengan cara mencairkan udara, kemudian komponen-komponen udara cair ini dipisahkan dengan destilasi bertingkat. Hal ini dimungkinkan sebab gas mulia memiliki titik didih yang berbeda-beda.
Argon dapat diperoleh dengan memanaskan udara dan kalsium karbida (CaC2). Nitrogen dan oksigen di udara akan diikat oleh CaC2, sehingga pada udara kita memperoleh argon.
CaC2 + N2 → CaCN2 + C
2CaC2 + O2 → CaO + 4C
Helium dapat dijumpai dalam kadar yang cukup tinggi pada beberapa sumber gas alam, sebagai hasil peluruhan bahan-bahan radioaktif. Adapun radon hanya diperoleh dari peluruhan radioaktif unsur radium berdasarkan reaksi inti berikut :
226 222 4
88 Ra → 86 Rn + 2He
3. Kegunaan gas mulia
1. Helium
Helium digunakan sebagai pengisi balon meteorologi maupun kapal balon karena gas ini mempunyai rapatan yang paling rendah setelah hidrogen dan tidak dapat terbakar. Dalam jumlah besar helium digunakan untuk membuat atmosfer inert, untuk berbagai proses yang terganggu oleh udara misalnya pada pengelasan. Campuran 80% helium dengan 20% oksigen digunakan untuk mennggantikan udara untuk pernafasan penyelam dan orang lain yang bekerja di bawah tekanan tinggi.
2. Neon
Neon digunakan untuk membuat lampu-lampu reklame yang memberi warna merah. Neon cair juga digunakan sebagai pendingin untuk menciptakan suhu rendah, juga digunakan untuk membuat indikator tegangan tinggi, penangkal petir dan tabung-tabung televisi.
3. Argon
Argon dapat digunakan sebagai pengganti helium untuk menciptakan atmosfer inert. Juga digunakan untuk pengisi lampu pijar karena tidak bereaksi dengan kawat wolfram yang panas sampai putih, tidak seperti nitrogen atau oksigen
4. Kripton
Kripton digunakan bersama-sama dengan argon untuk pengisi lampu fluoresensi (lampu tabung). Juga untuk lampu kilat fotografi berkecepatan tinggi. Salah satu spektrumnya digunakan sebagai standar panjang untuk meter.
5. Xenon
Xenon digunakan dalam pembuatan tabung elektron. Juga digunakan dalam bidang atom dalam ruang gelembung.
B. HALOGEN
Golongan halogen meliputoi flourin (F), klorin (Cl), bromin (Br), iodin (I) dan astatin (At). Nama “halogen” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “pembentuk garam”. Dinamakan demikian karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk garam. Misalnya klorin bereaksi dengan natrium membentuk natrium klorida (NaCl), yaitu garam dapur. Dalam sistem periodik, unsur halogen terdapat pada golongan VII A, mempunyai 7 elektron valensi pada subkulit ns2np5. Konfigurai elektron yang demikian membuat unsur-unsur halogen sangat reaktif. Halogen cenderung menyerap satu elektron membentuk ion bermuatan negatif satu.
1. Kelimpahan unsur halogen di alam
Pada umumnya halogen di alam dijumpai dalam bentuk senyawa halida. Flourin ditemukan dalam mineral-mineral pada kulit bumi : Flourspar (CaF2) dan kriolit (Na3AlF6¬). Klorin, bromin dan iodin terkandung pada air laut dalam bentuk garam-garam halida dari natrium, magnesium, kalium dan kalsium. Garam halida yang paling banyak adalah NaCl, meliputi 2,8% berat air laut. Jika ditinjau dari harga kemolaran, banyaknya ion halida pada air laut : 0,53 M Cl‾, 8 x 10‾4 M Br‾, 5 x 10‾7 M I‾.
Di daerah Chili, Amerika serikat, iodin ditemukan dalam jumlah berlimpah sebagai garam natrium iodat (NaIO3). Beberapa sumber air di negara kita ternyata mengandung natrium iodida (NaI) dalam kadar yang cukup tinggi, misalnya di Watudakon (Mojokerto). Beberapa jenis lumut dan ganggang laut mengandung senyawa iodin. Unsur astatin tidak dijumpai di alam, sebab bersifat radioaktif.
Ion halida dalam tubuh manusia
Ion klorida merupakan anion terbanyak yang dikandung oleh plasma darah, cairan tubuh, air susu, air mata, air ludah dan cairan eksresi. Juga getah lambung mengandung 0,37% HCl untuk membantu pencernaan makanan.
Ion iodida dikandung oleh kelenjar tiroid dan merupakan komponen yang diperlukan untuk membuat hormon tiroksin C15H11O4NI4). Ion flourida diperlukan untuk mencegah kerusakan gigi, sebab F‾ merupakan komponen pembuat bahan perekat Fluoroapatit [Ca5¬(PO4)3F)] yang tedapat pada lapisan email gigi kita.
2. Sifat-sifat halogen
• Sifat fisik
Sifat fisik unsur halogen dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Sifat-sifat fisik halogen
• Sifat kimia
Kereaktifan unsur non logam dapat dikaitkan dengan kemampuan menarik elekrtron membentuk ion negatif, semakin negatif nilai afinitas elektron menunjukkan semakin besar kecenderungan menarik elektron, berarti kereaktifan bertambah. Kereaktifan halogen menurun dari flourin ke iodin.
Reaksi dengan logam
Halogen bereaksi dengan kebanyakan logam
Contoh :
2Al + 3 Br2 → 2 AlBr3
2Fe + 3 Cl2 → 2 FeCl3
Cu + F2 → CuF2
Reaksi dengan hidrogen
Semua halogen bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen halide (HX)
H2 + X2 → 2HX
Reaksi dengan nonlogam dan metaloid tertentu. Contoh
Si + 2X2 → SiX4
2B + 3X2 → 2BX3
P4 + 6X2 → 4PX3
P4 + 10X2 → 4PX5
Reaksi dengan hidrokarbon (reaksi subsitusi)
Contoh
CH4 + Cl2 → CHCl3 + HCl
Flourin bereaksi hebat, tetapi iodin tidak bereaksi
Reaksi dengan air
Flourin bereaksi hebat dengan air mebentuk HF dan membebaskan oksigen
F2 + H2O → 2HF + O2
Halogen lainnya mengalami reaksi disproporsionasi dalam air menurut kesetimbangan berikut
X2 + H2O HX + HXO
Reaksi dengan basa
Klorin, bromin dan iodin mengalami reaksi disproporsionasi
Contoh : Cl2(g) + 2NaOH(aq) → NaCL(aq) + NaClO(aq) + H2O(l)
Reaksi antar halogen, reaksinya secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut:
X2 + nY2 → 2XYn
Y = halogen yang lebih elektronegatif
n = 1,3,5 dan 7
Daya oksidasi halogen
Oleh karena unsur halogen mudah menangkap elektron (mengalami reduksi) maka unsur halogen merupakan zat pengoksidasi (oksidator) yang kuat. Daya oksidasi halogen meningkat dengan berkurangnya nomor atom. Itulah sebabnya suatu unsur halogen dapat mengoksidasi halogen lain di bawahnya, tetrapi tidak mampu mengoksidasi halogen yang di atasnya.
Contoh : F2 +2 Cl‾ → 2F‾ + Cl2
Br2 + 2I‾ → I2 + 2Br‾
Halogen dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi -1, +1, +3, +5 dan +7. oleh karena keelektronegatifan unsuir halogen sangat besar, maka pada umumnya halogen dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi -1. bilangan oksidasi positif hanya akan dimiliki halogen apabila ia berikatan dengan atom yang lebih elektronegatif, misalnya oksuigen atau halogen lain yang letaknya lebih atas dalam sistem periodik.
Klorin, bromin dan iodin dapat membentuk senyawa-senyawa oksihalogen. Flourin tidak dapat membentuk senyawa oksihalogen sebab keelektronegatifan flourin lebih besar daripada oksigen.
Berdasarkan jumlah atom oksigennya, asam oksihalogen mempunyai nama sebagai berikut. misal :
kekuatan asam oksihalogen dapat ditentukan dengan melihat jumlah unsur oksigen yang terikat pada asam oksihalogen tersebut. Semakin besar jumlah atom oksigennya, semakin kuat pula asamnya. Untuk jumlah atom oksigen yang sama, asam oksiklorin lebih kuat daripada asam oksibromin dan asam oksibromin lebih kuat daripada asam oksiiodin. Jadi asam perklorat (HClO4) adalah asam oksihalogen yang paling kuat, bahkan merupakan asam paling kuat di semua asam yang dikenal.
3. Kegunaan halogen dan senyawanya
 Flourin
1. Gas flourin (F2) terutama digunakan dalam proses pengolahan isotop uranium -235 dari isotop uranium-238 melalui difusi gas
2. Asam flourida (HF), yang dapat bereaksi dengan gelas, sehingga sering digunakan untuk mengukir (mengetra) gelas
CaSIO3(s) + 8 Hf(aq) → H2SiF6(aq) + CaF2(s) + 3 H2O
3. Natrium heksa flourosilikat (Na2SiF6), bahan yang dicampurkan pada pasta gigi agar gigi menjadi kuat
4. NaF, zat yang digunakan untuk mengawetkan kayu dari gangguan serangga
5. SF6, sutau gas yang digunakan sebagai insulator
6. Kriolit (Na3AlF6¬), bahan yang digunakan sebagai pelarut dalam pengolahan logam Al secara elektrolisis.
7. Freon-12 (CF2Cl2), senyawa yang dipakai sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC, serta sebagai zat pendorong pada kosmetika aerosol (spray)
8. Teflon, suatu jenis plastik tahan pans yang banyak digunakan pada peralatan mesin
 Klorin
1. Gas Cl2 mempunyai sifat desinfektan, sehingga sering dialirkan pada air kolam renang untuk memusnahkan kuman-kuman berbahaya.
2. Gas Cl2 dapat menarik timah dari kaleng bekas, membentuk SnCl4 kemudian direduksi menjadi timah murni
3. HCl, digunakan untuk membersihkan permukaan logam serta untuk mengekstraksi logam-logam tertentu dari bijihnya.
4. NaCl, dipaki sebagi garam dapur dan sebagi bahan baku pada berbagai jenis industri kimia
5. KCl sebagai pupuk tanaman
6. NH4Cl, elektrolit pengisi batu baterai
7. NaClO, mengoksidasi zat warna sehingga digunakan sebagai zat pengelantang untuk kain dan kertas
8. Kalium kloart, bahan pembuat mercon dan korek api
9. Seng klorida (ZnCl2), bahan pematri (solder)
10. Kalsium hipoklorit (CaCOCl)2 disingkat kaporit, pemusnah kuman pada air ledeng
 Bromin
1. NaBr, zat sedutif atau obat penenang saraf
2. AgBr, yang disuspensikan dalam gelatin untuk dipakai sebagai film fotografi
3. Metal bromida (CH3Br), suatu bahan campuran zat pemadam kebakaran
4. Etilen dibromida (C2H4Br2), yang sering ditambahkan pada bensin, agar senyawa Pb dalam bensin diubah menjadi PbBr2, sehingga logam pb tidak mengendap dalam silinder
 Iodin
1. Larutan I2 dalam alkohol yang disebut sebagai tingtur yodium, obat luka agar tidak terkena infeksi
2. Kalium iodat (KIO3) yang ditambahkan pada garam dapur, agar tubuh kita memperoleh iodin
3. Perak iodida (AgI), digunakan dalam film fotografi
SOAL
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat diantara jawaban a, b, c, d dan e!
1. Diantara gas mulia di bawah ini yang senyawanya paling banyak disintesis adalah …….
a. Ne d. He
b. Ar e. Xe
c. Kr
2. Diantara gas mulia di bawah ini yang terbanyak di atmosfer adalah ……….
a. Ar d. He
b. Xe e. Kr
c. Ne
3. Gas mulia yang paling banyak tedapat di alam adalah………
a. Helium d. Xenon
b. Radon e. Neon
c. Kripton
4. Gas mulia yang tidak memiliki delapan elekrtron valensi adalah………
a. Radon d. Neon
b. xenon e. Argon
c. Helium
5. Pernyataan dibawah ini merupakan sifat gas mulia kecuali ………
a. Unsur-unsur yang paling stabil
b. Sukar menangkap atau melepas elektron
c. Membeku hanya beberapa derajat di bawah titik didihnya
d. Mudah bereaksi dengan unsur lain
e. Terdapat di atmosfer dalam jumlah sedikit
6. Bilangan oksidasi Xe dalam Na4XeO6 adalah…………
a. +2 d. +8
b. +4 e. +10
c. +6
7. Senyawa xenon lebih banyak dibandingkan senyawa radon, hal ini disebabkan ….
a. Energi ionisasi xenon lebih kecil daripada radon
b. Jari-jari atom radon lebih besar daripada xenon
c. Radon merupakn unsur radioaktuf
d. Xenon jumlahnya sangat banyak di alam
e. Titik didih radon lebih rendah daripada radon
8. Gas mulia yang bersifat radioaktif adalah ……….
a. Ksenon d. Halium
b. Radon e. Argon
c. Neon
9. Dalam senyawa kripton tetraflourida, atom Kr memiliki bilangan oksidasi ….
a. -4 d. +2
b. -2 e. +4
c. +1
10. Halogen yang mempunyai sifat oksidator terkuat adalah…..
a. Flourin d. Iodin
b. Klorin e. Astatin
c. Bromin
11. Urutan asam halida yang menunjukkan titik didih semakin rendah adalah ……
a. HF – HCl – HBr – HI d. HI– HBr – HCl – HF
b. HF – HI – HBr – HCl e. HI– HF –HCl – HBr
c. HCl – HBr – HI – HF
12. Halogen yang bersifat radioaktif adalah…….
a. Flourin d. Iodin
b. Klorin e. Astatin
c. Bromin
13. Unsur klorin tidak dijumpai dalam ….….
a. Kriolit d. PUC
b. Air laut e. DDT
c. Kaporit
14. Reaksi di bawah ini yang tidak mungkin berlangsung adalah…..
a. Cl2 + 2Br‾ 2Cl‾ + Br2
b. 2I‾ + Br2 → I2 + 2Br‾
c. F2 + 2Cl‾ → 2F‾ + Cl2
d. Br2 + 2F‾ → F2 + 2Br‾
e. 2Br‾ + F2 → 2F‾ + Br2
15. Diantara pernyataan di bawah ini yang tidak benar dari unsur-unsur halogen adalah …….
a. Merupakan unsur yang elektronegatif
b. Keelektronegatifan flour paling kecil
c. Iodium pada suhu kamar berwujud padat
d. Pada suhu kamar flour berwujud gas
e. Bilangan oksidasi F selalu -1
16. Senyawa yang dicampurkan ke dalam garam dapur untuk membuat garam beryodium adalah…….
a. K2O3 d. NaIO3
b. NaCl e. NaIO
c. NaClO
17. Br2 dapat diperoleh dengan cara oksidasi…….
a. I2 dan Br‾ d. Br‾ dan Br2
b. I‾ dan Br2 e. Cl‾ dan Br2
c. Br‾ dan Cl2
18. Halogen yang mudah menyublim adalah…….
a. F2 d. I2
b. Cl2 e. At
c. Br2
19. Neon digunakan dalam lampu-lampu reklame. Gas neon menghasilkan cahaya berwarna …….
a. Merah d. Biru
b. Jingga e. Putih
c. Hijau
20. Dengan bertambahnya nomor atom, maka bertambah pula…..
a. Energi pengionisasinya
b. Potensial reduksi standar
c. Daya pengoksidasi
d. Keelektronegatifan
e. Jari-jari atom


 
No Komen : 8
Diah Amelia Risky :: 04-11-2013 11:06:06
NAMA : 1. Desy venika sari
2. deviana mara baradita
3. diah Amelia risky
4. dino cahyo nugroho
5. disma aringga ardiansyah


Golongan IIA
Logam Alkali Tanah
1. Definisi
Menurut segi bahasa Logam alkali tanah memiliki tiga makna yaitu :
- logam : disebut logam karena unsur di golongan IIA memiliki sifat sifat seperti logam.
- alkali : disebut alkali karena mempunyai sifat basa atau alkalin jika direaksikan dengan air.
tanah: disebut tanah karena bila di oksidasi akan sukar larut dalam air,Oleh karena itu, istilah �Logam alkali tanah� biasa digunakan untuk menggambarkan unsur golongan II A.
Logam alkali tanah umumnya reaktif, tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam alkali. Yang termasuk ke dalam golongan II A yaitu : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Radium kadang tidak dianggap sebagai alkali tanah karena sifat radioaktifnya.

2. Kelimpahan Unsur-unsur alkali tanah di alam
Kelimpahan Unsur-unsur alkali tanah terdapat dalam bentuk senyawa. Unsur-unsur golongan IIA tersebar dalam struktur batuan.
1.Berilium, Mineral utama berilium adalah beril, Be3Al2(SiO3)6, mutiara dari jenis aquamarin (biru terang), dan emerald (hijau tua). Kadang-kadang ditemukan dalam permata zamrud (warna khas hijau yang disebabkan adanya kromonium) dan fenakit (Be2SiO4).
Produk : Aliase, penambahan Be 2% pada Cu meningkatkan kekuatan logam Cu hingga 5 atau 6 kali.
2. Magnesium, Mineral utama yang mengandung magnesium adalah carnellite, magnesite dan dolomite. Kelimpahan magnesium terletak pada urutan kedelapan pada kulit bumi. Di kerak bumi terdapat pada urutan keenam (2,76%). Garam magnesium terdapat dalam air laut (0,13%), sebagai dolomite (MgCO3, CaCO3), magnesit (MgCO3), epsomit (MgSO4, 7H2O), kieserite (MgSO4. H2O), karnalit (KCl. MgCl2.6H2O), olivine {Mg, Fe}2SiO4, talk (Mg3 (OH)2Si4O10), krisotil (Mg3(OH)Si2O5) (asbestos), dan mika K+[Mg3(OH)AlSi3O10]-.
Produk : bahan pesawat terbang dan bagian-bagiannya (alise 5% Mg dan Al), mesin sepeda motor, dan C2H5MgBr merupakan senyawa penting dalam pereaksi kimia (pereaksi Grignard). Bubur magnesia (Mg(OH)2) untuk penetral asam atau obat maag.
3. Kalsium, ditemukan dalam kapur, limestone, gypsum, flourite. Stalaktit dan stalaknit mengandung kalsium karbonat. Kelimpahan kalsium terletak pada urutan kelima pada kulit bumi.
Magnesium dan kalsium terdapat dalam bentuk batuan silikat dan aluminosilikat, sebagai kationiknya. Oleh karena kation-kation dalam silikat itu larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut maka ion-ion Ca2+ dan Mg2+ banyak ditemukan di laut, terutama pada kulit kerang yakni CaCO3. Kulit kerang dan hewan laut lainnya yang mati berakumulasi membentuk deposit batu kapur. Magnesium dalam air laut bereaksi dengan sedimen kalsium karbonat menjadi dolomit, CaCO3.MgCO3.
Produk : Gips (CaSO4. 2H2O), untuk pembalut.
4. Stronsium, terdapat dalam Celestit, SrSO4, dan stronsianat SrSO. Terdapat di alam sebagai selestit (SrSO4) dan strontianit (SrCO3)
Produk : kembang api warna merah.
5. Barium, ditemukan dalam barit, BaSO4, dan iterit BaCO3. Di alam sebagai barit (BaSO4)
Produk : kembang api warna hijau kuning.
6. Radium, terdapat dalam jumlah kecil pada bijih uraium, sebagai unsur radioaktif.

3. Kecenderungan Sifat-sifat fisik Unsur-Unsur golongan IIA
3.1 Tren Jari-Jari Atom dan Jari-Jari Ion
Tabel. Tren Jari-Jari Atom dan Jari-Jari ion
Unsur- Unsur Golongan IIA



Berdasarkan tabel dan grafik di atas kecenderungan jari-jari atom dan jari-jari ion dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin meningkat.

Jari-jari atom dipengaruhi oleh jumlah lapisan elektron di luar nukleus (inti atom) dan gaya tarik dari nukleus terhadap elektron luar.


Jari-jari ion lebih kecil dibandingkan dengan jari-jari atomnya. Hal ini disebabkan karena ion unsur alkali tanah merupakan ion positif sehingga jumlah elektronnya semakin berkurang dibandingkan dalam keadaan atomnya.

3.2 Kecenderungan Energi Ionisasi





Berdasarkan tabel di atas, dapat kita ketahui bahwa energi ionisasi pertama maupun kedua dari atas ke bawah dalam satu golongan energi ionisasinya semakin rendah.
Energi ionisasi diatur oleh :
Muatan dalam inti atom
Jumlah elektron dalam kulit-kulit atom dalam
Jarak antara elektron terluar dengan inti atom.
 
No Komen : 7
Ika Wahyu Ningrum :: 04-11-2013 11:01:12
Nama Kelompok :
1. Eko Adi Prasetyo
2. Ela Desi Kuniawati
3. Ghalich Frizay Anggara
4. Hadiyati Mufidah
5. Ika Wahyuningrum

A. Golongan III A

Unsur-unsur pada golongan IIIA mencakup satu unsur non-logam dan empat unsur lainnya yang memiliki sifat kelogaman yang sama (Miessler, 1991). Unsur-unsur pada golongan IIIA menunjukkan perbedaan sifat yang cukup bervariasi. Boron merupakan unsur non-logam, aluminium merupakan unsur logam namun menunjukkan banyak kemiripan sifat kimia dengan boron, dan unsur sisanya seluruhnya memiliki karakteristik sebagai unsur logam (Sharpe, 1992).

Meskipun keadaan oksidasi positif tiga (+3) merupakan karakteristik utama untuk semua unsur golongan IIIA, keadaan positif satu (+1 atau + saja) terdapat dalam senyawaan semua unsur golongan IIIA kecuali boron, dan untuk thallium keadaan tersebut merupakan keadaan oksidasi yang stabil. Faktanya thallium menunjukkan kemiripan dengan banyak unsur lain (alkali tanah, perak, merkuri, dan timbal ) sehingga disebut duckbill platypus di antara unsur-unsur lainnya (Sharpe, 1992).








A. Kelimpahan Unsur-Unsur Golongan IIIA

1. BORON
Ada dua alotrop boron; boron amorfus adalah serbuk coklat, tetapi boron metalik berwarna hitam. Bentuk metaliknya keras (9,3 dalam skala Moh) dan konduktor yang buruk dalam suhu kamar. Tidak pernah ditemukan bebas dalam alam. Unsur ini tidak ditemukan di alam, tetapi timbul sebagai asam othorboric dan biasanya ditemukan dalam sumber mata air gunung berapi dan sebagai borates di dalam boron dan colemantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optik alami. Sumber-sumber penting boron adalah rasorite (kernite) dan tincal (bijih borax). Kedua bijih ini dapat ditemukan di gurun Mojave. Tincal merupakan sumber penting boron dari Mojave. Deposit borax yang banyak juga ditemukan di Turkey. Boron muncul secara alami sebagai campuran isotop 10B sebanyak 19.78% dan isotop 11B 80.22%.

2. ALUMUNIUM
Aluminium terdapat melimpah dalam kulit bumi, yaitu sekitar 7,6 %. Dengan kelimpahan sebesar itu, aluminium merupakan unsur ketiga terbanyak setelah oksigen dan silikon, serta merupakan unsur logam yang paling melimpahtetapi tidak ditemukan dalam bentuk unsur bebas di alam. Mineral aluminium yang bernilai ekonomis adalah bauksit yang merupakan satu-satunya sumber aluminium. Bauksit mengandung aluminium dalam bentuk aluminium oksida (Al2O3). Kriloit digunakan pada peleburan aluminium, sedangkan tanah liat banyak digunakan untuk membuat batubata, keramik. Di Indonesia, bauksit banyak ditemukan di pulau Bintan (Kalimantan Barat). Aluminium (Al) adalah unsur logam yang biasa dijumpai dalam kerak bumi yang terdapat dalam batuan seperti felspar dan mika. Umumnya juga dalam bentuk aluminium silikat dan campurannya dalam logam lain seperti natrium, kalium, furum, kalsium & magnesium. Kelimpahan Aluminium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 81,300. Aluminium ialah logam paling berlimpah.Aluminium (Al) adalah unsur logam yang biasa dijumpai dlm kerak bumi yang terdapat dalam batuan seperti felspar dan mika. Umumnya juga dalam bentuk aluminium silikat dan campurannya dalam logam lain seperti natrium, kalium, furum, kalsium & magnesium. Aluminium murni adalah logam berwarna putih keperakan dengan banyak karakteristik yang diinginkan.
3. GALIUM terdapat dalam jumlah yg sedikit di alam, yaitu dalam bentuk bauksit, pirit, magnetit dan kaolin. Biji Galium (Ga) sangat langka tetapi Galium (Ga) terdapat di logam-logam yang lain. Kelimpahan Galium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 15. Indium tidak pernah ditemukan dalam bentuk logam bebas di alam, tetapi dalam bentuk sulfida (In2S3) dan dalam bentuk campuran seng, serta biji tungsten, timah dan besi. Kelimpahan Indium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 0,1. Di alam talium terdapat dalam bentuk batu-batuan dan merupakan keluarga logam aluminium yang terdapat dalam bentuk gabungan dengan pirit, campuran seng dan hematit. Kelimpahan Talium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 2. Galium sering ditemukan sebagai elemen yang terkandung di dalam diaspore, sphalerite, germanite, bauksit dan batubara. Analisa debu dari hasil pembakaran batubara pernah menunjukkan kandungan galium sebanyak 1.5%.
4. INDIUM (berasal dari garis terang indigo pada spektrumnya) Unsur ini ditemukan oleh Reich and Richter, yang kemudian mengisolasi logam ini. Sampai pada tahun 1924, hanya satu gram yang tersedia di seluruh dunia dalam bentuk terisolasi. Ketersediaanya mungkin sebanyak perak. Sekitar 4 juta troy ons indium diproduksi di negara-negara maju. Kanada memproduksi lebih dari 1 juta troy ons setiap tahunnya. Indium adalah logam yang jarang ditemukan, sangat lembut, berwarna putih keperakan dan stabil di dalam udara dan air tetapi larut dalam asam. Indium termasuk dalam logam miskin ( logam miskin atau logam post-transisi adalah unsur logam dari blok p dari tabel periodik, terjadi antara metalloid dan logam transisi, tetapi kurang dibanding dengan logam alkali dan logam alkali tanah, titik leleh dan titik didihnya lebih rendah dibanding dengan logam transisi dan mereka lebih lunak). Indium ditemukan dalam bijih seng tertentu. Logam indium dapat menyala dan terbakar. Indium sering diasosiasikan dengan seng dan dari bahan inilah indium diproduksi secara komersil. Ia juga ditemukan di bijih besi, timbal dan tembaga.
5. TALIUM ditemukan secara spektroskopis oleh Crookes pada tahun 1861. Nama elemen ini diambil dari garis hijau di spektrumnya. Logam ini berhasil diisolasi oleh Crookes dan Lamy pada tahun 1862 pada saat yang bersamaan. Thalium adalah unsur kimia dengan simbol Tl dan mempunyai nomor atom 81. Talium terdapat di crooksite, lorandite, dan hutchinsonite. Ia juga ada dalam pyrites. Manganes nodules, ditemukan di dasar samudera juga mengandung talium.

B. Sifat � sifat unsur golongan III A
1. Sifat Fisika
Unsur B Al Ga In Tl
Nomor atom 5 13 31 49 81
Jari �jari atom (A0) 0,80 1,25 1,24 1,50 1,55
Jari �jari ion (A0) - 0,45 0,60 0,81 0,95
Kerapatan (g/cm3) 2,54 2,70 5,90 7,30 11,85
Titik Leleh (0K) 2300 932 303 429 577
Titik Didih (0K) 4200 2720 2510 2320 1740
Energi ionisasi (I) (kJ/mol) 807 577 579 556 590
Energi ionisasi (II) (kJ/mol) 2425 1816 1979 1820 1971
Energi ionisasi (III) (kJ/mol) 3658 2744 2962 2703 2874

Tabel diatas menunjukkan ringkasan beberapa sifat penting dari unsur-unsur golongan IIIA. Fakta yang terpenting pada tabel diatas adalah tingginya titik leleh Boron dan titik leleh Galium yang relatif rendah; peningkatan yang signifikan pada potensial reduksi dari atas ke bawah dalam satu golongan; tingginya energi ionisasi dari golongan nonlogam (boron) dan besarnya peningkatan kepadatan dari atas ke bawah dalam satu golongan.
Kecenderungan sifat logam golongan IIIA:
� Jari-jari logam cenderung berkurang dari Ga- Tl, kecuali logam Al
� Jari-jari ion cenderung meningkat dari Al � Tl
� Energi ionisasi pertama unsur golongan IIIA cenderung berkurang dari Al � Tl
� Keelektronegatifan unsur golongan IIIA cenderung bertambah dari Al � Tl
� Titik cair unsur golongan IIIA cenderung bertambah dari Ga � Tl, kecuali Al memiliki titik cair yang besar
� Titik didih unsur golongan IIIA cenderung berkurang dari Al � Tl
Potensial reduksi negatif menyatakan bahwa unsur lebih bersifat logam dibandingkan hidrogen. Energi pengionan dari logam golongan IIIA hampir sama satu sama lain, kecuali energi hidrasi Al3+ merupakan yang terbesar di antara kation golongan IIIA. Hal ini menjelaskan bahwa Al3+ mempunyai potensial reduksi negatif yang paling besar di antara kation golongan IIIA dan bahwa Al adalah logam yang paling aktif.
Sifat menarik dari unsur Ga, In, dan Tl yang tidak terdapat pada Al adalah kemampuan membentuk ion bermuatan satu. Kemampuan ini menunjukkan adanya pasangan elektron lembam, nS2, dalam atau dari unsur pasca-peralihan (post-transition). Jadi, sebuah atom Ga dapat kehilangan elektron pada 4p dan mempertahankan elektron 4s untuk membentuk ion Ga+, dengan konfigurasi elektron [Ar]3d104s2. Kemungkinan ini lebih mudah terjadi pada atom yang lebih berat dalam golongan. Dalam kenyataannya , talium dengan bilangan oksidasi +1 lebih mantap dalam larutan berair dibanding taliuum dengan bilangan oksidasi +3.
Ukuran ion yang kecil, besarnya muatan ion, dan tingginya energi ionisasi menyebabkan logam golongan IIIA umumnya memiliki sifat kovalen yang tinggi ( ion Al3+ tidak dijumpai kecuali dalam ALF3padat). Dalam larutan berair, ion Al3+ berada dalam bentuk ion terhidrat Al(H2O)63+ atau dalam bentuk kompleks lainnya. Al sangat stabil terhadap udara, karena membentuk lapisan oksida pada permukaannya yang digunakan untuk melindungi logam dari oksidasi lebih lanjut.

2. Sifat Kimia
A. Boron adalah unsur golongan IIIA dengan nomor atom lima. Boron memiliki sifat diantara logam dan nonlogam (semimetalik). Boron lebih bersifat semikonduktor daripada sebuah konduktor logam lainnya. Secara kimia boron berbeda dengan unsur- unsur satu golongannya. Boron juga merupakan unsur metaloid dan banyak ditemukan dalam bijih borax. Ada dua alotrop boron; boron amorfus adalah serbuk coklat, tetapi boron metalik berwarna hitam. Bentuk metaliknya keras (9,3 dalam skala Moh) dan konduktor yang buruk dalam suhu kamar. Tidak pernah ditemukan bebas dalam alam. ¬¬¬Ciri-ciri optik unsur ini termasuklah penghantaran cahaya inframerah. Pada suhu piawai boron adalah pengalir elektrik yang kurang baik, tetapi merupakan pengalir yang baik pada suhu yang tinggi. Boron merupakan unsur yang kurang elektron dan mempunyai p-orbital yang kosong. Ia bersifat elektrofilik. Sebagian boron sering berkelakuan seperti asam Lewis yaitu siap untuk terikat dengan bahan kaya elektron untuk memenuhi kecenderungan boron untuk mendapatkan elektron.
Unsur ini tidak ditemukan di alam, tetapi timbul sebagai asam othorboric dan biasanya ditemukan dalam sumber mata air gunung berapi dan sebagai borates di dalam boron dan colemantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optik alami. Isotop boron-10 digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir, sebagai tameng pada radiasi nuklir dan dalam instrumen-instrumen yang digunakan untuk mendeteksi netron. Boron nitrida memiliki sifat-sifat yang cemerlang karena ia sekeras berlian, dapat digunakan sebagai insulator listrik walau dapat menghantar panas seperti logam. Senyawa ini juga memiliki sifat lubrikasi seperti grafit. Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan melepaskan banyak energi dan pernah digunakan sebagai bahan bakar roket. Penawaran terhadap filamen boron juga meningkat karena bahan ini kuat dan ringan dan digunakan sebagai struktur pesawat antariksa. Boron mirip dengan karbon dalam memiliki kapasitas membentuk jaringan molekul dengan ikatan kovalen. Karbonat, metalloboran, fosfakaboran dan semacamnya terdiri dari ribuan senyawa.
B. Aluminium tidak beracun (sebagai logam), nonmagnetik dan tidak memercik. Aluminium sangat lunak dan kurang keras. Aluminium adalah logam aktif seperti yang ditunjukkan pada harga potensial reduksinya dan tidak ditemukan dalam bentuk unsur di alam. Tahan korosi dan tidak beracun maka banyak digunakan untuk alat rumah tangga seperti panci, wajan dan lain-lain. Reflektif, dalam bentuk aluminium foil digunakan sebagai pembungkus makanan, obat, dan rokok. Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel tiang. Al sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3. Berat jenisnya listrik ringan (hanya 2,7 gr/cm³, Penghantar listrik dan panas yang baik, mudah di fabrikasi/di bentuk kekuatannya rendah tetapi pemaduan (alloying) kekuatannya bisa ditingkatkan. Sifat bahan korosi dari aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan aluminium oksida (Al2O3) pada permukaan aluminium. Lapisan ini membuat Al tahan korosi tetapi sekaligus sukar dilas, karena perbedaan melting point (titik lebur). Aluminium umumnya melebur pada temperature ± 600 derajat C dan aluminium oksida melebur pada temperature 2000oC. Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. Terang dan kuat. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas. Dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang serta tahan korosi.
C. Galium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ga dan nomor atom 31. sebuah logam miskin yang jarang dan lembut, galium merupakan benda padat yang mudah rapuh pada suhu rendah namun mencair lebih lambat di atas suhu kamar dan akan melebur ditangan. Terbentuk dalam jumlah sedikit di dalam bauksit dan bijih seng. Unsur ini satu dari empat logam: raksa, cesium dan rubidium yang dapat berbentuk cair dekat pada suhu ruangan. Oleh karena itu galium dapat digunakan pada termometer suhu tinggi. Ia memiliki tekanan uap rendah pada suhu tinggi. Ada tendensi yang kuat untuk galium menjadi super dingin dibawah titik bekunya. Oleh karena itu proses seeding diperlukan untuk menginisiasi solidifikasi. Galium yang sangat murni bewarna keperakan dan logam ini memuai sebayak 3.1% jika berubah dari bentuk cair ke bentuk padat. Oleh karena itu, galium tidak boleh disimpan dalam gelas atau kontainer logam karena ia akan merusak tempatnya jika galium tersolidifikasi. Elemen ini tidak rentan terhadap serangan asam-asam mineral.
D. Indium adalah logam yang jarang ditemukan, sangat lembut, berwarna putih keperakan dan stabil di dalam udara dan air tetapi larut dalam asam. Indium termasuk dalam logam miskin ( logam miskin atau logam post-transisi adalah unsur logam dari blok p dari tabel periodik, terjadi antara metalloid dan logam transisi, tetapi kurang dibanding dengan logam alkali dan logam alkali tanah, titik leleh dan titik didihnya lebih rendah dibanding dengan logam transisi dan mereka lebih lunak). Indium ditemukan dalam bijih seng tertentu. Logam indium dapat menyala dan terbakar.
E. Thalium adalah unsur kimia dengan simbol Tl dan mempunyai nomor atom 81. Thalium adalah logam yang lembut dan berwarna kelabu dan lunak dan dapat dipotong dengan sebuah pisau. Thalium termasuk logam miskin. Thalium kelihatannya seperti logam yang berkilauan tetapi ketika bersentuhan dengan udara, thalium dengan cepat memudar menjadi warna kelabu kebiru-biruan yang menyerupai timbal. Jika thalium berada di udara dalam jangka waktu yang lama maka akan terbentuk lapisan oksida pada thalium. Jika thalium berada di air maka akan terbentuk thalium hidroksida. Oksida akan terbentuk jika membiarkan talium di udara dan hidrida dapat terbentuk jika tercampur dengan air. Logam ini sangat lunak dan mudah dibentuk. Ia dapat dipotong denganpisau.



C. Cara Membuat Unsur-unsur Golongan IIIA
1. Boron
Kristal boron murni dapat dipersiapkan dengan cara reduksi fase uap boron triklorida atau tribomida dengan hidrogen pada filamen yang dipanaskan dengan listrik. Boron yang tidak murni (amorphous boron) menyerupai bubuk hitam kecokletan dan dapat dipersiapkan dengna cara memanaskan boron trioksida dengan bubuk magnesium. Boron dengan kemurnian 99.9999% telah diproduksi dan tersedia secara komersil. Boron bukan konduk Dalam Pembuatan Boron, menurut Moissan, unsure ini diperoleh melalui perubahan menjadi asam borat yang disusul kemudian dengan dehidrasi menjadi B2O3, kemudian direduksi dengan logam magnesium. Hasil yang didapatkan berupa boron amorf yang mengandung 80% � 90% boron. Boron yang kemurniannya tinggi untuk semikonduktor, menurut Kiessling dapat diperoleh lewat reduksi BBr3dengan Hidrogen pada suhu 800oC.tor listrik yang bagus pada suhu ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi.

2. Alumunium
Aluminium adalah logam yang sangat reaktif yang membentuk ikatan kimia berenergi tinggi dengan oksigen. Dibandingkan dengan logam lain, proses ekstraksi aluminium dari batuannya memerlukan energi yang tinggi untuk mereduksi Al2O3. Proses reduksi ini tidak semudah mereduksi besi dengan menggunakan batu bara, karena aluminium merupakan reduktor yang lebih kuat dari karbon. Proses produksi aluminium dimulai dari pengambilan bahan tambang yang mengandung aluminium (bauksit, corrundum, gibbsite, boehmite, diaspore, dan sebagainya). Selanjutnya, bahan tambang dibawa menuju proses Bayer.






Proses Bayer menghasilkan alumina (Al2O3) dengan membasuh bahan tambang yang mengandung aluminium dengan larutan natrium hidroksida pada temperatur 175 oC sehingga menghasilkan aluminium hidroksida, Al(OH)3. Aluminium hidroksida lalu dipanaskan pada suhu sedikit di atas 1000 oC sehingga terbentuk alumina dan H2O yang menjadi uap air. Setelah Alumina dihasilkan, alumina dibawa ke proses Hall-Heroult. Proses Hall-Heroult dimulai dengan melarutkan alumina dengan leelehan Na3AlF6, atau yang biasa disebut cryolite. Larutan lalu dielektrolisis dan akan mengakibatkan aluminium cair menempel pada anoda, sementara oksigen dari alumina akan teroksidasi bersama anoda yang terbuat dari karbon, membentuk karbon dioksida. Aluminium cair memiliki massa jenis yang lebih ringan dari pada larutan alumina, sehingga pemisahan dapat dilakukan dengan mudah.
Elektrolisis aluminium dalam proses Hall-Heroult menghabiskan energi yang cukup banyak. Rata-rata konsumsi energi listrik dunia dalam mengelektrolisis alumina adalah 15 kWh per kilogram aluminium yang dihasilkan. Energi listrik menghabiskan sekitar 20-40% biaya produksi aluminium di seluruh dunia.

Gambar 10: Diagram Proses Hall-Heroult yang disederhanakan. Perhatikan letak katoda yang berada di dasar wadah, untuk mengantisipasi massa jenis aluminium cair yang lebih tinggi dibandingkan larutan cryolite-alumina


Aluminium daur ulang
Salah satu keuntungan aluminium lainnya adalah, mampu didaur ulang tanpa mengalami sedikitpun kehilangan kualitas. Proses daur ulang tidak mengubah struktur aluminium, daur ulang terhadap aluminium dapat dilakukan berkali-kali (wasteonline.org). Mendaur ulang aluminium hanya mengkonsumsi energi sebesar 5% dari yang digunakan dalam memproduksi aluminium dari bahan tambang (economist.com). Di Eropa, terutama negara Skandinavia, 95% aluminium yang beredar merupakan bahan hasil daur ulang.
Proses daur ulang aluminium berawal dari kegiatan meleburkan sampah aluminium. Hal ini akan menghasilkan endapan. Endapan ini dapat diekstraksi ulang untuk mendapatkan aluminium, dan limbah yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan campuran aspal dan beton karena merupakan limbah yang berbahaya bagi alam.
Dengan kata lain aluminium dapat dibuat dengan cara-cara berikut: Pemurnian bauksit melalui cara : Pemurnian bauksit melalui cara : Tahap pemurnian bauksit dilakukan untuk menghilangkan pengotor utamadalam bauksit. Pengotor utama bauksit biasanya terdiri dari SiO, Fe2O, dan TiO2. Caranya adalah dengan melarutkan bauksit dalam larutan natrium hidroksida (NaOH),
Al2O3(s) + 2NaOH(aq)+ 3H2O(l) 2NaAl(OH)4(aq)

Aluminium oksida larut dalam NaOH sedangkan pengotornya tidak larut. Pengotor- pengotor dapat dipisahkan melalui proses penyaringan. Selanjutnya aluminiumdiendapkan dari filtratnya dengan cara mengalirkan gas CO2 dan pengenceran.
2NaAl(OH)4(aq)+ CO2(g) 2Al(OH)3(s )+ Na2CO3(aq)+ H2O(l)
Endapan aluminium hidroksida disaring,dikeringkan lalu dipanaskan sehinggadiperoleh aluminium oksida murni (Al2O3).
2Al(OH)3(s) Al2O3(s)+ 3H2O(g)

Peleburan / reduksi alumina dengan elektrolisis tahap peleburan alumina dengan cara reduksi melalui proses elektrolisis menurut proses Hall-Heroult. Dalam proses Hall-Heroult, aluminum oksida dilarutkan dalam lelehan krinolit (Na3AlF6) dalam bejana baja berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode. Selanjutnya elektrolisisdilakukan pada suhu 950oC. Sebagai anode digunakan batang grafit.






Dalam proses elektrolisis dihasilkan aluminium di katoda dan di anoda terbentukgas O2 dan CO2
Reaksi : 2Al2O3(l) 4Al3+ (l) + 6O2- (l)

Katoda : 4Al3+ (l)+ 12e- 4Al

Anoda : 4O2- (l) 2O2(g)+ 8e
C(s)+ 2O2- (l) CO2(g)+ 4e





2Al2O3(l)+ C(s) 4Al+ 2O2(g)+ CO2(g)

3. Galium, indium dan Talium
Unsur ini diprediksi dan disebut Mendeleev sebagai ekaaluminum dan ditemukan secara spektroskopik oleh Lecoq de Boisbaudran pada tahun 1875, yang pada tahun yang sama berhasil mengambil logam ini secara elektrolisis dari solusi hidroksida di KOH. Galium (Ga) biasanya adalah hasil samping dari produksi Aluminium pemurnian bauksit dengan proses bayer. Elektrolisis menggunakan elektroda Hg memberikan konsentrasi dan elektrolisis menggunakan katoda stanleysteel dari natrium galat, menghasilkan leburan logam Galium (Ga).Tl biasanya diperoleh dengan elektrolisis larutan garam-garamnya dalam air, bagi Ga dan In kemungkinan ini bertambah karena besarnya tegangan lebih untuk evolusi hidrogen dari logam-logam ini. Indium (In) biasanya diperoleh dengan elektrolisis larutan garam-garamnya dalam air, bagi Ga dan In kemungkinan ini bertambah karena besarnya tegangan lebih untuk evolusi hydrogen dari logam-logam ini. Selain itu talium terdapat di crooksite, lorandite, dan hutchinsonite. Ia juga ada dalam pyrites dan diambil dengan cara memanggang bijih ini. Talium juga dapat diambil dengan cara melebur bijih timbal dan seng. Proses pengambilan talium agak kompleks dan tergantung sumbernya.

D. Senyawaan Unsur-Unsur Golongan IIIA
a. Boron
Pada bagian ini kita akan membahas beberapa persenyawaan boron dengan halogen ( yang disebut sebagai halida), dengan oksigen (yang dikenal dengan oksida), dengan hidrogen (yang dikenal dengan hidrida) dan beberapa senyawa boron lainnya. Untuk setiap senyawa, bilangan oksidasi boron sudah diberikan, tetapi bilangan oksidasi tersebut kurang berguna untuk unsur-unsur blok p khususnya. Tetapi umumnya dari senyawa boron yang terbentuk, bilangan oksidasinya adalah tiga ( 3 ). Hidrida. Istilah hidrida digunakan untuk mengindikasikan senyawa dengan jenis MxHy. Diborane (6): B2H6, Decaborane (14): B10H14, Hexaborane (10): B6H10, Pentaborane (9): B5H9, Pentaborane (11): B5H11, Tetraborane (10): B4H10
Flourida. Senyawa �senyawa boron yang terbentuk dengan flourida adalah sebagai berikut : Boron trifluoride: BF3, Diboron tetrafluoride: B2F4
Klorida.Boron trichloride: BCl3, Diboron tetrachloride: B2Cl4
Nitrida. Ketika boron dipanaskan dengan unsur nitrogen, hasilnya adalah senyawa putih padatan dengan bentuk empiris BN yang disebut dengan nama boron nitrida. Beberapa alasan yang menarik tentang boron nitrida adalah kemiripan strukturnya dengan grafit. Pada tekanan tinggi, boron nitride berubah menjadi lebih padat, lebih keras ( kekerasannya mendekati intan). Nitrida juga berperan sebagai penghambat elektrik tetapi mengalirkan haba (kalor) seperti logam. Unsur ini juga mempunyai sifat pelincir sama seperti grafit.


b. Aluminium
Nitrida. Aluminium Nitrida (AlN) dapat dibuat dari unsur-unsur pada suhu 8000 C. Itu dihidrolisis dengan air membentuk ammonia dan aluminium hidroksida.
Aluminium Hidrida. Aluminium hidrida (AlH3)n dapat dihasilkan dari trimetilaluminium dan kelebihan hydrogen. Ini dibakar secara meledak pada udara. Aluminium hidrida dapat juga dibuat dari reaksi aluminium klorida pada litium klorida pada larutan eter, tetapi tidak dapat diisolasi bebas dari pelarut.
Aluminium oksida. Aluminium oksida (Al2O3¬) dapat dibuat dengan pembakaran oksigen atau pemanasan hidroksida,nitrat atau sulfat.
Pada unsur halogen - aluminium iodida : AlI3, - aluminium flourida : AlF3
c. Galium
Pada unsur halogen membentuk :- Galium triklorida : GaCl3,- Galium (III) bromida GaBr3,- Galium (III) iodida : GaI3, - Galium (III) flourida : GaF3, Galium (II) selenida, Galium (II) sulfida, Galium (II) tellurida, Galium (III) tellurida, Galium (III) selenida, Galium (III) arsenida
d. Indium Senyawa �senyawa indium jarang ditemukan oleh manusia. Semua senyawa indium seharusnya dipandang sebagai racun. Senyawa �senyawa indium dapat merusak hati, ginjal dan jantung.
Pada unsur halogen.- Indium (I) Bromida. - Indium (III) Bromida. - Indium (III) Klorida.- Indium (III) Flourida. Indium (III) Sulfat. Indium (III) Sulfida.Indium (III) Selenida.Indium (III) Phosfida.indium (III) Nitrida. Indium (III) Oksida
e. Thalium
Senyawa thalium pada flourida : TlF, TlF3, Senyawa thalium pada klorida : TlCl, Tl,Cl2, Tl,Cl3. Senyawa thalium pada bromida : TlBr, Tl2Br4. Senyawa thalium pada iodida : TlI, TlI3. Senyawa thalium pada oksida : Tl2O, Tl2O3. Senyawa thalium pada sulfida : Tl2S. Senyawa thalium pada selenida : Tl2Se


E. Reaksi Unsur-Unsur Golongan IIIA
Reaksi- reaksi yang terjadi pada Golongan III A yaitu sebagai berikut :
1. Boron
� Reaksi dengan Udara
4B + 3O2 (g) � 2 B2O

� Reaksi dengan Air
Boron tidak dapat beraksi dengan air pada kondisi normal

� Reaksi dengan Halogen
2B(s) + 3X2(g) Ã 2BX3 ; X = F,Cl,Br,I

� Reaksi dengan Asam
Boron tidak bereaksi dengan pemanasan asam, misalnya asam hidroklorida (HCl) ataupun dengan pemanasan asam hidroflourida (HF). Boron dalam bentuk serbuk mengoksidasi dengan lambat ketika ditambahkan dengan asam nitrat.

2. Aluminium
� Reaksi dengan Udara
Aluminium merupakan logam yang keberadaannya dialam paling banyak dan urutan ketiga diantara unsur-unsur (setelah oksigen dan silikon ). Bijih aluminium yang paling penting adalah bauksit (rumusnya bervariasi Al2O3. H2O-Al2O3.3H2O) dan kriolit sebab dari mineral tersebut Al dapat diperoleh secara ekonomis. Dijumpai juga bauksit dengan komposisi 50% Al2O3,30% SiO2, 10% Fe2O3, dan 10% H2O. Aluminium juga terdapat banyak dalam batuan aluminosilikat, seperti felspar ( KalSi3O8 atau NaAlSi3O8 ), mika { KH2Al3(SiO4)3 atau NaH2-Al3(SiO4)3}, dan lempung (2H2O.Al2O3.2SiO2). Alumunium sebagai oksida, antara lain korundum (Al2O3) dan bauksit (Al2O3.2H2O).Al2O3 murni tidak berwarna (atau putih jika berupa serbuk), tetapi jika ion Al3+ tercampuri ion Cr3+ menghasilkan warna merah seperti ruby. Jika tercampuri ion Fe3+ atau Ti3+ , menghasilkan warna biru seperti safir. Aluminium sebagai fluorida berbentuk kriolit ( Na3AlF6 ). Tambang aluminium di Indonesia terdapat di pulau Bintan, pulau Bangka, Kalimantan, dan Kepulauan Riau.
Permukaan logam aluminium dilapisi dengan lapisan oksida yang membantunya melindungi logam agar tahan terhadap udara. Jadi, aluminium tidak bereaksi dengan udara. Jika lapisan oksida rusak, logam aluminium bereaksi untuk menyerang (bertahan). Aluminium akan terbakar dalam oksigen dengan nyala api, membentuk aluminium (III) oksida.
Al2O3.4Al (s) + 3O2 (l ) � 2 Al2O3

� Reaksi dengan Air
Aluminium tidak dapat bereaksi dengan air, hal ini dikarenakan logam aluminium juga tidak dapat bereaksi dengan air karena adanya lapisan tipis oksida

� Reaksi aluminium dengan halogen
Aluminium dapat bereaksi dengan unsur �unsur halogen seperti iodin (I2), klorin (Cl2), bromine (Br2), membentuk aluminium halida menjadi aluminium (III) iodida, aluminium (III) bromida, aluminium (III) klorida.
2Al (s) + 3I2 (l) � 2 Al2I6 (s)
2Al (s) + 3Cl2 (l) � 2 Al2 Cl3
2Al (s) + 3Br2 (l) � 2 Al2 Br6

� Reaksi aluminium dengan asam
Logam aluminium larut dengan asam sulfur membentuk larutan yang mengandung ion Al (III) bersama dengan gas hidrogen.
2Al (s) + 3H2SO4 (aq) � 2Al 3+ (aq) + 2SO4 2- (aq) + 3H2 (g)
2Al (s) + 6HCl (aq) � 2Al 3+ (aq) + 6Cl- (aq) + 3H2 (g)

� Reaksi aluminium dengan basa
Aluminium larut dengan natrium hidroksida.
2Al (s) + 2 NaOH (aq) + 6 H2O � 2Na+(aq) + 2 [Al (OH)4]- + 3H2 (g)


3. Galium
� Reaksi galium dengan asam
Ga2O3 + 6 H+ � 2 Ga3+ + 3 H2
Ga (OH)3 + 3 H¬¬+ � Ga3+ + 3 H2O

� Reaksi galium dengan basa
Ga2O3 + 2 OH- � 2 Ga(OH)4¬¬-
Ga (OH)3 + OH- � Ga(OH)4¬¬-

4. Indium
� Reaksi indium dengan udara
In3+ + O¬2 � In¬2¬O3

� Reaksi indium dengan asam
Indium bereaksi dengan HNO3 15 M
In3+ + 3HNO¬3 � In¬(N¬O3)3 + 3H+
Indium juga bereaksi dengan HCl 6M
In3+ + 3HCl � In¬Cl3 + 3H+

5. Talium
� Reaksi talium dengan udara
Talium bereaksi dengan oksida mirip dengan Galium, namun Talium hanya menghasilkan TI2O3 yang berwarna hitam cokelat yang terdekomposisi menjadi Tl2O pada suhu 100oC
2 Tl (s) + O2 (g) � Tl2O

� Reaksi Talium dengan air
Talium kelihatannya tidak bereaksi dengan air. Logam talium memudar dengan lambat dalam air basah atau larut dalam air menghasilkan racun thalium (I) hidroksida
2 Tl (s) + 2H2O (l) � 2 TlOH (aq) + H2 (g)

� Reaksi Talium dengan halogen
Logam talium bereaksi dengan hebat dengan unsur-unsur halogen seperti flourin (F2), klorin (Cl2), dan bromin (Br2) membentuk thalium (III) flourida, thalium (III) klorida, dan thalium (III) bromida. Semua senyawa ini bersifat racun.
2 Tl (s) + 3 F2 (g) � 2 TiF3 (s)
2 Tl (s) + 3 Cl2 (g) � 2 TiCl3 (s)
2 Tl (s) + 3 Br2 (g) � 2 TiBr3 (s)

� Reaksi talium dengan asam
Talium larut dengan lambat pada asam sulfat atau asam klorida (HCl) karena racun garam talium yang dihasilkan tidak larut.

F. Jenis ikatan
Boron mirip dengan karbon dalam memiliki kapasitas membentuk jaringan molekul dengan ikatan kovalen. Karbonat, metalloboran, fosfakaboran dan semacamnya terdiri dari ribuan senyawa.

G. Manfaat Unsur-Unsur Golongan IIIA
1. Boron yang tidak murni digunakan pada pertunjukan kembang api untuk memberikan warna hijau dan dalam roket sebagai pemicu. Na2B4O75H2O. Pentrahidra ini digunakan dalam jumlah yang banyak dalam pembuatan serat gelas yang dijadikan insulasi (insulation fiberglass) dan pemutih sodium perborat (sodium perborate bleach). Asam borik digunakan dalam produk tekstil. Senyawa-senyawa boron lainnya digunakan dalam pembuatan kaca borosilica dan dalam penyembuhan arthritis.
Isotop boron-10 digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir, sebagai tameng pada radiasi nuklir dan dalam instrumen-instrumen yang digunakan untuk mendeteksi netron. Boron nitrida memiliki sifat-sifat yang cemerlang karena ia sekeras berlian, dapat digunakan sebagai insulator listrik walau dapat menghantar panas seperti logam. Senyawa ini juga memiliki sifat lubrikasi seperti grafit. Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan melepaskan banyak energi dan pernah digunakan sebagai bahan bakar roket. Permintaan filamen boron juga meningkat karena bahan ini kuat dan ringan dan digunakan sebagai struktur pesawat antariksa.
2. Kegunaan logam aluminium
� Dalam bidang rumah tangga, aluminium banyak digunakan sebagai peralatan dapur, bahan konstruksi bangunan dan ribuan aplikasi lainnya dimanan logam yangmudah dibuat, kuat dan ringan diperlukan.
� Walau konduktivitas listriknya hanya 60% dari tembaga, tetapi ia digunakansebagai bahan transmisi karena ringan.
� Campuran logam aluminium dengan tembaga, magnesium, silikon,mangan, dan unsur-unsur lainnya untuk membentuk sifat-sifat yang membuataluminium dapat dijadikan sebagai bahan penting dalam konstruksi pesawat modern dan roket. Sebagai pelapis pelindung logam lainnya, logam ini jika diuapkan di vakummembentuk lapisan yang memiliki reflektivitas tinggi untuk cahaya yang tampakdan radiasi panas. Lapisan ini menjaga logam dibawahnya proses oksidasisehingga tidak menurunkan nilai logam yang dilapisi. Lapisan ini digunakan untukmemproteksi kaca teleskop dan kegunaan lainnya.
� Pada sektor industri makanan, sifat aluminium yang lunak, ringan dan mudahdibentuk dimanfaatkan sebagai kemasan berbagai produk makanan.
� Di sektor pembangunan perumahan, aluminium biasa digunakan utuk kusenpintu dan jendela.
3. Kegunaan logam Galium
� semikonduktor, terutama dalam bioda pemancar cahaya
� menjadi alloy
4. Kegunaan logam Indium
� Untuk industri layar datar (flat monitor).
� Sebagai campuran logam.
� Sebagai batang control dalam reactor atom.
� Senyawa Indium (In) tertentu merupakan bahan semikonduktor yang mempunyai karakteristik unik.
5. Kegunaan logam Talium
� Beberapa jenis reaksi gelombang dimanfaatkan dalam system komunikasi militer.
� Talium sulfat, yang tak berwarna, tak berasa, dan sangat beracun sebagai obat pembasmi hama.
� Talium yang dihasilkan dari kristal natrium iodida dalam tabung photomultiplier digunakan pada alat pendeteksi radiasi sinar gamma.
� Kristal talium bromoiodide untuk memancarkan radiasi inframerah dan kristal talium oksisulfida untuk mendeteksi campuran talium dengan raksa membentuk cairan logam yang membeku, pada suhu -60 0C digunakan untuk membuat thermometer suhu rendah dan RELAY.
� Dipakai dalam pembuatan roket dan kembang api.
 
No Komen : 6
lilin ernawati :: 04-11-2013 10:54:51
Nama kelompok:
1. Jabo malarangeng
2. Johan saifudin
3. Khoinatul a’yun
4. Lilin ernawati
5. Lutfi ngadimatur rohmah

GOLONGAN IVA
Unsur-unsur yang terdapat dalam golongan IVA adalah karbon (C), silicon (Si), germanium (Ge),stanum/timah (Sn) dan plumbum/timal (Pb)
SIFAT FISIKA GOLONGAN IVA
Karbon dan silikon termasuk unsur golongan IVA. Anggota unsur golongan IVA lainnya adalah germanium (Ge), timah (Sn), plumbum (Pb). Di sini kita hanya akan mempelajari sifat unsur karbon dan silikon.
SIFAT KIMIA GOLONGAN IVA
Karbon dan silikon termasuk unsur golongan IVA. Anggota unsur golongan IVA lainnya adalah germanium (Ge), timah (Sn), plumbum (Pb). Di sini kita hanya akan mempelajari sifat unsur
karbon dan silikon.
Sifat Fisika Karbon dan Silikon
Karbon dan silikon tidak reaktif pada suhu biasa. Karbon dan silikon membentuk kation sederhana seperti C4+ dan Si4+.Sifat kimia karbon antara lain sebagai berikut.
1) Karbon bereaksi langsung dengan fluor, dengan reaksi seperti berikut.
C(s) + 2 F2(g) � CF4(g)
2) Karbon dibakar dalam udara yang terbatas jumlahnya menghasilkan karbon monoksida.
2 C(s) + O2(g) � 2 CO(g)
Jika dibakar dalam kelebihan udara, akan terbentuk karbon dioksida
3) Membentuk asam oksi.
Bila karbon dipanaskan dalam udara, unsur ini bereaksi dengan oksigen membentuk CO2 dan jika CO2 ini bereaksi dengan air akan membentuk asam karbonat.
CO2(g) + H2O(l) �H4CO3(l)
asam karbonat
4) Membentuk garam asam oksi.
Asam karbonat, suatu asam diprotik yang khas, bereaksi dengan basa menghasilkan karbonat dan bikarbonat, antara lain seperti berikut.
- K2CO3 = kalium karbonat
- KHCO3 = kalium bikarbonat
- MgCO3 = magnesium karbonat
- Mg(HCO3)2 = magnesium bikarbonat
5) Kecenderungan atom karbon membentuk ikatan kovalen tunggal, ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga yang akan membentuk senyawa organik.
Sifat kimia silikon, antara lain seperti berikut.
1. Silikon bereaksi dengan halogen, secara umum reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.
Si + 2 X2 � SiX4
2. Bila silikon dipanaskan dengan oksigen akan membentuk oksida SiO3, sehingga apabila oksida ini bereaksi dengan air membentuk dua asam yaitu asam ortosilikat (H4SiO4) dan asam metasilikat H2SiO3. Senyawa ini tidak larutdalam air tetapi bereaksi dengan basa.
H4SiO4(l) + 4 NaOH(l) � Na4SiO4(l) + H2O(l)
3. Silikon membentuk garam dari asam oksi, antara lain seperti berikut.
- Na2SiO3 = natrium metasilikat
- Mg2SiO4 = magnesium ortosilikat
- LiAl(SiO3)2 = litium aluminium metasilikat
4. Semua silikat membentuk larutan yang bersifat basa yang dapat dilarutkan dalam air, dimana ion SiO32¯ bertindak sebagai basa dengan menghilangkan proton dari air.
SiO32¯(aq) + H2O(l) ������ HSiO3(aq) + OH¯(aq)
5. Silikon membentuk molekul-molekul dan ion-ion raksasa, di mana atom oksigen menempati kedudukan yang berselang-seling.


A. KARBON ( C )
Karbon adalah salah satu unsur yang terdapat dialam dengan symbol dalam sistem peridoik adalah �C�. Nama �carbon� berasal dari bahasa latin �carbo� yang berarti �coal� atau �charcoal�. Istilah �coal� menyatakan sediment berwarna hitam atau coklat kehitaman yang bersifat mudah terbakar dan terutama memiliki komposisi utama belerang, hydrogen, oksigen, dan nitrogen.Karbon memiliki nomor atom 6 dan nomor massa 12,011, terletak pada golongan 4A atau 14 dan terdapat dalam periode 2 dan blok p. Konfigurasi electron atom karbon adalah 1s2 2s2 2p2 atau [He] 2s2 2p2 dengan susunan electron dalam kulit atomnya adalah 2 4. Jumlah tingkat energinya adalah 2, dimana tingkat pertama terdapat 2 elektron dan tingkat kedua terdapat 4 elektron.
Karbon merupakan unsur ke-19 yang paling banyak terdapat di kerak bumi yaitu dengan prosentase berat 0,027%, dan menjadi unsur paling banyak ke-4 terdapat jagat raya setelah hydrogen, helium, dan oksigen. Ditemukan baik di air, darat, dan atmosfer bumi, dan didalam tubuh makhluk hidup. Karbon membentuk senyawaan hampir dengan semua unsur terutama senyawa organic yang banyak menyusun dan menjadi bagian dari makhluk hidup.
Keistimewaan unsur karbon dibandingkan dengan unsur golongan IV A yang lain, unsur karbon secara alamiah mengikat dirinya sendiri dalam rantai, baik dengan ikatan tunggal C � C, ikatan rangkap dua C = C, maupun ikatan rangkap tiga C � C. Hal ini terjadi karena unsur karbon mempunyai energi ikatan C � C yang kuat,yaitu sebesar 356 kj/ mol.
Bentuk karbon yang paling banyak dikenal adalah intan dan grafit . Susunan molekul intan lebih rapat dibandingkan dengan grafit. Kerapatan intan adalah 3,51 g / cm3 , sedangkan grafit 2,22 g / cm3. Namun grafit mempunyai kestabilan yang lebih baik dialam,yakni pada 1 atm 300�K adalah 2,9 kj / mol.
Dari rapatannya tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk mengubah grafit menjadi nyan diperlukan tekanan yang besar . ari ifat thermodinamika pada 300�K, 1.500 atm mncapai keseimbangan grafit dan intan ,tetapi berjalan sangat lamban.
1. Sifat-Sifat Karbon
Unsur karbon terdapat dalam tiga bentuk yaitu bentuk amorf,grafit,dan intan.
-Amorf
Unsur karbon dalam bentuk amorf,selain terdapat dialam,juga dihasilkan dari pembakaran terbatas minyak bumi (jumlah oksigen terbatas, sekitar 50 % dari jumlah oksigen yang diperlukan untuk pembakaran sempurna). Secara alami,karbon amorf dihasilkan dari perubahan serbuk gergaji,lignit batu bara,gambut,kayu,batok kelapa,dan biji-bijian.
-Grafit
Grafit adalah zat bukan logam yang mampu mengantarkan panas dengan baik. Bentuk kristal mikro grafit banyak kita kenal sebagai arang,jelaga,atau jelaga minyak. Sifat fiska grafit ditentukan oleh sifat dan luasnya permukaan. Bentuk grafit yang halus akan mempunyai permukaan yang relatif lebih luas,sehingga dengan sedikit gaya tarik akan mudah menyerap gas dan zat terlarut.
Grafit, terdapat dalam bentuk padatan yang memiliki ukuran kristal dan tingkat kemurnian yang berbeda-beda. Grafit dpat dibuat dar kokas (bentuk karbon amorf) menurut reaksi berikut :
C (amorf) C (grafit)
-Intan
Bentuk unsur karbon yang ketiga adalah intan. Intan secara alami diperoleh dari karbon yang dikenal tekanan dan suhu tinggi dalam perut bumi. Intan juga dapat dibuat dari grafit yang diolah pada suhu 3.000 K dan tekanan lebih dari 1,25 x 107 Pa. Proses ini menggunakan katalis logam transisi,seperti kromium (Cr), besi (Fe), dan platina.
Karbon memiliki dua isotop yang stabil yaitu 12C dengan kelimpahan 98,93% dan 13C dengan kelimpahan 1,07%. IUPAC telah menggunakan isotop 12C untuk menentukan berat atom unsur dalam sistem periodic. Isotop 14C terdapat dialam dan bersifat sebagai radioaktif dengan kelimpahan hanya sampai 0.0000000001%, terdapat sekitar 15 isotop karbon.
2. Senyawa Karbon
Karbon dioksida ditemuka di atmosfir bumi dan terlarut dalam air. Karbon juga merupakan bahan batu besar dalam bentuk karbonat unsur-unsur berikut: kalsium, magnesium, dan besi. Batubara, minyak dan gas bumi adalah hidrokarbon. Karbon sangat unik karena dapat membentuk banyak senyawa dengan hidrogen, oksigen, nitrogen dan unsur-unsur lainnya. Dalam banyak senyawa ini atom karbon sering terikat dengan atom karbon lainnya. Ada sekitar sepuluh juta senyawa karbon, ribuan di antaranya sangat vital bagi kehidupan. Tanpa karbon, basis kehidupan menjadi mustahil. Walau silikon pernah diperkirakan dapat menggantikan karbon dalam membentuk beberapa senyawa, sekarang ini diketahui sangat sukar membentuk senyawa yang stabil dengan untaian atom-atom silikon. Atmosfir planet Mars mengandung 96,2% CO2. Beberapa senyawa-senyawa penting karbon adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), karbon disulfida (CS2), kloroform (CHCl3), karbon tetraklorida (CCl4), metana (CH4), etilen (C2H4), asetilen (C2H2), benzena (C6H6), asam cuka(CH3COOH) dan turunan-turunan mereka.
3. Cara Pemerolehan Karbon
Karbon terdapat dialam sebagai grafit . Grafit buatan dengan mereaksikan coke dengan silica (SiO2) dengan reaksi sebagai berikut:

SiO2 + 3C (2500°C) ? �SiC� ? Si (g) + C(graphite)

Karbon juga dapat diperoleh dari pembakaran hidrokarbon atau coal, atau yang lainnya dengan kondisi udara yang terbatas sehigga terjadi pembakaran yang tidak sempurna.

4. Kegunaan Karbon
Karbon menjadi unsur yang memiliki banyak manfaat didunia ini. Berbagai macam aplikasinya baik dalam bentuk senyawaan maupun dalam bentuk unsur memiliki banyak manfaat. Untuk karbon dalam bentuk senyawaan adalah sebagai sumber makanan untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi, kita tahu bahwa berbagai mcam makanan yang kita konsumsi adalah tersusun atas karbon.
Hidrokarbon yang merupakan senyawaan karbon dan hydrogen dipakai untuk bahan bakar, petroleum dipakai untuk produksi gasoline dan kerosin. Celulosa merupakan polimer yang mengandung karbon dalam bentuk katun, wool, linen, dan sutra dipakai sebagai bahan pakaian. Plastik merupakan sintetik polimer karbon dengan banyak manfaat penggunaan.Karbon dapat membentuk alloy atau paduan logam dengan besi yang membentuk baja.Karbon hitam dipakai sebagai pigmen dalam tinta, cat, dan dipakai juga sebagai pengisis dalam industri ban dan plastic.Karbon dipakai sebagai agen pereduksi dalam berbagai reaksi kimia pada suhu yang sangat tiggi.

B. SILIKON ( Si )
Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol Si dan nomor atom 14. Ia merupakan unsur kedua paling berlimpah setelah oksigen di dalam kerak Bumi, mencapai hampir 25.7% . Unsur kimia ini ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius. Terdapat dialam dalam bentuk tanah liat, granit, kuartza dan pasir,kebanyakan dalam bentuk silikon dioksida (dikenal sebagai silika) dan dalam bentuk silikat.
Silikon adalah polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon: tak berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, serta tidak dapat menghantarkan listrik.
1. Karakteristik Silikon
Atom silikon seperti halnya atom karbon, dapat membentuk empat ikatan secara serentak silikon dalam susunan petrahedral, unsur Si mengkristal dengan struktur kubus pusat muka (fcc) seperti intan, silikon bersifat semi konduktor. Dalam SiO2, setiap atom Si terikat pada empat atom O dan tiap atom O terikat pada dua atom Si. Susunan struktur tersebut membentuk jaringan yang sangat besar, yaitu struktur kristal kovalen raksasa (seperti intan). Kuarsa mempunyai titik leleh tinggi dan bersifat insulator. Kuarsa merupakan bentuk umum untuk silika namun, sesungguhnya bentuk-bentuk silika lain banyak, sehingga umumnya disebut mineral silika. Sebagian besar silika tidak larut dalam air. Hanya silikat dari logam alkali yang dapat diperoleh sebagai senyawa yang larut dalam air. Sifat umum dari mineral silikat adalah kekomplekan anion silikatnya, namun struktur dasarnya merupakan tetrahedral sederhana dari empat atom O disekitar atom pusat Si, tetrahedral ini dapat berupa:

- Unit terpisah
-Bergabung menjadi rantai atau cincin dari 2,3,4 atau 6 gugus
-Bergabung membentuk rantai tunggal yang panjang atau rantai ganda
-Tersusun dalam lembaran
-Terikat menjadi kerangka tiga dimensi

SiO44-(aq) + 4H+(aq) � Si(OH)4(aq)

2. Sifat-Sifat Silikon
Silikon kristalin memiliki tampak kelogaman dan bewarna abu-abu. Silikon merupakan unsur yang tidak reaktif secara kimia (inert), tetapi dapat terserang oleh halogen dan alkali. Kebanyakan asam, kecuali hidrofluorik tidak memiliki pengaruh pada silikon.Unsur silikon mentransmisi lebih dari 95% gelombang cahaya infra merah, dari 1,3 sampai 6 mikrometer.
3. Senyawa Silikon
Senyawa silikat dan silikon adalah; silikat, silana (SiH4), asam salisik (H4.SiO4), silikon karbida (SiC), silikon dioksida (SiO2), silikon tetraklorida(SiCl4), silikon tetrafluorida (SiF4), & tetraklora silana(HSiCl3).
4. Cara Pemerolehan
Silikon (Si) dipeeoleh dlm pembentukan komersial biasa dg reduksi SiO2 dg karbon atau CaC2 dlm tungku pemanas listrik utuk memperolh kemurnian yg sgt tinggi (utk digunakan sbg semikonduktor) unsurnya pertama-tama diubah menjadi klorida, yg direduksi kembali menjadi logam oleh hidrogen suhu tinggi. Setelah pengecoran menjadi batangan kemudian dihaluskan (zone refined).
Batangn logam dipanaskan dekat ujungnya sehingga dihasilkan lempeg bersilang dari lelehan silikon (Si). Karena pengotor lebih larut dlm lelehan tersebut drpd dlm padatannya yg terkonsentrasi dlm lelehan, & daerah yg meleleh, kemudian bergerak lambat sepanjang batangan dgn pemindahan sumber panas. Hal ini membawa pengotor sampai ke ujung. Proses ini perli di ulang. Ujung yg tidak murni kemudian dipotong.
5. Kegunaan Silikon
Silikon adalah salah satu unsur yang berguna bagi manusia. Dalam bentuknya sebagai pasir dan tanah liat, dapat digunakan untuk membuat bahan bangunana seperti batu bata. Ia juga berguna sebagai bahan tungku pemanas dan dalam bentuk silikat ia digunakan untuk membuat enamels (tambalan gigi), pot-pot tanah liat, dsb. Silika sebagai pasir merupakan bahan utama gelas Gelas dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan digunakan sebagai wadah, jendela, insulator,dan aplikasi-aplikasi lainnya. Silikon tetraklorida dapat digunakan sebagai gelas iridize.
Silikon super murni dapat didoping dengan boron, gallium, fosfor dan arsenik untuk memproduksi silikon yang digunakan untuk transistor, sel-sel solar, penyulingan, dan alat-alat solid-state lainnya, yang digunakan secara ekstensif dalam barang-barang elektronik dan industri antariksa. Hydrogenated amorphous silicone memiliki potensial untuk memproduksi sel-sel murah untuk mengkonversi energi solar ke energi listrik.
Silikon sangat penting untuk tanaman dan kehidupan binatang. Diatoms dalam air tawar dan air laut mengekstrasi silika dari air untuk membentuk dinding-dinding sel. Silika ada dalam abu hasil pembakaran tanaman dan tulang belulang manusia. Silikon bahan penting pembuatan baja dan silikon karbida digunakan dalam alat laser untuk memproduksi cahaya koheren dengan panjang gelombang 4560 A.
C. GERMANIUM ( GE )
Logam ini ditemukan di
-argyrodite, sulfida germanium dan perak
-germanite, yang mengandung 8% unsur ini
-bijih seng batubara mineral-mineral lainnya
Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik pengolahan bijih-bijih seng, dan sebagai produk sampingan beberapa pembakaran batubara. Germanium dapat dipisahkan dari logam-logam lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat reaktif. Tehnik ini dapat memproduksi germanium dengan kemurnian yang tinggi.
1. Sifat-Sifat Germanium
Unsur ini logam yang putih keabu-abuan. Dalam bentuknya yang murni, germanium berbentuk kristal dan rapuh. Germanium merupakan bahan semikonduktor yang penting. Tehnik pengilangan-zona (zone-refining techniques) memproduksi germanium kristal untuk semikonduktor dengan kemurnian yang sangat tinggi. Germanium (Ge) stabil di udara & air pd keadaan yg normal, & sukar bereaksi dgn alkali & asam, kecuali dengan asam nitrat.
2. Senyawa Germanium
Senyawa germanium adalah GeO2, GeCl4,GeS2, SiGe.
3. Cara Pemerolehan
Keberadaan germanium dialam sangat sedikit, yang diperoleh dari batu bara dan batuan seng pekat.nsur ini lebih reaktif daripada silikon, dan dapat larut dalam HNO3 dan H2SO4 pekatSEperti silikon, germanium juga merupakan bahan semikonduktor.
4. Kegunaan Germanium
Kegunaan umum germanium adalah sebagai bahan semikonduktor. Kegunaan lain unsur ini adalah sebagai bahan pencampur logam, sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barang-baran optik lainnya, termasuk pendeteksi infra merah yang sensitif. Index refraksi yang tinggi dan sifat dispersi oksidanya telah membuat germanium sangat berguna sebagai lensa kamera wide-angle danmicroscope objectives.
Bidang studi kimia organogermanium berkembang menjadi bidang yang penting. Beberapa senyawa germanium memiliki tingkat keracunan yang rendah untuk mamalia, tetapi memiliki keaktifan terhadap beberap jenis bakteria, sehingga membuat unsur ini sangat berguna sebagai agen kemoterapi.

D. TIMAH ( Sn )

Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan symbol kimia Sn. Nama latin dari timah adalah �Stannum� dimana kata ini berhubungan dengan kata �stagnum� yang dalam bahasa inggris bersinonim dengan kata �dripping� yang artinya menjadi cair / basah, penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair.
Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat flesibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan. Logam timah memiliki dua bentuk alotrop yaitu ?-Timah dan ?-Timah. ?-Timah biasa disebut sebagai timah abu-abu karena warnanya abu-abu, dan memiliki struktur kristal kubik mirip diamond, silicon, dan germanium. Alotrop ?-Timah ada dibawah suhu 13,20C dan tidak memiliki sifat logam sama sekali. Diatas suhu ini timah ada dalam bentuk ?-Timah, timah jenis inilah yang kita lihat sehari-hari. Timah ini biasa disebut sebagai timah putih disebabkan warnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur kristal tetragonal. Tingkat resistansi transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat ditingkatkan dengan pencampuran logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau gallium.
Timah adalah unsur dengan jumlah isotop stabil yang terbanyak dimana jangkauan isotop ini mulai dari 112 hingga 126. Dari isotop-isotop tersebut yang paling banyak jumlahnya adalah isotop 120Sn dimana komposisinya mencapai 1/3 dari jumlah isotop Sn yang ada, 116Sn, dan 118Sn. Isotop yang paling sedikit jumlahnya adalah 115Sn. Unsur timah yang memiliki jumlah isotop yang banyak ini sering dikaitkan dengan nomor atom Sn yaitu 50 yang merupakan �magic number� dalam pita kestabilan fisika nuklir. Beberapa isotop bersifat radioaktif dan beberapa yang lain bersifat metastabil (dengan lambang m).
1. Sifat-Sifat Timah
Timah biasa terbentuk oleh 9 isotop yang stabil. Ada 18 isotop lainnya yang diketahui. Timah merupakan logam perak keputih-putihan, mudah dibentuk, ductile dan memilki struktur kristal yang tinggi. Jika struktur ini dipatahkan, terdengar suara yang sering disebut tangisan timah ketika sebatang unsur ini dibengkokkan.
2. Senyawa Timah
Senyawaan timah yang penting adalah organotin, SnO2, Stanat, timah klorida, timah hidrida, dan timah sulfide.
3. Cara Pemerolehan
Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis
biji dan kandungan impuritas dari biji timah. Bijih timah yang biasa digunakan untuk produksi adalah dengan kandungan 0,8-1% (persen berat) timah atau sedikitnya 0,015% untuk biji timah berupa bongkahan-bongkahan kecil. Biji timah dihancurkan dan kemudian dipisahkan dari material-material yang tidak diperlukan, adakalanya biji yang telah dihancurkan dilewatkan dalam �floating tank� dan titambahkan zat kimia tertentu sehingga biji timahnya bisa terapung sehingga bisa dipisahkan dengan mudah.
Biji timah kemudian dikeringkan dan dilewatkan dalam alat pemisah magnetik sehingga kita dapat memisahkan biji timah dari impuritas yang berupa logam besi. Biji timah yang keluar dari proses ini memiliki konsentrasi timah antara 70-77% dan hampir semuanya berupa mineral Cassiterite.
Cassiterite selanjutnya diletakkan dalam furnace bersama dengan karbon dalam bentuk coal atau minyak bumi. Adakalanya juga ditambahkan limestone dan pasir untuk menghilangkan impuritasnya kemudian material dipanaskan pada suhu 1400 C. Karbon bereaksi dengan CO2 yang ada didalam furnace membentuk CO, CO ini kemudian bereaksi dengan cassiterite membentuk timah dan karbondioksida. Logam timah yang dihasilkan dipisahkan melalui bagian bawah furnace untuk diproses lebih lanjut. Untuk memperoleh timah dengan kemurnian yang tinggi maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses elektrolisis. Dengan cara ini kemurnian timah yang diperoleh bisa mencapai 99,8%.
Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis biji dan kandungan impuritas dari biji timah. Bijih timah yang biasa digunakan untuk produksi adalah dengan kandungan 0,8-1% (persen berat) timah atau sedikitnya 0,015% untuk biji timah berupa bongkahan-bongkahan kecil. Biji timah dihancurkan dan kemudian dipisahkan dari material-material yang tidak diperlukan, adakalanya biji yang telah dihancurkan dilewatkan dalam �floating tank� dan titambahkan zat kimia tertentu sehingga biji timahnya bisa terapung sehingga bisa dipisahkan dengan mudah.
Biji timah kemudian dikeringkan dan dilewatkan dalam alat pemisah magnetik sehingga kita dapat memisahkan biji timah dari impuritas yang berupa logam besi. Biji timah yang keluar dari proses ini memiliki konsentrasi timah antara 70-77% dan hampir semuanya berupa mineral Cassiterite.
Cassiterite selanjutnya diletakkan dalam furnace bersama dengan karbon dalam bentuk coal atau minyak bumi. Adakalanya juga ditambahkan limestone dan pasir untuk menghilangkan impuritasnya kemudian material dipanaskan pada suhu 1400 C. Karbon bereaksi dengan CO2 yang ada didalam furnace membentuk CO, CO ini kemudian bereaksi dengan cassiterite membentuk timah dan karbondioksida. Logam timah yang dihasilkan dipisahkan melalui bagian bawah furnace untuk diproses lebih lanjut. Untuk memperoleh timah dengan kemurnian yang tinggi maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses elektrolisis. Dengan cara ini kemurnian timah yang diperoleh bisa mencapai 99,8%.
4. Kegunaan Timah
Logam timah banyak dipergunakan untuk solder(52%), industri plating (16%), untuk bahan dasar kimia (13%), kuningan & perunggu (5,5%), industri gelas (2%), dan berbagai macam aplikasi lain (11%).

E. TIMBAL ( Pb )

Logam timbal telah dipergunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu (sekitar 6400 SM) hal ini disebabkan logam timbal terdapat diberbagai belahan bumi, selain itu timbal mudah di ekstraksi dan mudah dikelola. Unsur ini telah lama diketahui dan disebutkan di kitab Exodus. Para alkemi mempercayai bahwa timbal merupakan unsur tertua dan diasosiasikan dengan planet Saturnus. Timbal alami, walau ada jarang ditemukan di bumi.
Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai �Lead� dengan simbol kimia �Pb�. Simbol ini berasal dari nama latin timbal yaitu �Plumbum� yang artinya logam lunak. Timbal memiliki warna putih kebiruan yang terlihat ketika logam Pb dipotong akan tetapi warna ini akan segera berubah menjadi putih kotor atau abu-abu gelap ketika logam Pb yang baru dipotong tersebut terekspos oleh udara.
Timbal memiliki empat isotop yang stabil yaitu 204Pb, 206Pb, 207Pb, dan 208Pb. Standar massa atom Pb rata-rata adalah 207,2. Sekitar 38 isotop Pb telah ditemukan termasuk isotop sintesis yang bersifat tidak stabil. Isotop timbal dengan waktu paruh yang terpanjang dimiliki oleh 205Pb yang waktu paruhnya adalah 15,3 juta tahun dan 202Pb yang memiliki waktu paruh 53.000 tahun.
Timbal memiliki nomor atom 82 dan nomor massa 207,2. Dengan nomor atom 82 maka timbal memiliki konfigurasi elektron [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p2 dengan jumlah elektron tiap selnya adalah 2, 8, 18, 32, 18, 4. Timbal berada pada golongan IVA (14) bersama dengan C, Si, Ge, dan Sn, periode 6 dan berada pada blok s.
1. Sifat-Sifat Timbal
Timbal atau Timah Hitam (Pb) adalah unsur yang bersifat logam, hal ini merupakan anomali karena unsur-unsur diatasnya (Gol IV) yakni Karbon dan Silikon bersifat non-logam. Di alam, timbal ditemukan dalam mineral Galena (PbS), Anglesit (PbSO4 ) dan Kerusit (PbCO3,), juga dalam keadaan bebas. Memiliki sifat khusus seperti dibawah ini, yakni:
1. Berwarna putih kebiru-biruan dan mengkilap.
2. Lunak sehingga sangat mudah ditempa.
3. Tahan asam, karat dan bereaksi dengan basa kuat.
4. Daya hantar listrik kurang baik. (Konduktor yang buruk)
5. Massa atom relative 207,2
6. Memiliki Valensi 2 dan 4.
7. Tahan Radiasi
8. Timbal larut dalam beberapa asam
9. Bereaksi secara cepat dengan halogen
Timbal sering kali memiliki sifat tampak seperti gas mulia yaitu tidak reaktif, ditunjukkan oleh harga potensial standarnya sebesar � 0,13 V. kereaktifan yang rendah ini dikaitkan dengan overvoltage yang tinggi terhadap hidrogen, dan juga dalam beberapa hal tidak terlarutkan oleh H2SO4 pekat dan HCl pekat.

Sifat Timbal yang lain
Berbagai macam timbal oksida mudah direduksi menjadi logamnya. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan reduktor glukosa, atau mencampur antara PbO dengan PbS kemudian dipanaskan.
2PbO + PbS Ã 3 Pb + SO2
Bila dipanaskan dengan nitrat dari logam alkali maka logam timbal akan membentuk PbO yang umumnya disebut sebagai litharge. PbO adalah contoh dari timbal dengan biloks 2. PbO larut dalam asam nitrat dan asam asetat. PbO juga larut dalam larutan basa membentuk garam plumbit.
PbO2 adalah contoh dari timbal dengan biloks 4 dan merupakan agen pengoksidasi yang kuat. Karena PbO larut dalam asam dan basa maka PbO bersifat amfoter. Senyawa timbal dengan dua macam biloks juga ada yaitu Pb3O4 yang dikenal dengan nama minium.
2. Senyawa Timbal
Senyawa timbal yang umum adalah Tetra Etil Lead (TEL), PbO2, Timbal(II) Klorida (PbCl2), Timbal tetroksida (Pb3O4), dan Timbal(II) Nitrat.
3. Cara Pemerolehan
Pada umumnya biji timbal mengandung 10% Pb dan biji yang memiliki kandungan timbal minimum 3% bisa dipakai sebagai bahan baku untuk memproduksi timbal. Biji timbal pertama kali dihancurkan dan kemudian dipekatkan hingga konsentrasinya mencapai 70% dengan menggunakan proses �froth flotation� yaitu proses pemisahan dalam industri untuk memisahkan material yang bersifat hidrofobik dengan hidrofilik.
Kandungan sulfida dalam biji timbal dihilangkan dengan cara memanggang biji timbal sehingga akan terbentuk timbal oksida (hasil utama) dan campuran antara sulfat dan silikat timbal dan logam-logam lain yang ada dalam biji timbal. Pemanggangan ini dilakukan dengan menggunakan aliran udara panas. Reaksi yang terjadi adalah:
MSn + 1.5nO2 � MOn + nSO2.
Timbal oksida yang terbentuk direduksi dengan menggunakan alat yang dinamakan �blast furnace� dimana pada proses ini hampir semua timbal oksida akan direduksi menjadi logam timbal. Hasil timbal dari proses ini belum murni dan masih mengandung kontaminan seperti Zn, Cd, Ag, Cu, dan Bi. Timbal oksida yang tidak murni ini kemudian dicairkan dalam �furnace reverberatory� dan ditreatment menggunakan udara, uap, dan belerang dimana kontaminan akan teroksidasi kecuali perak, emas, dan bismuth. Kontaminan ini akan terapung pada bagian atas sehingga dapat dipisahkan. Logam perak dan emas dipisahkan, dan bismuthnya dihilangkan dengan menggunakan logam kalsium dan magnesium. Hasil logam yang dihasilkan dari keseluruhan proses ini adalah logam timbal. Logam timbal yang sangat murni diperoleh dengan cara elektrolisis meggunakan elektrolit silica flourida.
4. Kegunaan Timbal
Timbal memiliki kegunaan yang sangat besar bagi kesejahteraan hidup manusia apabila dikelola secara bijaksana, adapun berbagai kegunaan dari timbal antara lain:
a. Timbal digunakan dalam accu dimana accu ini banyak dipakai dalam bidang automotif.
b. Timbal dipakai sebagai agen pewarna dalam bidang pembuatan keramik terutama untuk warna kuning dan merah.
c. Timbal dipakai dalam industri plastic PVC untuk menutup kawat listrik.
d. Timbal dipakai sebagai proyektil untuk alat tembak dan dipakai pada peralatan pancing untuk pemberat disebakan timbale memiliki densitas yang tinggi, harganya murah dan mudah untuk digunakan.
e. Lembaran timbal dipakai sebagai bahan pelapis dinding dalam studio musik.
f. Timbal dipakai untuk pelindung alat-alat kedokteran, laboratorium yang menggunakan radiasi misalnya sinar X.
g. Timbal cair dipergunakan sebagai agen pendingin dalam peralatan reactor yang menggunakan timbale sebagai pendingan.
h. Kaca timbal mengandung 12-28% Pb dimana dengan adanya Pb ini akan mengubah karakteristik optis dari kaca dan mereduksi transmisi radiasi.
i. Timbal banyak dipakai untuk elektroda pada peralatan elektrolisis.
j. Timbal digunakan untuk solder untuk industri elektronik.
k. Timbal dipakai dalam berbagai kabel listrik bertegangan tinggi untuk mencegah difusi air dalam kabel.
l. Timbal ditambahkan dalam peralatan yang terbuat dari kuningan agar tidak licin dan biasanya digunakan dalam peralatan permesinan.
m. Timbal dipakai dalam raket untuk memperberat massa raket.
n. Timbal karena sifatnya tahan korosi maka dipakai dalam bidang kontruks.
o. Dalam bentuk senyawaan maka tetra-etil-lead dipakai sebagai anti-knock pada bahan bakar.
p. Semikonduktor berbahan dasar timbal banyak seperti Timbal telurida, timbale selenida, dan timbale antimonida dipakai dalam peralatan sel surya dan dipakai dalam peralatan detektor inframerah.
q. Timbal biasanya dipakai untuk menyeimbangkan roda mobil tapi sekarang dilarang karena pertimbangan lingkungan.
r. Digunakan sebagai aditif bahan bakar (TEL), berfungsi untuk mengurangi knock pada mesin.




Kesimpulan
1. Golongan IVA pada tabel sistem periodik disebut pula golongan karbon.
2. Dinamakan golongan karbon karena unsur pertama dan umum ditemukan.
3. Unsur-unsur Golongan IVA adalah karbon (C), silikon (Si), germanium (Ge), timah (Sn), dan timbal (Pb).
4. Setiap Unsur memiliki sifat,kesenyawaan,cara pemerolehan,dan kegunaan yang berbeda-beda.
5. Adapun faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya ion positif pada golongan 4 dari atas ke bawah adalah Elektronegativitas dan energi ionisasi
 
No Komen : 5
susanto :: 04-11-2013 07:48:02
Nama ANggota kelompoknya kok NGGAK ADA, trus tulis secara singkat dan kalo copy paste mohon diedit dulu
 
No Komen : 4
Lutfi Ngadimatur Rohmah :: 03-11-2013 20:28:55
GOLONGAN IVA
Unsur-unsur yang terdapat dalam golongan IVA adalah karbon (C), silicon (Si), germanium (Ge),stanum/timah (Sn) dan plumbum/timal (Pb)
SIFAT FISIKA GOLONGAN IVA
Karbon dan silikon termasuk unsur golongan IVA. Anggota unsur golongan IVA lainnya adalah germanium (Ge), timah (Sn), plumbum (Pb). Di sini kita hanya akan mempelajari sifat unsur karbon dan silikon.
SIFAT KIMIA GOLONGAN IVA
Karbon dan silikon termasuk unsur golongan IVA. Anggota unsur golongan IVA lainnya adalah germanium (Ge), timah (Sn), plumbum (Pb). Di sini kita hanya akan mempelajari sifat unsur
karbon dan silikon.
Sifat Fisika Karbon dan Silikon
Karbon dan silikon tidak reaktif pada suhu biasa. Karbon dan silikon membentuk kation sederhana seperti C4+ dan Si4+.Sifat kimia karbon antara lain sebagai berikut.
1) Karbon bereaksi langsung dengan fluor, dengan reaksi seperti berikut.
C(s) + 2 F2(g) → CF4(g)
2) Karbon dibakar dalam udara yang terbatas jumlahnya menghasilkan karbon monoksida.
2 C(s) + O2(g) → 2 CO(g)
Jika dibakar dalam kelebihan udara, akan terbentuk karbon dioksida
3) Membentuk asam oksi.
Bila karbon dipanaskan dalam udara, unsur ini bereaksi dengan oksigen membentuk CO2 dan jika CO2 ini bereaksi dengan air akan membentuk asam karbonat.
CO2(g) + H2O(l) →H4CO3(l)
asam karbonat
4) Membentuk garam asam oksi.
Asam karbonat, suatu asam diprotik yang khas, bereaksi dengan basa menghasilkan karbonat dan bikarbonat, antara lain seperti berikut.
- K2CO3 = kalium karbonat
- KHCO3 = kalium bikarbonat
- MgCO3 = magnesium karbonat
- Mg(HCO3)2 = magnesium bikarbonat
5) Kecenderungan atom karbon membentuk ikatan kovalen tunggal, ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga yang akan membentuk senyawa organik.
Sifat kimia silikon, antara lain seperti berikut.
1. Silikon bereaksi dengan halogen, secara umum reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.
Si + 2 X2 → SiX4
2. Bila silikon dipanaskan dengan oksigen akan membentuk oksida SiO3, sehingga apabila oksida ini bereaksi dengan air membentuk dua asam yaitu asam ortosilikat (H4SiO4) dan asam metasilikat H2SiO3. Senyawa ini tidak larutdalam air tetapi bereaksi dengan basa.
H4SiO4(l) + 4 NaOH(l) → Na4SiO4(l) + H2O(l)
3. Silikon membentuk garam dari asam oksi, antara lain seperti berikut.
- Na2SiO3 = natrium metasilikat
- Mg2SiO4 = magnesium ortosilikat
- LiAl(SiO3)2 = litium aluminium metasilikat
4. Semua silikat membentuk larutan yang bersifat basa yang dapat dilarutkan dalam air, dimana ion SiO32¯ bertindak sebagai basa dengan menghilangkan proton dari air.
SiO32¯(aq) + H2O(l) ←⎯⎯⎯⎯→ HSiO3(aq) + OH¯(aq)
5. Silikon membentuk molekul-molekul dan ion-ion raksasa, di mana atom oksigen menempati kedudukan yang berselang-seling.


A. KARBON ( C )
Karbon adalah salah satu unsur yang terdapat dialam dengan symbol dalam sistem peridoik adalah “C”. Nama “carbon” berasal dari bahasa latin “carbo” yang berarti “coal” atau “charcoal”. Istilah “coal” menyatakan sediment berwarna hitam atau coklat kehitaman yang bersifat mudah terbakar dan terutama memiliki komposisi utama belerang, hydrogen, oksigen, dan nitrogen.Karbon memiliki nomor atom 6 dan nomor massa 12,011, terletak pada golongan 4A atau 14 dan terdapat dalam periode 2 dan blok p. Konfigurasi electron atom karbon adalah 1s2 2s2 2p2 atau [He] 2s2 2p2 dengan susunan electron dalam kulit atomnya adalah 2 4. Jumlah tingkat energinya adalah 2, dimana tingkat pertama terdapat 2 elektron dan tingkat kedua terdapat 4 elektron.
Karbon merupakan unsur ke-19 yang paling banyak terdapat di kerak bumi yaitu dengan prosentase berat 0,027%, dan menjadi unsur paling banyak ke-4 terdapat jagat raya setelah hydrogen, helium, dan oksigen. Ditemukan baik di air, darat, dan atmosfer bumi, dan didalam tubuh makhluk hidup. Karbon membentuk senyawaan hampir dengan semua unsur terutama senyawa organic yang banyak menyusun dan menjadi bagian dari makhluk hidup.
Keistimewaan unsur karbon dibandingkan dengan unsur golongan IV A yang lain, unsur karbon secara alamiah mengikat dirinya sendiri dalam rantai, baik dengan ikatan tunggal C – C, ikatan rangkap dua C = C, maupun ikatan rangkap tiga C ≡ C. Hal ini terjadi karena unsur karbon mempunyai energi ikatan C – C yang kuat,yaitu sebesar 356 kj/ mol.
Bentuk karbon yang paling banyak dikenal adalah intan dan grafit . Susunan molekul intan lebih rapat dibandingkan dengan grafit. Kerapatan intan adalah 3,51 g / cm3 , sedangkan grafit 2,22 g / cm3. Namun grafit mempunyai kestabilan yang lebih baik dialam,yakni pada 1 atm 300⁰K adalah 2,9 kj / mol.
Dari rapatannya tersebut, dapat disimpulkan bahwa untuk mengubah grafit menjadi nyan diperlukan tekanan yang besar . ari ifat thermodinamika pada 300⁰K, 1.500 atm mncapai keseimbangan grafit dan intan ,tetapi berjalan sangat lamban.
1. Sifat-Sifat Karbon
Unsur karbon terdapat dalam tiga bentuk yaitu bentuk amorf,grafit,dan intan.
-Amorf
Unsur karbon dalam bentuk amorf,selain terdapat dialam,juga dihasilkan dari pembakaran terbatas minyak bumi (jumlah oksigen terbatas, sekitar 50 % dari jumlah oksigen yang diperlukan untuk pembakaran sempurna). Secara alami,karbon amorf dihasilkan dari perubahan serbuk gergaji,lignit batu bara,gambut,kayu,batok kelapa,dan biji-bijian.
-Grafit
Grafit adalah zat bukan logam yang mampu mengantarkan panas dengan baik. Bentuk kristal mikro grafit banyak kita kenal sebagai arang,jelaga,atau jelaga minyak. Sifat fiska grafit ditentukan oleh sifat dan luasnya permukaan. Bentuk grafit yang halus akan mempunyai permukaan yang relatif lebih luas,sehingga dengan sedikit gaya tarik akan mudah menyerap gas dan zat terlarut.
Grafit, terdapat dalam bentuk padatan yang memiliki ukuran kristal dan tingkat kemurnian yang berbeda-beda. Grafit dpat dibuat dar kokas (bentuk karbon amorf) menurut reaksi berikut :
C (amorf) C (grafit)
-Intan
Bentuk unsur karbon yang ketiga adalah intan. Intan secara alami diperoleh dari karbon yang dikenal tekanan dan suhu tinggi dalam perut bumi. Intan juga dapat dibuat dari grafit yang diolah pada suhu 3.000 K dan tekanan lebih dari 1,25 x 107 Pa. Proses ini menggunakan katalis logam transisi,seperti kromium (Cr), besi (Fe), dan platina.
Karbon memiliki dua isotop yang stabil yaitu 12C dengan kelimpahan 98,93% dan 13C dengan kelimpahan 1,07%. IUPAC telah menggunakan isotop 12C untuk menentukan berat atom unsur dalam sistem periodic. Isotop 14C terdapat dialam dan bersifat sebagai radioaktif dengan kelimpahan hanya sampai 0.0000000001%, terdapat sekitar 15 isotop karbon.
2. Senyawa Karbon
Karbon dioksida ditemuka di atmosfir bumi dan terlarut dalam air. Karbon juga merupakan bahan batu besar dalam bentuk karbonat unsur-unsur berikut: kalsium, magnesium, dan besi. Batubara, minyak dan gas bumi adalah hidrokarbon. Karbon sangat unik karena dapat membentuk banyak senyawa dengan hidrogen, oksigen, nitrogen dan unsur-unsur lainnya. Dalam banyak senyawa ini atom karbon sering terikat dengan atom karbon lainnya. Ada sekitar sepuluh juta senyawa karbon, ribuan di antaranya sangat vital bagi kehidupan. Tanpa karbon, basis kehidupan menjadi mustahil. Walau silikon pernah diperkirakan dapat menggantikan karbon dalam membentuk beberapa senyawa, sekarang ini diketahui sangat sukar membentuk senyawa yang stabil dengan untaian atom-atom silikon. Atmosfir planet Mars mengandung 96,2% CO2. Beberapa senyawa-senyawa penting karbon adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), karbon disulfida (CS2), kloroform (CHCl3), karbon tetraklorida (CCl4), metana (CH4), etilen (C2H4), asetilen (C2H2), benzena (C6H6), asam cuka(CH3COOH) dan turunan-turunan mereka.
3. Cara Pemerolehan Karbon
Karbon terdapat dialam sebagai grafit . Grafit buatan dengan mereaksikan coke dengan silica (SiO2) dengan reaksi sebagai berikut:

SiO2 + 3C (2500°C) ? “SiC” ? Si (g) + C(graphite)

Karbon juga dapat diperoleh dari pembakaran hidrokarbon atau coal, atau yang lainnya dengan kondisi udara yang terbatas sehigga terjadi pembakaran yang tidak sempurna.

4. Kegunaan Karbon
Karbon menjadi unsur yang memiliki banyak manfaat didunia ini. Berbagai macam aplikasinya baik dalam bentuk senyawaan maupun dalam bentuk unsur memiliki banyak manfaat. Untuk karbon dalam bentuk senyawaan adalah sebagai sumber makanan untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi, kita tahu bahwa berbagai mcam makanan yang kita konsumsi adalah tersusun atas karbon.
Hidrokarbon yang merupakan senyawaan karbon dan hydrogen dipakai untuk bahan bakar, petroleum dipakai untuk produksi gasoline dan kerosin. Celulosa merupakan polimer yang mengandung karbon dalam bentuk katun, wool, linen, dan sutra dipakai sebagai bahan pakaian. Plastik merupakan sintetik polimer karbon dengan banyak manfaat penggunaan.Karbon dapat membentuk alloy atau paduan logam dengan besi yang membentuk baja.Karbon hitam dipakai sebagai pigmen dalam tinta, cat, dan dipakai juga sebagai pengisis dalam industri ban dan plastic.Karbon dipakai sebagai agen pereduksi dalam berbagai reaksi kimia pada suhu yang sangat tiggi.

B. SILIKON ( Si )
Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai simbol Si dan nomor atom 14. Ia merupakan unsur kedua paling berlimpah setelah oksigen di dalam kerak Bumi, mencapai hampir 25.7% . Unsur kimia ini ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius. Terdapat dialam dalam bentuk tanah liat, granit, kuartza dan pasir,kebanyakan dalam bentuk silikon dioksida (dikenal sebagai silika) dan dalam bentuk silikat.
Silikon adalah polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon: tak berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, serta tidak dapat menghantarkan listrik.
1. Karakteristik Silikon
Atom silikon seperti halnya atom karbon, dapat membentuk empat ikatan secara serentak silikon dalam susunan petrahedral, unsur Si mengkristal dengan struktur kubus pusat muka (fcc) seperti intan, silikon bersifat semi konduktor. Dalam SiO2, setiap atom Si terikat pada empat atom O dan tiap atom O terikat pada dua atom Si. Susunan struktur tersebut membentuk jaringan yang sangat besar, yaitu struktur kristal kovalen raksasa (seperti intan). Kuarsa mempunyai titik leleh tinggi dan bersifat insulator. Kuarsa merupakan bentuk umum untuk silika namun, sesungguhnya bentuk-bentuk silika lain banyak, sehingga umumnya disebut mineral silika. Sebagian besar silika tidak larut dalam air. Hanya silikat dari logam alkali yang dapat diperoleh sebagai senyawa yang larut dalam air. Sifat umum dari mineral silikat adalah kekomplekan anion silikatnya, namun struktur dasarnya merupakan tetrahedral sederhana dari empat atom O disekitar atom pusat Si, tetrahedral ini dapat berupa:

- Unit terpisah
-Bergabung menjadi rantai atau cincin dari 2,3,4 atau 6 gugus
-Bergabung membentuk rantai tunggal yang panjang atau rantai ganda
-Tersusun dalam lembaran
-Terikat menjadi kerangka tiga dimensi

SiO44-(aq) + 4H+(aq) → Si(OH)4(aq)

2. Sifat-Sifat Silikon
Silikon kristalin memiliki tampak kelogaman dan bewarna abu-abu. Silikon merupakan unsur yang tidak reaktif secara kimia (inert), tetapi dapat terserang oleh halogen dan alkali. Kebanyakan asam, kecuali hidrofluorik tidak memiliki pengaruh pada silikon.Unsur silikon mentransmisi lebih dari 95% gelombang cahaya infra merah, dari 1,3 sampai 6 mikrometer.
3. Senyawa Silikon
Senyawa silikat dan silikon adalah; silikat, silana (SiH4), asam salisik (H4.SiO4), silikon karbida (SiC), silikon dioksida (SiO2), silikon tetraklorida(SiCl4), silikon tetrafluorida (SiF4), & tetraklora silana(HSiCl3).
4. Cara Pemerolehan
Silikon (Si) dipeeoleh dlm pembentukan komersial biasa dg reduksi SiO2 dg karbon atau CaC2 dlm tungku pemanas listrik utuk memperolh kemurnian yg sgt tinggi (utk digunakan sbg semikonduktor) unsurnya pertama-tama diubah menjadi klorida, yg direduksi kembali menjadi logam oleh hidrogen suhu tinggi. Setelah pengecoran menjadi batangan kemudian dihaluskan (zone refined).
Batangn logam dipanaskan dekat ujungnya sehingga dihasilkan lempeg bersilang dari lelehan silikon (Si). Karena pengotor lebih larut dlm lelehan tersebut drpd dlm padatannya yg terkonsentrasi dlm lelehan, & daerah yg meleleh, kemudian bergerak lambat sepanjang batangan dgn pemindahan sumber panas. Hal ini membawa pengotor sampai ke ujung. Proses ini perli di ulang. Ujung yg tidak murni kemudian dipotong.
5. Kegunaan Silikon
Silikon adalah salah satu unsur yang berguna bagi manusia. Dalam bentuknya sebagai pasir dan tanah liat, dapat digunakan untuk membuat bahan bangunana seperti batu bata. Ia juga berguna sebagai bahan tungku pemanas dan dalam bentuk silikat ia digunakan untuk membuat enamels (tambalan gigi), pot-pot tanah liat, dsb. Silika sebagai pasir merupakan bahan utama gelas Gelas dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan digunakan sebagai wadah, jendela, insulator,dan aplikasi-aplikasi lainnya. Silikon tetraklorida dapat digunakan sebagai gelas iridize.
Silikon super murni dapat didoping dengan boron, gallium, fosfor dan arsenik untuk memproduksi silikon yang digunakan untuk transistor, sel-sel solar, penyulingan, dan alat-alat solid-state lainnya, yang digunakan secara ekstensif dalam barang-barang elektronik dan industri antariksa. Hydrogenated amorphous silicone memiliki potensial untuk memproduksi sel-sel murah untuk mengkonversi energi solar ke energi listrik.
Silikon sangat penting untuk tanaman dan kehidupan binatang. Diatoms dalam air tawar dan air laut mengekstrasi silika dari air untuk membentuk dinding-dinding sel. Silika ada dalam abu hasil pembakaran tanaman dan tulang belulang manusia. Silikon bahan penting pembuatan baja dan silikon karbida digunakan dalam alat laser untuk memproduksi cahaya koheren dengan panjang gelombang 4560 A.
C. GERMANIUM ( GE )
Logam ini ditemukan di
-argyrodite, sulfida germanium dan perak
-germanite, yang mengandung 8% unsur ini
-bijih seng batubara mineral-mineral lainnya
Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik pengolahan bijih-bijih seng, dan sebagai produk sampingan beberapa pembakaran batubara. Germanium dapat dipisahkan dari logam-logam lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat reaktif. Tehnik ini dapat memproduksi germanium dengan kemurnian yang tinggi.
1. Sifat-Sifat Germanium
Unsur ini logam yang putih keabu-abuan. Dalam bentuknya yang murni, germanium berbentuk kristal dan rapuh. Germanium merupakan bahan semikonduktor yang penting. Tehnik pengilangan-zona (zone-refining techniques) memproduksi germanium kristal untuk semikonduktor dengan kemurnian yang sangat tinggi. Germanium (Ge) stabil di udara & air pd keadaan yg normal, & sukar bereaksi dgn alkali & asam, kecuali dengan asam nitrat.
2. Senyawa Germanium
Senyawa germanium adalah GeO2, GeCl4,GeS2, SiGe.
3. Cara Pemerolehan
Keberadaan germanium dialam sangat sedikit, yang diperoleh dari batu bara dan batuan seng pekat.nsur ini lebih reaktif daripada silikon, dan dapat larut dalam HNO3 dan H2SO4 pekatSEperti silikon, germanium juga merupakan bahan semikonduktor.
4. Kegunaan Germanium
Kegunaan umum germanium adalah sebagai bahan semikonduktor. Kegunaan lain unsur ini adalah sebagai bahan pencampur logam, sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barang-baran optik lainnya, termasuk pendeteksi infra merah yang sensitif. Index refraksi yang tinggi dan sifat dispersi oksidanya telah membuat germanium sangat berguna sebagai lensa kamera wide-angle danmicroscope objectives.
Bidang studi kimia organogermanium berkembang menjadi bidang yang penting. Beberapa senyawa germanium memiliki tingkat keracunan yang rendah untuk mamalia, tetapi memiliki keaktifan terhadap beberap jenis bakteria, sehingga membuat unsur ini sangat berguna sebagai agen kemoterapi.

D. TIMAH ( Sn )

Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan symbol kimia Sn. Nama latin dari timah adalah “Stannum” dimana kata ini berhubungan dengan kata “stagnum” yang dalam bahasa inggris bersinonim dengan kata “dripping” yang artinya menjadi cair / basah, penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair.
Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat flesibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan. Logam timah memiliki dua bentuk alotrop yaitu ?-Timah dan ?-Timah. ?-Timah biasa disebut sebagai timah abu-abu karena warnanya abu-abu, dan memiliki struktur kristal kubik mirip diamond, silicon, dan germanium. Alotrop ?-Timah ada dibawah suhu 13,20C dan tidak memiliki sifat logam sama sekali. Diatas suhu ini timah ada dalam bentuk ?-Timah, timah jenis inilah yang kita lihat sehari-hari. Timah ini biasa disebut sebagai timah putih disebabkan warnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur kristal tetragonal. Tingkat resistansi transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat ditingkatkan dengan pencampuran logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau gallium.
Timah adalah unsur dengan jumlah isotop stabil yang terbanyak dimana jangkauan isotop ini mulai dari 112 hingga 126. Dari isotop-isotop tersebut yang paling banyak jumlahnya adalah isotop 120Sn dimana komposisinya mencapai 1/3 dari jumlah isotop Sn yang ada, 116Sn, dan 118Sn. Isotop yang paling sedikit jumlahnya adalah 115Sn. Unsur timah yang memiliki jumlah isotop yang banyak ini sering dikaitkan dengan nomor atom Sn yaitu 50 yang merupakan “magic number” dalam pita kestabilan fisika nuklir. Beberapa isotop bersifat radioaktif dan beberapa yang lain bersifat metastabil (dengan lambang m).
1. Sifat-Sifat Timah
Timah biasa terbentuk oleh 9 isotop yang stabil. Ada 18 isotop lainnya yang diketahui. Timah merupakan logam perak keputih-putihan, mudah dibentuk, ductile dan memilki struktur kristal yang tinggi. Jika struktur ini dipatahkan, terdengar suara yang sering disebut tangisan timah ketika sebatang unsur ini dibengkokkan.
2. Senyawa Timah
Senyawaan timah yang penting adalah organotin, SnO2, Stanat, timah klorida, timah hidrida, dan timah sulfide.
3. Cara Pemerolehan
Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis
biji dan kandungan impuritas dari biji timah. Bijih timah yang biasa digunakan untuk produksi adalah dengan kandungan 0,8-1% (persen berat) timah atau sedikitnya 0,015% untuk biji timah berupa bongkahan-bongkahan kecil. Biji timah dihancurkan dan kemudian dipisahkan dari material-material yang tidak diperlukan, adakalanya biji yang telah dihancurkan dilewatkan dalam “floating tank” dan titambahkan zat kimia tertentu sehingga biji timahnya bisa terapung sehingga bisa dipisahkan dengan mudah.
Biji timah kemudian dikeringkan dan dilewatkan dalam alat pemisah magnetik sehingga kita dapat memisahkan biji timah dari impuritas yang berupa logam besi. Biji timah yang keluar dari proses ini memiliki konsentrasi timah antara 70-77% dan hampir semuanya berupa mineral Cassiterite.
Cassiterite selanjutnya diletakkan dalam furnace bersama dengan karbon dalam bentuk coal atau minyak bumi. Adakalanya juga ditambahkan limestone dan pasir untuk menghilangkan impuritasnya kemudian material dipanaskan pada suhu 1400 C. Karbon bereaksi dengan CO2 yang ada didalam furnace membentuk CO, CO ini kemudian bereaksi dengan cassiterite membentuk timah dan karbondioksida. Logam timah yang dihasilkan dipisahkan melalui bagian bawah furnace untuk diproses lebih lanjut. Untuk memperoleh timah dengan kemurnian yang tinggi maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses elektrolisis. Dengan cara ini kemurnian timah yang diperoleh bisa mencapai 99,8%.
Berbagai macam metode dipakai untuk membuat timah dari biji timah tergantung dari jenis biji dan kandungan impuritas dari biji timah. Bijih timah yang biasa digunakan untuk produksi adalah dengan kandungan 0,8-1% (persen berat) timah atau sedikitnya 0,015% untuk biji timah berupa bongkahan-bongkahan kecil. Biji timah dihancurkan dan kemudian dipisahkan dari material-material yang tidak diperlukan, adakalanya biji yang telah dihancurkan dilewatkan dalam “floating tank” dan titambahkan zat kimia tertentu sehingga biji timahnya bisa terapung sehingga bisa dipisahkan dengan mudah.
Biji timah kemudian dikeringkan dan dilewatkan dalam alat pemisah magnetik sehingga kita dapat memisahkan biji timah dari impuritas yang berupa logam besi. Biji timah yang keluar dari proses ini memiliki konsentrasi timah antara 70-77% dan hampir semuanya berupa mineral Cassiterite.
Cassiterite selanjutnya diletakkan dalam furnace bersama dengan karbon dalam bentuk coal atau minyak bumi. Adakalanya juga ditambahkan limestone dan pasir untuk menghilangkan impuritasnya kemudian material dipanaskan pada suhu 1400 C. Karbon bereaksi dengan CO2 yang ada didalam furnace membentuk CO, CO ini kemudian bereaksi dengan cassiterite membentuk timah dan karbondioksida. Logam timah yang dihasilkan dipisahkan melalui bagian bawah furnace untuk diproses lebih lanjut. Untuk memperoleh timah dengan kemurnian yang tinggi maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses elektrolisis. Dengan cara ini kemurnian timah yang diperoleh bisa mencapai 99,8%.
4. Kegunaan Timah
Logam timah banyak dipergunakan untuk solder(52%), industri plating (16%), untuk bahan dasar kimia (13%), kuningan & perunggu (5,5%), industri gelas (2%), dan berbagai macam aplikasi lain (11%).

E. TIMBAL ( Pb )

Logam timbal telah dipergunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu (sekitar 6400 SM) hal ini disebabkan logam timbal terdapat diberbagai belahan bumi, selain itu timbal mudah di ekstraksi dan mudah dikelola. Unsur ini telah lama diketahui dan disebutkan di kitab Exodus. Para alkemi mempercayai bahwa timbal merupakan unsur tertua dan diasosiasikan dengan planet Saturnus. Timbal alami, walau ada jarang ditemukan di bumi.
Timah dalam bahasa Inggris disebut sebagai “Lead” dengan simbol kimia “Pb”. Simbol ini berasal dari nama latin timbal yaitu “Plumbum” yang artinya logam lunak. Timbal memiliki warna putih kebiruan yang terlihat ketika logam Pb dipotong akan tetapi warna ini akan segera berubah menjadi putih kotor atau abu-abu gelap ketika logam Pb yang baru dipotong tersebut terekspos oleh udara.
Timbal memiliki empat isotop yang stabil yaitu 204Pb, 206Pb, 207Pb, dan 208Pb. Standar massa atom Pb rata-rata adalah 207,2. Sekitar 38 isotop Pb telah ditemukan termasuk isotop sintesis yang bersifat tidak stabil. Isotop timbal dengan waktu paruh yang terpanjang dimiliki oleh 205Pb yang waktu paruhnya adalah 15,3 juta tahun dan 202Pb yang memiliki waktu paruh 53.000 tahun.
Timbal memiliki nomor atom 82 dan nomor massa 207,2. Dengan nomor atom 82 maka timbal memiliki konfigurasi elektron [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p2 dengan jumlah elektron tiap selnya adalah 2, 8, 18, 32, 18, 4. Timbal berada pada golongan IVA (14) bersama dengan C, Si, Ge, dan Sn, periode 6 dan berada pada blok s.
1. Sifat-Sifat Timbal
Timbal atau Timah Hitam (Pb) adalah unsur yang bersifat logam, hal ini merupakan anomali karena unsur-unsur diatasnya (Gol IV) yakni Karbon dan Silikon bersifat non-logam. Di alam, timbal ditemukan dalam mineral Galena (PbS), Anglesit (PbSO4 ) dan Kerusit (PbCO3,), juga dalam keadaan bebas. Memiliki sifat khusus seperti dibawah ini, yakni:
1. Berwarna putih kebiru-biruan dan mengkilap.
2. Lunak sehingga sangat mudah ditempa.
3. Tahan asam, karat dan bereaksi dengan basa kuat.
4. Daya hantar listrik kurang baik. (Konduktor yang buruk)
5. Massa atom relative 207,2
6. Memiliki Valensi 2 dan 4.
7. Tahan Radiasi
8. Timbal larut dalam beberapa asam
9. Bereaksi secara cepat dengan halogen
Timbal sering kali memiliki sifat tampak seperti gas mulia yaitu tidak reaktif, ditunjukkan oleh harga potensial standarnya sebesar – 0,13 V. kereaktifan yang rendah ini dikaitkan dengan overvoltage yang tinggi terhadap hidrogen, dan juga dalam beberapa hal tidak terlarutkan oleh H2SO4 pekat dan HCl pekat.

Sifat Timbal yang lain
Berbagai macam timbal oksida mudah direduksi menjadi logamnya. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan reduktor glukosa, atau mencampur antara PbO dengan PbS kemudian dipanaskan.
2PbO + PbS à 3 Pb + SO2
Bila dipanaskan dengan nitrat dari logam alkali maka logam timbal akan membentuk PbO yang umumnya disebut sebagai litharge. PbO adalah contoh dari timbal dengan biloks 2. PbO larut dalam asam nitrat dan asam asetat. PbO juga larut dalam larutan basa membentuk garam plumbit.
PbO2 adalah contoh dari timbal dengan biloks 4 dan merupakan agen pengoksidasi yang kuat. Karena PbO larut dalam asam dan basa maka PbO bersifat amfoter. Senyawa timbal dengan dua macam biloks juga ada yaitu Pb3O4 yang dikenal dengan nama minium.
2. Senyawa Timbal
Senyawa timbal yang umum adalah Tetra Etil Lead (TEL), PbO2, Timbal(II) Klorida (PbCl2), Timbal tetroksida (Pb3O4), dan Timbal(II) Nitrat.
3. Cara Pemerolehan
Pada umumnya biji timbal mengandung 10% Pb dan biji yang memiliki kandungan timbal minimum 3% bisa dipakai sebagai bahan baku untuk memproduksi timbal. Biji timbal pertama kali dihancurkan dan kemudian dipekatkan hingga konsentrasinya mencapai 70% dengan menggunakan proses “froth flotation” yaitu proses pemisahan dalam industri untuk memisahkan material yang bersifat hidrofobik dengan hidrofilik.
Kandungan sulfida dalam biji timbal dihilangkan dengan cara memanggang biji timbal sehingga akan terbentuk timbal oksida (hasil utama) dan campuran antara sulfat dan silikat timbal dan logam-logam lain yang ada dalam biji timbal. Pemanggangan ini dilakukan dengan menggunakan aliran udara panas. Reaksi yang terjadi adalah:
MSn + 1.5nO2 → MOn + nSO2.
Timbal oksida yang terbentuk direduksi dengan menggunakan alat yang dinamakan “blast furnace” dimana pada proses ini hampir semua timbal oksida akan direduksi menjadi logam timbal. Hasil timbal dari proses ini belum murni dan masih mengandung kontaminan seperti Zn, Cd, Ag, Cu, dan Bi. Timbal oksida yang tidak murni ini kemudian dicairkan dalam “furnace reverberatory” dan ditreatment menggunakan udara, uap, dan belerang dimana kontaminan akan teroksidasi kecuali perak, emas, dan bismuth. Kontaminan ini akan terapung pada bagian atas sehingga dapat dipisahkan. Logam perak dan emas dipisahkan, dan bismuthnya dihilangkan dengan menggunakan logam kalsium dan magnesium. Hasil logam yang dihasilkan dari keseluruhan proses ini adalah logam timbal. Logam timbal yang sangat murni diperoleh dengan cara elektrolisis meggunakan elektrolit silica flourida.
4. Kegunaan Timbal
Timbal memiliki kegunaan yang sangat besar bagi kesejahteraan hidup manusia apabila dikelola secara bijaksana, adapun berbagai kegunaan dari timbal antara lain:
a. Timbal digunakan dalam accu dimana accu ini banyak dipakai dalam bidang automotif.
b. Timbal dipakai sebagai agen pewarna dalam bidang pembuatan keramik terutama untuk warna kuning dan merah.
c. Timbal dipakai dalam industri plastic PVC untuk menutup kawat listrik.
d. Timbal dipakai sebagai proyektil untuk alat tembak dan dipakai pada peralatan pancing untuk pemberat disebakan timbale memiliki densitas yang tinggi, harganya murah dan mudah untuk digunakan.
e. Lembaran timbal dipakai sebagai bahan pelapis dinding dalam studio musik.
f. Timbal dipakai untuk pelindung alat-alat kedokteran, laboratorium yang menggunakan radiasi misalnya sinar X.
g. Timbal cair dipergunakan sebagai agen pendingin dalam peralatan reactor yang menggunakan timbale sebagai pendingan.
h. Kaca timbal mengandung 12-28% Pb dimana dengan adanya Pb ini akan mengubah karakteristik optis dari kaca dan mereduksi transmisi radiasi.
i. Timbal banyak dipakai untuk elektroda pada peralatan elektrolisis.
j. Timbal digunakan untuk solder untuk industri elektronik.
k. Timbal dipakai dalam berbagai kabel listrik bertegangan tinggi untuk mencegah difusi air dalam kabel.
l. Timbal ditambahkan dalam peralatan yang terbuat dari kuningan agar tidak licin dan biasanya digunakan dalam peralatan permesinan.
m. Timbal dipakai dalam raket untuk memperberat massa raket.
n. Timbal karena sifatnya tahan korosi maka dipakai dalam bidang kontruks.
o. Dalam bentuk senyawaan maka tetra-etil-lead dipakai sebagai anti-knock pada bahan bakar.
p. Semikonduktor berbahan dasar timbal banyak seperti Timbal telurida, timbale selenida, dan timbale antimonida dipakai dalam peralatan sel surya dan dipakai dalam peralatan detektor inframerah.
q. Timbal biasanya dipakai untuk menyeimbangkan roda mobil tapi sekarang dilarang karena pertimbangan lingkungan.
r. Digunakan sebagai aditif bahan bakar (TEL), berfungsi untuk mengurangi knock pada mesin.




Kesimpulan
1. Golongan IVA pada tabel sistem periodik disebut pula golongan karbon.
2. Dinamakan golongan karbon karena unsur pertama dan umum ditemukan.
3. Unsur-unsur Golongan IVA adalah karbon (C), silikon (Si), germanium (Ge), timah (Sn), dan timbal (Pb).
4. Setiap Unsur memiliki sifat,kesenyawaan,cara pemerolehan,dan kegunaan yang berbeda-beda.
5. Adapun faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya ion positif pada golongan 4 dari atas ke bawah adalah Elektronegativitas dan energi ionisasi
 
No Komen : 3
Lutfi Ngadimatur Rohmah :: 03-11-2013 19:46:14
SIFAT KIMIA GOLONGAN IVA
Karbon dan silikon termasuk unsur golongan IVA. Anggota unsur golongan IVA lainnya adalah germanium (Ge), timah (Sn), plumbum (Pb). Di sini kita hanya akan mempelajari sifat unsur
karbon dan silikon.
a. Sifat Fisika Karbon dan Silikon
Karbon dan silikon tidak reaktif pada suhu biasa. Karbon dan silikon membentuk kation sederhana seperti C4+ dan Si4+.Sifat kimia karbon antara lain sebagai berikut.
1) Karbon bereaksi langsung dengan fluor, dengan reaksi seperti berikut.
C(s) + 2 F2(g) → CF4(g)
2) Karbon dibakar dalam udara yang terbatas jumlahnya menghasilkan karbon monoksida.
2 C(s) + O2(g) → 2 CO(g)
Jika dibakar dalam kelebihan udara, akan terbentuk karbon dioksida
3) Membentuk asam oksi.
Bila karbon dipanaskan dalam udara, unsur ini bereaksi dengan oksigen membentuk CO2 dan jika CO2 ini bereaksi dengan air akan membentuk asam karbonat.
CO2(g) + H2O(l) →H4CO3(l)
asam karbonat
4) Membentuk garam asam oksi.
Asam karbonat, suatu asam diprotik yang khas, bereaksi dengan basa menghasilkan karbonat dan bikarbonat, antara lain seperti berikut.
- K2CO3 = kalium karbonat
- KHCO3 = kalium bikarbonat
- MgCO3 = magnesium karbonat
- Mg(HCO3)2 = magnesium bikarbonat
5) Kecenderungan atom karbon membentuk ikatan kovalen tunggal, ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga yang akan membentuk senyawa organik.
Sifat kimia silikon, antara lain seperti berikut.
1. Silikon bereaksi dengan halogen, secara umum reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.
Si + 2 X2 → SiX4
2. Bila silikon dipanaskan dengan oksigen akan membentuk oksida SiO3, sehingga apabila oksida ini bereaksi dengan air membentuk dua asam yaitu asam ortosilikat (H4SiO4) dan asam metasilikat H2SiO3. Senyawa ini tidak larutdalam air tetapi bereaksi dengan basa.
H4SiO4(l) + 4 NaOH(l) → Na4SiO4(l) + H2O(l)
3. Silikon membentuk garam dari asam oksi, antara lain seperti berikut.
- Na2SiO3 = natrium metasilikat
- Mg2SiO4 = magnesium ortosilikat
- LiAl(SiO3)2 = litium aluminium metasilikat
4. Semua silikat membentuk larutan yang bersifat basa yang dapat dilarutkan dalam air, dimana ion SiO32¯ bertindak sebagai basa dengan menghilangkan proton dari air.
SiO32¯(aq) + H2O(l) ←⎯⎯⎯⎯→ HSiO3(aq) + OH¯(aq)
5. Silikon membentuk molekul-molekul dan ion-ion raksasa, di mana atom oksigen menempati kedudukan yang berselang-seling.
 
No Komen : 2
ika wahyu ningrum :: 03-11-2013 11:18:10
A. Golongan III A

Unsur-unsur pada golongan IIIA mencakup satu unsur non-logam dan empat unsur lainnya yang memiliki sifat kelogaman yang sama (Miessler, 1991). Unsur-unsur pada golongan IIIA menunjukkan perbedaan sifat yang cukup bervariasi. Boron merupakan unsur non-logam, aluminium merupakan unsur logam namun menunjukkan banyak kemiripan sifat kimia dengan boron, dan unsur sisanya seluruhnya memiliki karakteristik sebagai unsur logam (Sharpe, 1992).

Meskipun keadaan oksidasi positif tiga (+3) merupakan karakteristik utama untuk semua unsur golongan IIIA, keadaan positif satu (+1 atau + saja) terdapat dalam senyawaan semua unsur golongan IIIA kecuali boron, dan untuk thallium keadaan tersebut merupakan keadaan oksidasi yang stabil. Faktanya thallium menunjukkan kemiripan dengan banyak unsur lain (alkali tanah, perak, merkuri, dan timbal ) sehingga disebut duckbill platypus di antara unsur-unsur lainnya (Sharpe, 1992).








A. Kelimpahan Unsur-Unsur Golongan IIIA

1. BORON
Ada dua alotrop boron; boron amorfus adalah serbuk coklat, tetapi boron metalik berwarna hitam. Bentuk metaliknya keras (9,3 dalam skala Moh) dan konduktor yang buruk dalam suhu kamar. Tidak pernah ditemukan bebas dalam alam. Unsur ini tidak ditemukan di alam, tetapi timbul sebagai asam othorboric dan biasanya ditemukan dalam sumber mata air gunung berapi dan sebagai borates di dalam boron dan colemantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optik alami. Sumber-sumber penting boron adalah rasorite (kernite) dan tincal (bijih borax). Kedua bijih ini dapat ditemukan di gurun Mojave. Tincal merupakan sumber penting boron dari Mojave. Deposit borax yang banyak juga ditemukan di Turkey. Boron muncul secara alami sebagai campuran isotop 10B sebanyak 19.78% dan isotop 11B 80.22%.

2. ALUMUNIUM
Aluminium terdapat melimpah dalam kulit bumi, yaitu sekitar 7,6 %. Dengan kelimpahan sebesar itu, aluminium merupakan unsur ketiga terbanyak setelah oksigen dan silikon, serta merupakan unsur logam yang paling melimpahtetapi tidak ditemukan dalam bentuk unsur bebas di alam. Mineral aluminium yang bernilai ekonomis adalah bauksit yang merupakan satu-satunya sumber aluminium. Bauksit mengandung aluminium dalam bentuk aluminium oksida (Al2O3). Kriloit digunakan pada peleburan aluminium, sedangkan tanah liat banyak digunakan untuk membuat batubata, keramik. Di Indonesia, bauksit banyak ditemukan di pulau Bintan (Kalimantan Barat). Aluminium (Al) adalah unsur logam yang biasa dijumpai dalam kerak bumi yang terdapat dalam batuan seperti felspar dan mika. Umumnya juga dalam bentuk aluminium silikat dan campurannya dalam logam lain seperti natrium, kalium, furum, kalsium & magnesium. Kelimpahan Aluminium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 81,300. Aluminium ialah logam paling berlimpah.Aluminium (Al) adalah unsur logam yang biasa dijumpai dlm kerak bumi yang terdapat dalam batuan seperti felspar dan mika. Umumnya juga dalam bentuk aluminium silikat dan campurannya dalam logam lain seperti natrium, kalium, furum, kalsium & magnesium. Aluminium murni adalah logam berwarna putih keperakan dengan banyak karakteristik yang diinginkan.
3. GALIUM terdapat dalam jumlah yg sedikit di alam, yaitu dalam bentuk bauksit, pirit, magnetit dan kaolin. Biji Galium (Ga) sangat langka tetapi Galium (Ga) terdapat di logam-logam yang lain. Kelimpahan Galium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 15. Indium tidak pernah ditemukan dalam bentuk logam bebas di alam, tetapi dalam bentuk sulfida (In2S3) dan dalam bentuk campuran seng, serta biji tungsten, timah dan besi. Kelimpahan Indium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 0,1. Di alam talium terdapat dalam bentuk batu-batuan dan merupakan keluarga logam aluminium yang terdapat dalam bentuk gabungan dengan pirit, campuran seng dan hematit. Kelimpahan Talium dalam kulit bumi (ppm) sebesar 2. Galium sering ditemukan sebagai elemen yang terkandung di dalam diaspore, sphalerite, germanite, bauksit dan batubara. Analisa debu dari hasil pembakaran batubara pernah menunjukkan kandungan galium sebanyak 1.5%.
4. INDIUM (berasal dari garis terang indigo pada spektrumnya) Unsur ini ditemukan oleh Reich and Richter, yang kemudian mengisolasi logam ini. Sampai pada tahun 1924, hanya satu gram yang tersedia di seluruh dunia dalam bentuk terisolasi. Ketersediaanya mungkin sebanyak perak. Sekitar 4 juta troy ons indium diproduksi di negara-negara maju. Kanada memproduksi lebih dari 1 juta troy ons setiap tahunnya. Indium adalah logam yang jarang ditemukan, sangat lembut, berwarna putih keperakan dan stabil di dalam udara dan air tetapi larut dalam asam. Indium termasuk dalam logam miskin ( logam miskin atau logam post-transisi adalah unsur logam dari blok p dari tabel periodik, terjadi antara metalloid dan logam transisi, tetapi kurang dibanding dengan logam alkali dan logam alkali tanah, titik leleh dan titik didihnya lebih rendah dibanding dengan logam transisi dan mereka lebih lunak). Indium ditemukan dalam bijih seng tertentu. Logam indium dapat menyala dan terbakar. Indium sering diasosiasikan dengan seng dan dari bahan inilah indium diproduksi secara komersil. Ia juga ditemukan di bijih besi, timbal dan tembaga.
5. TALIUM ditemukan secara spektroskopis oleh Crookes pada tahun 1861. Nama elemen ini diambil dari garis hijau di spektrumnya. Logam ini berhasil diisolasi oleh Crookes dan Lamy pada tahun 1862 pada saat yang bersamaan. Thalium adalah unsur kimia dengan simbol Tl dan mempunyai nomor atom 81. Talium terdapat di crooksite, lorandite, dan hutchinsonite. Ia juga ada dalam pyrites. Manganes nodules, ditemukan di dasar samudera juga mengandung talium.

B. Sifat – sifat unsur golongan III A
1. Sifat Fisika
Unsur B Al Ga In Tl
Nomor atom 5 13 31 49 81
Jari –jari atom (A0) 0,80 1,25 1,24 1,50 1,55
Jari –jari ion (A0) - 0,45 0,60 0,81 0,95
Kerapatan (g/cm3) 2,54 2,70 5,90 7,30 11,85
Titik Leleh (0K) 2300 932 303 429 577
Titik Didih (0K) 4200 2720 2510 2320 1740
Energi ionisasi (I) (kJ/mol) 807 577 579 556 590
Energi ionisasi (II) (kJ/mol) 2425 1816 1979 1820 1971
Energi ionisasi (III) (kJ/mol) 3658 2744 2962 2703 2874

Tabel diatas menunjukkan ringkasan beberapa sifat penting dari unsur-unsur golongan IIIA. Fakta yang terpenting pada tabel diatas adalah tingginya titik leleh Boron dan titik leleh Galium yang relatif rendah; peningkatan yang signifikan pada potensial reduksi dari atas ke bawah dalam satu golongan; tingginya energi ionisasi dari golongan nonlogam (boron) dan besarnya peningkatan kepadatan dari atas ke bawah dalam satu golongan.
Kecenderungan sifat logam golongan IIIA:
• Jari-jari logam cenderung berkurang dari Ga- Tl, kecuali logam Al
• Jari-jari ion cenderung meningkat dari Al – Tl
• Energi ionisasi pertama unsur golongan IIIA cenderung berkurang dari Al – Tl
• Keelektronegatifan unsur golongan IIIA cenderung bertambah dari Al – Tl
• Titik cair unsur golongan IIIA cenderung bertambah dari Ga – Tl, kecuali Al memiliki titik cair yang besar
• Titik didih unsur golongan IIIA cenderung berkurang dari Al – Tl
Potensial reduksi negatif menyatakan bahwa unsur lebih bersifat logam dibandingkan hidrogen. Energi pengionan dari logam golongan IIIA hampir sama satu sama lain, kecuali energi hidrasi Al3+ merupakan yang terbesar di antara kation golongan IIIA. Hal ini menjelaskan bahwa Al3+ mempunyai potensial reduksi negatif yang paling besar di antara kation golongan IIIA dan bahwa Al adalah logam yang paling aktif.
Sifat menarik dari unsur Ga, In, dan Tl yang tidak terdapat pada Al adalah kemampuan membentuk ion bermuatan satu. Kemampuan ini menunjukkan adanya pasangan elektron lembam, nS2, dalam atau dari unsur pasca-peralihan (post-transition). Jadi, sebuah atom Ga dapat kehilangan elektron pada 4p dan mempertahankan elektron 4s untuk membentuk ion Ga+, dengan konfigurasi elektron [Ar]3d104s2. Kemungkinan ini lebih mudah terjadi pada atom yang lebih berat dalam golongan. Dalam kenyataannya , talium dengan bilangan oksidasi +1 lebih mantap dalam larutan berair dibanding taliuum dengan bilangan oksidasi +3.
Ukuran ion yang kecil, besarnya muatan ion, dan tingginya energi ionisasi menyebabkan logam golongan IIIA umumnya memiliki sifat kovalen yang tinggi ( ion Al3+ tidak dijumpai kecuali dalam ALF3padat). Dalam larutan berair, ion Al3+ berada dalam bentuk ion terhidrat Al(H2O)63+ atau dalam bentuk kompleks lainnya. Al sangat stabil terhadap udara, karena membentuk lapisan oksida pada permukaannya yang digunakan untuk melindungi logam dari oksidasi lebih lanjut.

2. Sifat Kimia
A. Boron adalah unsur golongan IIIA dengan nomor atom lima. Boron memiliki sifat diantara logam dan nonlogam (semimetalik). Boron lebih bersifat semikonduktor daripada sebuah konduktor logam lainnya. Secara kimia boron berbeda dengan unsur- unsur satu golongannya. Boron juga merupakan unsur metaloid dan banyak ditemukan dalam bijih borax. Ada dua alotrop boron; boron amorfus adalah serbuk coklat, tetapi boron metalik berwarna hitam. Bentuk metaliknya keras (9,3 dalam skala Moh) dan konduktor yang buruk dalam suhu kamar. Tidak pernah ditemukan bebas dalam alam. ¬¬¬Ciri-ciri optik unsur ini termasuklah penghantaran cahaya inframerah. Pada suhu piawai boron adalah pengalir elektrik yang kurang baik, tetapi merupakan pengalir yang baik pada suhu yang tinggi. Boron merupakan unsur yang kurang elektron dan mempunyai p-orbital yang kosong. Ia bersifat elektrofilik. Sebagian boron sering berkelakuan seperti asam Lewis yaitu siap untuk terikat dengan bahan kaya elektron untuk memenuhi kecenderungan boron untuk mendapatkan elektron.
Unsur ini tidak ditemukan di alam, tetapi timbul sebagai asam othorboric dan biasanya ditemukan dalam sumber mata air gunung berapi dan sebagai borates di dalam boron dan colemantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optik alami. Isotop boron-10 digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir, sebagai tameng pada radiasi nuklir dan dalam instrumen-instrumen yang digunakan untuk mendeteksi netron. Boron nitrida memiliki sifat-sifat yang cemerlang karena ia sekeras berlian, dapat digunakan sebagai insulator listrik walau dapat menghantar panas seperti logam. Senyawa ini juga memiliki sifat lubrikasi seperti grafit. Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan melepaskan banyak energi dan pernah digunakan sebagai bahan bakar roket. Penawaran terhadap filamen boron juga meningkat karena bahan ini kuat dan ringan dan digunakan sebagai struktur pesawat antariksa. Boron mirip dengan karbon dalam memiliki kapasitas membentuk jaringan molekul dengan ikatan kovalen. Karbonat, metalloboran, fosfakaboran dan semacamnya terdiri dari ribuan senyawa.
B. Aluminium tidak beracun (sebagai logam), nonmagnetik dan tidak memercik. Aluminium sangat lunak dan kurang keras. Aluminium adalah logam aktif seperti yang ditunjukkan pada harga potensial reduksinya dan tidak ditemukan dalam bentuk unsur di alam. Tahan korosi dan tidak beracun maka banyak digunakan untuk alat rumah tangga seperti panci, wajan dan lain-lain. Reflektif, dalam bentuk aluminium foil digunakan sebagai pembungkus makanan, obat, dan rokok. Daya hantar listrik dua kali lebih besar dari Cu maka Al digunakan sebagai kabel tiang. Al sebagai zat reduktor untuk oksida MnO2 dan Cr2O3. Berat jenisnya listrik ringan (hanya 2,7 gr/cm³, Penghantar listrik dan panas yang baik, mudah di fabrikasi/di bentuk kekuatannya rendah tetapi pemaduan (alloying) kekuatannya bisa ditingkatkan. Sifat bahan korosi dari aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan aluminium oksida (Al2O3) pada permukaan aluminium. Lapisan ini membuat Al tahan korosi tetapi sekaligus sukar dilas, karena perbedaan melting point (titik lebur). Aluminium umumnya melebur pada temperature ± 600 derajat C dan aluminium oksida melebur pada temperature 2000oC. Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. Terang dan kuat. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas. Dapat ditempa menjadi lembaran, ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang serta tahan korosi.
C. Galium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ga dan nomor atom 31. sebuah logam miskin yang jarang dan lembut, galium merupakan benda padat yang mudah rapuh pada suhu rendah namun mencair lebih lambat di atas suhu kamar dan akan melebur ditangan. Terbentuk dalam jumlah sedikit di dalam bauksit dan bijih seng. Unsur ini satu dari empat logam: raksa, cesium dan rubidium yang dapat berbentuk cair dekat pada suhu ruangan. Oleh karena itu galium dapat digunakan pada termometer suhu tinggi. Ia memiliki tekanan uap rendah pada suhu tinggi. Ada tendensi yang kuat untuk galium menjadi super dingin dibawah titik bekunya. Oleh karena itu proses seeding diperlukan untuk menginisiasi solidifikasi. Galium yang sangat murni bewarna keperakan dan logam ini memuai sebayak 3.1% jika berubah dari bentuk cair ke bentuk padat. Oleh karena itu, galium tidak boleh disimpan dalam gelas atau kontainer logam karena ia akan merusak tempatnya jika galium tersolidifikasi. Elemen ini tidak rentan terhadap serangan asam-asam mineral.
D. Indium adalah logam yang jarang ditemukan, sangat lembut, berwarna putih keperakan dan stabil di dalam udara dan air tetapi larut dalam asam. Indium termasuk dalam logam miskin ( logam miskin atau logam post-transisi adalah unsur logam dari blok p dari tabel periodik, terjadi antara metalloid dan logam transisi, tetapi kurang dibanding dengan logam alkali dan logam alkali tanah, titik leleh dan titik didihnya lebih rendah dibanding dengan logam transisi dan mereka lebih lunak). Indium ditemukan dalam bijih seng tertentu. Logam indium dapat menyala dan terbakar.
E. Thalium adalah unsur kimia dengan simbol Tl dan mempunyai nomor atom 81. Thalium adalah logam yang lembut dan berwarna kelabu dan lunak dan dapat dipotong dengan sebuah pisau. Thalium termasuk logam miskin. Thalium kelihatannya seperti logam yang berkilauan tetapi ketika bersentuhan dengan udara, thalium dengan cepat memudar menjadi warna kelabu kebiru-biruan yang menyerupai timbal. Jika thalium berada di udara dalam jangka waktu yang lama maka akan terbentuk lapisan oksida pada thalium. Jika thalium berada di air maka akan terbentuk thalium hidroksida. Oksida akan terbentuk jika membiarkan talium di udara dan hidrida dapat terbentuk jika tercampur dengan air. Logam ini sangat lunak dan mudah dibentuk. Ia dapat dipotong denganpisau.



C. Cara Membuat Unsur-unsur Golongan IIIA
1. Boron
Kristal boron murni dapat dipersiapkan dengan cara reduksi fase uap boron triklorida atau tribomida dengan hidrogen pada filamen yang dipanaskan dengan listrik. Boron yang tidak murni (amorphous boron) menyerupai bubuk hitam kecokletan dan dapat dipersiapkan dengna cara memanaskan boron trioksida dengan bubuk magnesium. Boron dengan kemurnian 99.9999% telah diproduksi dan tersedia secara komersil. Boron bukan konduk Dalam Pembuatan Boron, menurut Moissan, unsure ini diperoleh melalui perubahan menjadi asam borat yang disusul kemudian dengan dehidrasi menjadi B2O3, kemudian direduksi dengan logam magnesium. Hasil yang didapatkan berupa boron amorf yang mengandung 80% – 90% boron. Boron yang kemurniannya tinggi untuk semikonduktor, menurut Kiessling dapat diperoleh lewat reduksi BBr3dengan Hidrogen pada suhu 800oC.tor listrik yang bagus pada suhu ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi.

2. Alumunium
Aluminium adalah logam yang sangat reaktif yang membentuk ikatan kimia berenergi tinggi dengan oksigen. Dibandingkan dengan logam lain, proses ekstraksi aluminium dari batuannya memerlukan energi yang tinggi untuk mereduksi Al2O3. Proses reduksi ini tidak semudah mereduksi besi dengan menggunakan batu bara, karena aluminium merupakan reduktor yang lebih kuat dari karbon. Proses produksi aluminium dimulai dari pengambilan bahan tambang yang mengandung aluminium (bauksit, corrundum, gibbsite, boehmite, diaspore, dan sebagainya). Selanjutnya, bahan tambang dibawa menuju proses Bayer.






Proses Bayer menghasilkan alumina (Al2O3) dengan membasuh bahan tambang yang mengandung aluminium dengan larutan natrium hidroksida pada temperatur 175 oC sehingga menghasilkan aluminium hidroksida, Al(OH)3. Aluminium hidroksida lalu dipanaskan pada suhu sedikit di atas 1000 oC sehingga terbentuk alumina dan H2O yang menjadi uap air. Setelah Alumina dihasilkan, alumina dibawa ke proses Hall-Heroult. Proses Hall-Heroult dimulai dengan melarutkan alumina dengan leelehan Na3AlF6, atau yang biasa disebut cryolite. Larutan lalu dielektrolisis dan akan mengakibatkan aluminium cair menempel pada anoda, sementara oksigen dari alumina akan teroksidasi bersama anoda yang terbuat dari karbon, membentuk karbon dioksida. Aluminium cair memiliki massa jenis yang lebih ringan dari pada larutan alumina, sehingga pemisahan dapat dilakukan dengan mudah.
Elektrolisis aluminium dalam proses Hall-Heroult menghabiskan energi yang cukup banyak. Rata-rata konsumsi energi listrik dunia dalam mengelektrolisis alumina adalah 15 kWh per kilogram aluminium yang dihasilkan. Energi listrik menghabiskan sekitar 20-40% biaya produksi aluminium di seluruh dunia.

Gambar 10: Diagram Proses Hall-Heroult yang disederhanakan. Perhatikan letak katoda yang berada di dasar wadah, untuk mengantisipasi massa jenis aluminium cair yang lebih tinggi dibandingkan larutan cryolite-alumina


Aluminium daur ulang
Salah satu keuntungan aluminium lainnya adalah, mampu didaur ulang tanpa mengalami sedikitpun kehilangan kualitas. Proses daur ulang tidak mengubah struktur aluminium, daur ulang terhadap aluminium dapat dilakukan berkali-kali (wasteonline.org). Mendaur ulang aluminium hanya mengkonsumsi energi sebesar 5% dari yang digunakan dalam memproduksi aluminium dari bahan tambang (economist.com). Di Eropa, terutama negara Skandinavia, 95% aluminium yang beredar merupakan bahan hasil daur ulang.
Proses daur ulang aluminium berawal dari kegiatan meleburkan sampah aluminium. Hal ini akan menghasilkan endapan. Endapan ini dapat diekstraksi ulang untuk mendapatkan aluminium, dan limbah yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan campuran aspal dan beton karena merupakan limbah yang berbahaya bagi alam.
Dengan kata lain aluminium dapat dibuat dengan cara-cara berikut: Pemurnian bauksit melalui cara : Pemurnian bauksit melalui cara : Tahap pemurnian bauksit dilakukan untuk menghilangkan pengotor utamadalam bauksit. Pengotor utama bauksit biasanya terdiri dari SiO, Fe2O, dan TiO2. Caranya adalah dengan melarutkan bauksit dalam larutan natrium hidroksida (NaOH),
Al2O3(s) + 2NaOH(aq)+ 3H2O(l) 2NaAl(OH)4(aq)

Aluminium oksida larut dalam NaOH sedangkan pengotornya tidak larut. Pengotor- pengotor dapat dipisahkan melalui proses penyaringan. Selanjutnya aluminiumdiendapkan dari filtratnya dengan cara mengalirkan gas CO2 dan pengenceran.
2NaAl(OH)4(aq)+ CO2(g) 2Al(OH)3(s )+ Na2CO3(aq)+ H2O(l)
Endapan aluminium hidroksida disaring,dikeringkan lalu dipanaskan sehinggadiperoleh aluminium oksida murni (Al2O3).
2Al(OH)3(s) Al2O3(s)+ 3H2O(g)

Peleburan / reduksi alumina dengan elektrolisis tahap peleburan alumina dengan cara reduksi melalui proses elektrolisis menurut proses Hall-Heroult. Dalam proses Hall-Heroult, aluminum oksida dilarutkan dalam lelehan krinolit (Na3AlF6) dalam bejana baja berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode. Selanjutnya elektrolisisdilakukan pada suhu 950oC. Sebagai anode digunakan batang grafit.






Dalam proses elektrolisis dihasilkan aluminium di katoda dan di anoda terbentukgas O2 dan CO2
Reaksi : 2Al2O3(l) 4Al3+ (l) + 6O2- (l)

Katoda : 4Al3+ (l)+ 12e- 4Al

Anoda : 4O2- (l) 2O2(g)+ 8e
C(s)+ 2O2- (l) CO2(g)+ 4e





2Al2O3(l)+ C(s) 4Al+ 2O2(g)+ CO2(g)

3. Galium, indium dan Talium
Unsur ini diprediksi dan disebut Mendeleev sebagai ekaaluminum dan ditemukan secara spektroskopik oleh Lecoq de Boisbaudran pada tahun 1875, yang pada tahun yang sama berhasil mengambil logam ini secara elektrolisis dari solusi hidroksida di KOH. Galium (Ga) biasanya adalah hasil samping dari produksi Aluminium pemurnian bauksit dengan proses bayer. Elektrolisis menggunakan elektroda Hg memberikan konsentrasi dan elektrolisis menggunakan katoda stanleysteel dari natrium galat, menghasilkan leburan logam Galium (Ga).Tl biasanya diperoleh dengan elektrolisis larutan garam-garamnya dalam air, bagi Ga dan In kemungkinan ini bertambah karena besarnya tegangan lebih untuk evolusi hidrogen dari logam-logam ini. Indium (In) biasanya diperoleh dengan elektrolisis larutan garam-garamnya dalam air, bagi Ga dan In kemungkinan ini bertambah karena besarnya tegangan lebih untuk evolusi hydrogen dari logam-logam ini. Selain itu talium terdapat di crooksite, lorandite, dan hutchinsonite. Ia juga ada dalam pyrites dan diambil dengan cara memanggang bijih ini. Talium juga dapat diambil dengan cara melebur bijih timbal dan seng. Proses pengambilan talium agak kompleks dan tergantung sumbernya.

D. Senyawaan Unsur-Unsur Golongan IIIA
a. Boron
Pada bagian ini kita akan membahas beberapa persenyawaan boron dengan halogen ( yang disebut sebagai halida), dengan oksigen (yang dikenal dengan oksida), dengan hidrogen (yang dikenal dengan hidrida) dan beberapa senyawa boron lainnya. Untuk setiap senyawa, bilangan oksidasi boron sudah diberikan, tetapi bilangan oksidasi tersebut kurang berguna untuk unsur-unsur blok p khususnya. Tetapi umumnya dari senyawa boron yang terbentuk, bilangan oksidasinya adalah tiga ( 3 ). Hidrida. Istilah hidrida digunakan untuk mengindikasikan senyawa dengan jenis MxHy. Diborane (6): B2H6, Decaborane (14): B10H14, Hexaborane (10): B6H10, Pentaborane (9): B5H9, Pentaborane (11): B5H11, Tetraborane (10): B4H10
Flourida. Senyawa –senyawa boron yang terbentuk dengan flourida adalah sebagai berikut : Boron trifluoride: BF3, Diboron tetrafluoride: B2F4
Klorida.Boron trichloride: BCl3, Diboron tetrachloride: B2Cl4
Nitrida. Ketika boron dipanaskan dengan unsur nitrogen, hasilnya adalah senyawa putih padatan dengan bentuk empiris BN yang disebut dengan nama boron nitrida. Beberapa alasan yang menarik tentang boron nitrida adalah kemiripan strukturnya dengan grafit. Pada tekanan tinggi, boron nitride berubah menjadi lebih padat, lebih keras ( kekerasannya mendekati intan). Nitrida juga berperan sebagai penghambat elektrik tetapi mengalirkan haba (kalor) seperti logam. Unsur ini juga mempunyai sifat pelincir sama seperti grafit.


b. Aluminium
Nitrida. Aluminium Nitrida (AlN) dapat dibuat dari unsur-unsur pada suhu 8000 C. Itu dihidrolisis dengan air membentuk ammonia dan aluminium hidroksida.
Aluminium Hidrida. Aluminium hidrida (AlH3)n dapat dihasilkan dari trimetilaluminium dan kelebihan hydrogen. Ini dibakar secara meledak pada udara. Aluminium hidrida dapat juga dibuat dari reaksi aluminium klorida pada litium klorida pada larutan eter, tetapi tidak dapat diisolasi bebas dari pelarut.
Aluminium oksida. Aluminium oksida (Al2O3¬) dapat dibuat dengan pembakaran oksigen atau pemanasan hidroksida,nitrat atau sulfat.
Pada unsur halogen - aluminium iodida : AlI3, - aluminium flourida : AlF3
c. Galium
Pada unsur halogen membentuk :- Galium triklorida : GaCl3,- Galium (III) bromida GaBr3,- Galium (III) iodida : GaI3, - Galium (III) flourida : GaF3, Galium (II) selenida, Galium (II) sulfida, Galium (II) tellurida, Galium (III) tellurida, Galium (III) selenida, Galium (III) arsenida
d. Indium Senyawa –senyawa indium jarang ditemukan oleh manusia. Semua senyawa indium seharusnya dipandang sebagai racun. Senyawa –senyawa indium dapat merusak hati, ginjal dan jantung.
Pada unsur halogen.- Indium (I) Bromida. - Indium (III) Bromida. - Indium (III) Klorida.- Indium (III) Flourida. Indium (III) Sulfat. Indium (III) Sulfida.Indium (III) Selenida.Indium (III) Phosfida.indium (III) Nitrida. Indium (III) Oksida
e. Thalium
Senyawa thalium pada flourida : TlF, TlF3, Senyawa thalium pada klorida : TlCl, Tl,Cl2, Tl,Cl3. Senyawa thalium pada bromida : TlBr, Tl2Br4. Senyawa thalium pada iodida : TlI, TlI3. Senyawa thalium pada oksida : Tl2O, Tl2O3. Senyawa thalium pada sulfida : Tl2S. Senyawa thalium pada selenida : Tl2Se


E. Reaksi Unsur-Unsur Golongan IIIA
Reaksi- reaksi yang terjadi pada Golongan III A yaitu sebagai berikut :
1. Boron
• Reaksi dengan Udara
4B + 3O2 (g) → 2 B2O

• Reaksi dengan Air
Boron tidak dapat beraksi dengan air pada kondisi normal

• Reaksi dengan Halogen
2B(s) + 3X2(g) à 2BX3 ; X = F,Cl,Br,I

• Reaksi dengan Asam
Boron tidak bereaksi dengan pemanasan asam, misalnya asam hidroklorida (HCl) ataupun dengan pemanasan asam hidroflourida (HF). Boron dalam bentuk serbuk mengoksidasi dengan lambat ketika ditambahkan dengan asam nitrat.

2. Aluminium
• Reaksi dengan Udara
Aluminium merupakan logam yang keberadaannya dialam paling banyak dan urutan ketiga diantara unsur-unsur (setelah oksigen dan silikon ). Bijih aluminium yang paling penting adalah bauksit (rumusnya bervariasi Al2O3. H2O-Al2O3.3H2O) dan kriolit sebab dari mineral tersebut Al dapat diperoleh secara ekonomis. Dijumpai juga bauksit dengan komposisi 50% Al2O3,30% SiO2, 10% Fe2O3, dan 10% H2O. Aluminium juga terdapat banyak dalam batuan aluminosilikat, seperti felspar ( KalSi3O8 atau NaAlSi3O8 ), mika { KH2Al3(SiO4)3 atau NaH2-Al3(SiO4)3}, dan lempung (2H2O.Al2O3.2SiO2). Alumunium sebagai oksida, antara lain korundum (Al2O3) dan bauksit (Al2O3.2H2O).Al2O3 murni tidak berwarna (atau putih jika berupa serbuk), tetapi jika ion Al3+ tercampuri ion Cr3+ menghasilkan warna merah seperti ruby. Jika tercampuri ion Fe3+ atau Ti3+ , menghasilkan warna biru seperti safir. Aluminium sebagai fluorida berbentuk kriolit ( Na3AlF6 ). Tambang aluminium di Indonesia terdapat di pulau Bintan, pulau Bangka, Kalimantan, dan Kepulauan Riau.
Permukaan logam aluminium dilapisi dengan lapisan oksida yang membantunya melindungi logam agar tahan terhadap udara. Jadi, aluminium tidak bereaksi dengan udara. Jika lapisan oksida rusak, logam aluminium bereaksi untuk menyerang (bertahan). Aluminium akan terbakar dalam oksigen dengan nyala api, membentuk aluminium (III) oksida.
Al2O3.4Al (s) + 3O2 (l ) → 2 Al2O3

• Reaksi dengan Air
Aluminium tidak dapat bereaksi dengan air, hal ini dikarenakan logam aluminium juga tidak dapat bereaksi dengan air karena adanya lapisan tipis oksida

• Reaksi aluminium dengan halogen
Aluminium dapat bereaksi dengan unsur –unsur halogen seperti iodin (I2), klorin (Cl2), bromine (Br2), membentuk aluminium halida menjadi aluminium (III) iodida, aluminium (III) bromida, aluminium (III) klorida.
2Al (s) + 3I2 (l) → 2 Al2I6 (s)
2Al (s) + 3Cl2 (l) → 2 Al2 Cl3
2Al (s) + 3Br2 (l) → 2 Al2 Br6

• Reaksi aluminium dengan asam
Logam aluminium larut dengan asam sulfur membentuk larutan yang mengandung ion Al (III) bersama dengan gas hidrogen.
2Al (s) + 3H2SO4 (aq) → 2Al 3+ (aq) + 2SO4 2- (aq) + 3H2 (g)
2Al (s) + 6HCl (aq) → 2Al 3+ (aq) + 6Cl- (aq) + 3H2 (g)

• Reaksi aluminium dengan basa
Aluminium larut dengan natrium hidroksida.
2Al (s) + 2 NaOH (aq) + 6 H2O → 2Na+(aq) + 2 [Al (OH)4]- + 3H2 (g)


3. Galium
• Reaksi galium dengan asam
Ga2O3 + 6 H+ → 2 Ga3+ + 3 H2
Ga (OH)3 + 3 H¬¬+ → Ga3+ + 3 H2O

• Reaksi galium dengan basa
Ga2O3 + 2 OH- → 2 Ga(OH)4¬¬-
Ga (OH)3 + OH- → Ga(OH)4¬¬-

4. Indium
• Reaksi indium dengan udara
In3+ + O¬2 → In¬2¬O3

• Reaksi indium dengan asam
Indium bereaksi dengan HNO3 15 M
In3+ + 3HNO¬3 → In¬(N¬O3)3 + 3H+
Indium juga bereaksi dengan HCl 6M
In3+ + 3HCl → In¬Cl3 + 3H+

5. Talium
• Reaksi talium dengan udara
Talium bereaksi dengan oksida mirip dengan Galium, namun Talium hanya menghasilkan TI2O3 yang berwarna hitam cokelat yang terdekomposisi menjadi Tl2O pada suhu 100oC
2 Tl (s) + O2 (g) → Tl2O

• Reaksi Talium dengan air
Talium kelihatannya tidak bereaksi dengan air. Logam talium memudar dengan lambat dalam air basah atau larut dalam air menghasilkan racun thalium (I) hidroksida
2 Tl (s) + 2H2O (l) → 2 TlOH (aq) + H2 (g)

• Reaksi Talium dengan halogen
Logam talium bereaksi dengan hebat dengan unsur-unsur halogen seperti flourin (F2), klorin (Cl2), dan bromin (Br2) membentuk thalium (III) flourida, thalium (III) klorida, dan thalium (III) bromida. Semua senyawa ini bersifat racun.
2 Tl (s) + 3 F2 (g) → 2 TiF3 (s)
2 Tl (s) + 3 Cl2 (g) → 2 TiCl3 (s)
2 Tl (s) + 3 Br2 (g) → 2 TiBr3 (s)

• Reaksi talium dengan asam
Talium larut dengan lambat pada asam sulfat atau asam klorida (HCl) karena racun garam talium yang dihasilkan tidak larut.

F. Jenis ikatan
Boron mirip dengan karbon dalam memiliki kapasitas membentuk jaringan molekul dengan ikatan kovalen. Karbonat, metalloboran, fosfakaboran dan semacamnya terdiri dari ribuan senyawa.

G. Manfaat Unsur-Unsur Golongan IIIA
1. Boron yang tidak murni digunakan pada pertunjukan kembang api untuk memberikan warna hijau dan dalam roket sebagai pemicu. Na2B4O75H2O. Pentrahidra ini digunakan dalam jumlah yang banyak dalam pembuatan serat gelas yang dijadikan insulasi (insulation fiberglass) dan pemutih sodium perborat (sodium perborate bleach). Asam borik digunakan dalam produk tekstil. Senyawa-senyawa boron lainnya digunakan dalam pembuatan kaca borosilica dan dalam penyembuhan arthritis.
Isotop boron-10 digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir, sebagai tameng pada radiasi nuklir dan dalam instrumen-instrumen yang digunakan untuk mendeteksi netron. Boron nitrida memiliki sifat-sifat yang cemerlang karena ia sekeras berlian, dapat digunakan sebagai insulator listrik walau dapat menghantar panas seperti logam. Senyawa ini juga memiliki sifat lubrikasi seperti grafit. Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan melepaskan banyak energi dan pernah digunakan sebagai bahan bakar roket. Permintaan filamen boron juga meningkat karena bahan ini kuat dan ringan dan digunakan sebagai struktur pesawat antariksa.
2. Kegunaan logam aluminium
• Dalam bidang rumah tangga, aluminium banyak digunakan sebagai peralatan dapur, bahan konstruksi bangunan dan ribuan aplikasi lainnya dimanan logam yangmudah dibuat, kuat dan ringan diperlukan.
• Walau konduktivitas listriknya hanya 60% dari tembaga, tetapi ia digunakansebagai bahan transmisi karena ringan.
• Campuran logam aluminium dengan tembaga, magnesium, silikon,mangan, dan unsur-unsur lainnya untuk membentuk sifat-sifat yang membuataluminium dapat dijadikan sebagai bahan penting dalam konstruksi pesawat modern dan roket. Sebagai pelapis pelindung logam lainnya, logam ini jika diuapkan di vakummembentuk lapisan yang memiliki reflektivitas tinggi untuk cahaya yang tampakdan radiasi panas. Lapisan ini menjaga logam dibawahnya proses oksidasisehingga tidak menurunkan nilai logam yang dilapisi. Lapisan ini digunakan untukmemproteksi kaca teleskop dan kegunaan lainnya.
• Pada sektor industri makanan, sifat aluminium yang lunak, ringan dan mudahdibentuk dimanfaatkan sebagai kemasan berbagai produk makanan.
• Di sektor pembangunan perumahan, aluminium biasa digunakan utuk kusenpintu dan jendela.
3. Kegunaan logam Galium
• semikonduktor, terutama dalam bioda pemancar cahaya
• menjadi alloy
4. Kegunaan logam Indium
• Untuk industri layar datar (flat monitor).
• Sebagai campuran logam.
• Sebagai batang control dalam reactor atom.
• Senyawa Indium (In) tertentu merupakan bahan semikonduktor yang mempunyai karakteristik unik.
5. Kegunaan logam Talium
• Beberapa jenis reaksi gelombang dimanfaatkan dalam system komunikasi militer.
• Talium sulfat, yang tak berwarna, tak berasa, dan sangat beracun sebagai obat pembasmi hama.
• Talium yang dihasilkan dari kristal natrium iodida dalam tabung photomultiplier digunakan pada alat pendeteksi radiasi sinar gamma.
• Kristal talium bromoiodide untuk memancarkan radiasi inframerah dan kristal talium oksisulfida untuk mendeteksi campuran talium dengan raksa membentuk cairan logam yang membeku, pada suhu -60 0C digunakan untuk membuat thermometer suhu rendah dan RELAY.
• Dipakai dalam pembuatan roket dan kembang api.

 
No Komen : 1
Diah Amelia Risky :: 03-11-2013 11:12:01
Golongan IIA
Logam Alkali Tanah
1. Definisi
Menurut segi bahasa Logam alkali tanah memiliki tiga makna yaitu :
- logam : disebut logam karena unsur di golongan IIA memiliki sifat sifat seperti logam.
- alkali : disebut alkali karena mempunyai sifat basa atau alkalin jika direaksikan dengan air.
tanah: disebut tanah karena bila di oksidasi akan sukar larut dalam air,Oleh karena itu, istilah “Logam alkali tanah” biasa digunakan untuk menggambarkan unsur golongan II A.
Logam alkali tanah umumnya reaktif, tetapi kurang reaktif jika dibandingkan dengan logam alkali. Yang termasuk ke dalam golongan II A yaitu : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Radium kadang tidak dianggap sebagai alkali tanah karena sifat radioaktifnya.

2. Kelimpahan Unsur-unsur alkali tanah di alam
Kelimpahan Unsur-unsur alkali tanah terdapat dalam bentuk senyawa. Unsur-unsur golongan IIA tersebar dalam struktur batuan.
1.Berilium, Mineral utama berilium adalah beril, Be3Al2(SiO3)6, mutiara dari jenis aquamarin (biru terang), dan emerald (hijau tua). Kadang-kadang ditemukan dalam permata zamrud (warna khas hijau yang disebabkan adanya kromonium) dan fenakit (Be2SiO4).
Produk : Aliase, penambahan Be 2% pada Cu meningkatkan kekuatan logam Cu hingga 5 atau 6 kali.
2. Magnesium, Mineral utama yang mengandung magnesium adalah carnellite, magnesite dan dolomite. Kelimpahan magnesium terletak pada urutan kedelapan pada kulit bumi. Di kerak bumi terdapat pada urutan keenam (2,76%). Garam magnesium terdapat dalam air laut (0,13%), sebagai dolomite (MgCO3, CaCO3), magnesit (MgCO3), epsomit (MgSO4, 7H2O), kieserite (MgSO4. H2O), karnalit (KCl. MgCl2.6H2O), olivine {Mg, Fe}2SiO4, talk (Mg3 (OH)2Si4O10), krisotil (Mg3(OH)Si2O5) (asbestos), dan mika K+[Mg3(OH)AlSi3O10]-.
Produk : bahan pesawat terbang dan bagian-bagiannya (alise 5% Mg dan Al), mesin sepeda motor, dan C2H5MgBr merupakan senyawa penting dalam pereaksi kimia (pereaksi Grignard). Bubur magnesia (Mg(OH)2) untuk penetral asam atau obat maag.
3. Kalsium, ditemukan dalam kapur, limestone, gypsum, flourite. Stalaktit dan stalaknit mengandung kalsium karbonat. Kelimpahan kalsium terletak pada urutan kelima pada kulit bumi.
Magnesium dan kalsium terdapat dalam bentuk batuan silikat dan aluminosilikat, sebagai kationiknya. Oleh karena kation-kation dalam silikat itu larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut maka ion-ion Ca2+ dan Mg2+ banyak ditemukan di laut, terutama pada kulit kerang yakni CaCO3. Kulit kerang dan hewan laut lainnya yang mati berakumulasi membentuk deposit batu kapur. Magnesium dalam air laut bereaksi dengan sedimen kalsium karbonat menjadi dolomit, CaCO3.MgCO3.
Produk : Gips (CaSO4. 2H2O), untuk pembalut.
4. Stronsium, terdapat dalam Celestit, SrSO4, dan stronsianat SrSO. Terdapat di alam sebagai selestit (SrSO4) dan strontianit (SrCO3)
Produk : kembang api warna merah.
5. Barium, ditemukan dalam barit, BaSO4, dan iterit BaCO3. Di alam sebagai barit (BaSO4)
Produk : kembang api warna hijau kuning.
6. Radium, terdapat dalam jumlah kecil pada bijih uraium, sebagai unsur radioaktif.

3. Kecenderungan Sifat-sifat fisik Unsur-Unsur golongan IIA
3.1 Tren Jari-Jari Atom dan Jari-Jari Ion
Tabel. Tren Jari-Jari Atom dan Jari-Jari ion
Unsur- Unsur Golongan IIA



Berdasarkan tabel dan grafik di atas kecenderungan jari-jari atom dan jari-jari ion dalam satu golongan dari atas ke bawah semakin meningkat.

Jari-jari atom dipengaruhi oleh jumlah lapisan elektron di luar nukleus (inti atom) dan gaya tarik dari nukleus terhadap elektron luar.


Jari-jari ion lebih kecil dibandingkan dengan jari-jari atomnya. Hal ini disebabkan karena ion unsur alkali tanah merupakan ion positif sehingga jumlah elektronnya semakin berkurang dibandingkan dalam keadaan atomnya.

3.2 Kecenderungan Energi Ionisasi





Berdasarkan tabel di atas, dapat kita ketahui bahwa energi ionisasi pertama maupun kedua dari atas ke bawah dalam satu golongan energi ionisasinya semakin rendah.
Energi ionisasi diatur oleh :
Muatan dalam inti atom
Jumlah elektron dalam kulit-kulit atom dalam
Jarak antara elektron terluar dengan inti atom.

 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar

    [Emoticon]
 

Pengumuman PPMB

 

Artikel Popular

  • TUGAS KELAS XII IA 2 (RADIOAKTIF)
    BANK SOAL KELAS XII - 23-11-2013 15:30:40  (45)
  • TUGAS KELAS XII IA 3 (RADIOAKTIF )
    BANK SOAL KELAS XII - 23-11-2013 15:31:45  (38)
  • TUGAS KELAS XII IA 3
    BANK SOAL KELAS XII - 02-11-2013 12:21:36  (22)
  • BAGAIMANA MERUMUSKAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) BIDANG STUDI KIMIA (KURIKULUM 2013) ?
    KURIKULUM - 06-01-2014 09:44:09  (10)
  • TUGAS KELAS XII IA 1 (RADIOAKTIF )
    BANK SOAL KELAS XII - 23-11-2013 15:32:10  (10)
 
 
 

WAKTU

 

INFO LOMBA

 

VISITOR


  • widgets
 
Home | Profil | Pengumuman

Copyright Β© 2011 Unair | Designed by Free CSS Templates